Welcome to my Blog ^^

  • DOTA2

    Dota 2 is a free-to-play multiplayer online battle arena video game developed and published by Valve Corporation.

  • PARAGON, EPIC GAMES' NEW MOBA ON PLAYSTATION 4 AND PC, PUTS YOU IN THE ACTION WITH DIRECT THIRD-PERSON CONTROL AND DEEP STRATEGIC CHOICE. CHOOSE FROM AN EVER-EXPANDING ROSTER OF UNIQUE HEROES, EARN CARDS TO CUSTOMIZE YOUR ABILITIES, AND TEAM UP WITH YOUR FRIENDS ONLINE TO CLAIM VICTORY.

  • "GAME OF THE YEAR" - IGN

    FIGHT FOR THE FUTURE.

  • Papi4d2

    Bandar Togel terpercaya.

Tuesday, September 28, 2021

Legenda Blair Witch

 

Salah satu dari sekian banyak legenda mengenai penyihir wanita, mungkin kisah legenda yang satu ini adalah yang paling terkenal. Hingga di era modern seperti saat ini pun orang-orang masih mempercayai kekuatan dan cerita-cerita mengerikannya. Bahkan sineas Hollywood pun membuatnya dalam sebuah film. Legenda itu dikenal dengan Blair Witch..

Pada tahun 1785, di sebuah kota kecil yang bernama Blair, yang terletak di Maryland, tinggallah seorang wanita tua keturunan Irlandia yang bernama Elly Kedward. Ia dituduh oleh masyarakat setempat memiliki sihir jahat. 

Oleh masyarakat setempat, Elly kemudian diusir dari tempat tinggalnya. Ia kemudian dibawa ke sebuah hutan dengan mata tertutup. Saat itu badai salju dahsyat sedang melanda daerah tersebut. Mereka kemudian menyiksa wanita tua itu dan meninggalkannya sendiri di dalam hutan.

Ilustrasi Elly Kedward ditinggalkan di dalam hutan

Warga setemapat yang menyiksanya tadi mengira bahwa Elly telah mati. Namun ternyata arwahnya menghantui seluruh hutan itu.

Di akhir musim dingin setahun setelahnya yaitu 1786, roh Elly Kedward kembali dan menuntut balas atas kematiannya. Anak-anak di Blair pun satu persatu menghilang secara misterius. Kengerian pun menyelimuti seluruh kota kecil itu. Mereka kemudian menyebutnya dengan "Blair Witch". 

Warga kota itu pun kemudian bersumpah untuk tidak akan pernah lagi menyebut-nyebut nama Elly Kedward lagi. Segera setelah musim dingin usai, warga pun mulai meninggalkan kota Blair. Blair kemudian segera menjadi kota hantu tak berpenghuni. 

Pada tahun 1820an seorang pria bernama Burkitt akhirnya membeli properti-properti yang ada di kota Blair. Ia kemudian mulai melakukan renovasi pada properti dan bangunan-bangunan yang ada di sana. Pemilik yang baru ini kemudian secara resmi merubah nama kota Blair menjadi Burkittsville pada tahun 1824. Dan hingga saat ini Burkittsville telah menjadi salah satu kota di Maryland, Amerika Serikat.

Salah satu sudut kota Burkittsville, Maryland

Bertahun-tahun kemudian seorang anak berusia 10 tahun bernama Eileen Treacle ditarik oleh sebuah tangan misterius ke dalam sungai Tappy East Creek. Kejadian ini disaksikan oleh orang tua Eileen dan orang-orang yang sedang berada di sekitar sungai tersebut. Pertolongan pun segera dilakukan. Walaupun air sungai saat itu tidak dalam, namun Eileen Treacle tidak pernah ditemukan.

Beberapa bulan kemudian, air sungai tersebut penuh dengan minyak. Peternak yang biasanya menggembalakan ternaknya di sekitar sungai itu pun mulai memindahkan ternaknya, karena air sungai tersebut mematikan ternak-ternak mereka.

Pada tahun 1886, insiden hilangnya anak kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang anak perempuan bernama Robin Weaver. Robin dilaporkan tersesat di dalam hutan dan tidak kembali. Kru penyelamat pun diturunkan. Ketika para penyelamat sedang melakukan pencarian, Robin pulang ke rumahnya sendirian dengan kondisi selamat.

Ia pun menceritakan bahwa ketika dirinya tersesat di hutan ia bertemu dengan seorang wanita tua dengan kaki melayang di udara yang kemudian mengajaknya ke rumahnya. Di sana ia kemudian tinggal di sebuah ruang bawah tanah. Namun Robin kemudian melarikan diri dan berhasil kembali ke rumahnya.

Pada tahun 1940an, seorang pria bernama Rustin Parr yang diketahui menempati sebuah rumah tua yang berada di atas bukit datang ke pasar di Burkittsville dan mengumumkan bahwa ia akhirnya telah "menyelesaikannya". Kata-kata aneh yang terus ia ucapkan akhirnya membuat polisi mendatangi rumahnya. Betapa terkejutnya mereka saat didapati 7 mayat anak-anak yang telah dibunuh dengan ritual mistik. Perut mereka telah dijahit dengan simbol pagan.

Menurut pengakuan Parr, ia telah menculik anak-anak itu dan menempatkan mereka di lantai dasar rumahnya. Di sanalah ia kemudian menyiksa anak-anak itu dan akhirnya membunuhnya. Parr mengatakan bahwa ia sudah dirasuki oleh roh Elly Kedward yang digantung di dalam hutan pada abad ke 18 dan mulai meneror dan memerintahkannya untuk membunuh anak-anak.

Total ada 8 anak yang telah Parr culik, namun hanya 7 orang anak yang dibunuh. Menurut pengakuannya, setelah ia membunuh anak yang ke 7, seorang wanita tua berjubah hitam mendatanginya dan mengatakan padanya bahwa tugasnya telah selesai. Wanita tua misterius itu pun memerintahkannya untuk pergi ke kota dan mengumumkan bahwa ia telah "menyelesaikannya".

Pada Oktober 1994 silam, sebuah film dokumenter bertajuk "Blair Witch Project" dirilis. Para pembuat film yaitu Heather Donahue, Michael C. Williams, dan Joshua Leonard. Saat penggarapan proyek film dokumenter ini, mereka mendatangi Burkittsville, Maryland dan mewawancarai warga sekitar. Namun yang mengerikan adalah ketiga orang ini menghilang dan tidak pernah kembali. Barang-barang mereka ditemukan di sebuah rumah tua di dalam hutan.

Pada tahun 2016 ini, sebuah film bertajuk Blair Witch dirilis. Film bergenre horror psikologis ini disutradarai oleh Adam Wingard dan ditulis oleh Simon Barrett.

Poster Film Blair Witch 2016
Share:

Monday, September 27, 2021

Die Glocke, Senjata Rahasia Nazi yang Misterius

 

Ada salah satu misteri terbesar yang ditinggalkan oleh Nazi pasca kekalahan mereka dalam Perang Dunia II. Organisasi pimpinan Adolf Hitler itu memang memiliki segudang rahasia tersembunyi dan misterius, bahkan setelah beberapa dekade berlalu. Salah satu dari rahasia itu adalah sebuah senjata misterius yang konon mampu membunuh apa pun dalam radius sejauh 200 meter, yang juga dikaitkan dengan mesin waktu Nazi. Senjata itu dikenal dengan Die Glocke atau The Bell.

Die Glocke atau The Bell atau Nazi Wunderwaffe atau wonder weapon adalah sebutan untuk sebuah alat atau mesin atau senjata berbentuk mirip lonceng yang terbuat dari besi yang sangat keras dengan ukuran sangat besar. Alat ini memiliki diameter 2,7 meter dan tinggi 3,7 meter - 4,6 meter. 


Menurut rumor yang beredar, Die Glocke merupakan salah satu eksperimen rahasia yang dilakukan oleh para ilmuwan Nazi yang bekerja pada SS. SS adalah Schutztaffel atau Skuadron Pelindung yang merupakan organisasi keamanan dan militer milik Nazi. Para ilmuwan tersebut bekerja di sebuah fasilitas bernama Der Riese (The Giant/Raksasa).

Keberadaan alat atau senjata rahasia ini pertama kali diungkapkan oleh jurnalis pertahanan luar angkasa dan juga sejarawan militer Polandia bernama Igor WitkowskiWitkowski pertama kali memunculkan Die Glocke dalam bukunya yang berbahasa Polandia berjudul Prawda O Wunderwaffe (2000). Sementara itu di Jerman diterbitkan dengan judul Die Wahrheit iiber die Wunderwaffe.

Namun kisah mengenai Die Glocke tidak begitu diketahui oleh banyak orang sampai kemudian dipopulerkan oleh jurnalis dan mantan editor penerbangan Inggris, Nick Cook. Cook menulis buku The Hunt for Zero Point. Buku Witkowski yang sebelumnya kemudian diterjemahkan pula dalam Bahasa Inggris tahun 2003 oleh Bruce Wenham dengan judul The Truth About The Wunderwaffe.

Kemudian ada juga penulis Joseph P. Farrell yang mengaitkan senjata rahasia ini dengan okultisme Nazi, penelitian anti gravitasi, hingga proyek free energy. Beberapa penulis lain setelahnya bahkan menyebutkan alat ini merupakan mesin perjalanan lintas waktu. Die Glocke bertambah populer dan banyak orang menjadi penasaran pada alat ini setelah banyaknya website-website teori konspirasi yang membahasnya.

Igor Witkowski mendapatkan detail mengenai Die Glocke melalui kontak dengan badan rahasia Polandia yang memiliki transkrip interogasi dengan salah satu pekerja di SS bernama Jakob Sporrenberg.

Jendral SS, Jakob Sporrenberg

Dalam transkrip tersebut disebutkan sebuah tempat rahasia bernama Der Riese (The Giant/Raksasa) di Owl Mountains, dekat pertambangan Wenceslaus. Pertambangan ini berlokasi sekitar 50 km dari Wroclaw (dekat perbatasan Cekoslowakia) di mana terjadinya proses uji coba alat ini. Die Glocke berfungsi sebagai pembangkit daya anti gravitasi. 

Bagian mengerikan dari senjata ini adalah bahwa bila alat ini diaktifkan, maka akan menyebabkan kematian pada apa pun (manusia, hewan, tanaman) dalam radius 150 meter- 200 meter. Pada manusia dan hewan alat ini rupanya mampu membekukan darah dalam sistem sirkulasi.

Pada sebuah uji coba, 5 dari 7 tim penelitian yang dipimpin oleh fisikawan Walter Gerlach tewas selama masa percobaan. Namun tidak diketahui detail kepastian bagaimana hal tersebut dapat terjadi.

Menurut sebuah wawancara Witkowski dengan Cook, alat ini terdiri dari dua silinder putar yang berisikan semacam cairan merkuri berwarna ungu. Cairan metalik ini memiliki kode nama "Xerum 525" dan diletakkan di dalam sebuah kapsul yang memiliki panjang sekitar 1 meter. Di dalamnya juga ditambahkan Leichtmetall, thorium, dan beryllium peroxides.



Selain Die Glocke, Witkowski juga mengemukakan tentang adanya The Henge. The Henge adalah sebuah reruntuhan yang tak lain adalah sebuah bangunan percobaan yang berfungsi untuk pendorong anti gravitasi yang digerakkan oleh Die Glocke.

The Henge

Dalam bukunya, Witkowski mengatakan bahwa sebenarnya seorang ilmuwan Perancis bernama Elie Cartan telah lebih dahulu membuat wacana mengenai alat anti gravitasi usai Perang Dunia I. Alat inilah yang disebut-sebut merupakan cikal bakal Die Glocke Nazi. Namun sayanganya mesin buatan Cartan terlalu lemah untuk diaplikasikan. Die Glocke menggunakan teknologi dasar yang ada pada alat Cartan.

Sekarang yang menjadi pertanyaan besarnya adalah benarkah Die Glocke memang benar-benar ada ataukah alat/senjata ini hanyalah wacana hayalan semata? Mengingat banyaknya kisah yang dicampur adukkan antara realitas dengan fiksi termasuk di antaranya menyebutkan mengenai senjata mistik, organisasi rahasia, UFO, hingga fenomena-fenomena aneh yang mulai bermunculan pada tahun 1950an dikaitkan dengan keberadaan Die Glocke.

Nick Cook tengah memeriksa pilar-pilar yang berada di sekitar The Henge

Namun yang pasti adalah fasilitas bernama Der Riese memang benar-benar ada. Fasilitas bawah tanah ini berada di Ksiaz Castle dan dibangun mulai tahun 1943. Selain itu juga ada beberapa orang yang berkontribusi dan menjadi saksi mata langsung keberadaan Die Glocke di antaranya adalah:

  • Letnan Jendral SS bernama Jakob Sporrenberg;
  • SS Hauptsturmfuhrer Rudolf Schuster, dari laporan interogasi di Pusat Dokumen Berlin tentang evakuasi udara Die Glocke tahun 1945;
  • Dr. Wilhelm Voss, kepala Skodaworks;
  • Ilmuwan Soviet G.N. Frolov dalam sebuah wawancara tahun 1983 dengan Prof. Baron Manfred;
  • Joachim Ibrom, pekerja jalur kereta di Opole;
  • Dr. Otto Cerny, pekerja NASA, dikisahkan kembali oleh Greg Rowe;
  • Menteri Ekonomi Argentina melaporkan tahun 1993 Die Glocke tersebut dibongkar ulang di Argentina.

Ada sebuah teori konspirasi yang menyatakan bahwa lonceng raksasa Nazi ini diambil alih oleh Amerika Serikat beserta dengan para ilmuwan Jerman. Saat ini Amerika tengah melakukan penelitian lebih lanjut terhadap teknologi ini. Kalian pasti masih ingat dengan Project Paperclip kan? Ya, proyek itu adalah proyek perekrutan ilmuwan Nazi Jerman oleh Amerika Serikat. 

Menurut keterangan Joseph P. Pharell, begitu rahasianya proyek pengerjaan Die Glocke, untuk menjaga kerahasiannya maka sebanyak 60 orang ilmuwan yang terlibat dalam proses pembuatannya dibunuh dan dikuburkan secara massal. 

Kisah mengenai Die Glocke kemudian bocor atas kesaksian dari Jendral SS bernama Jakob Sporrenberg yang tak lain adalah pemimpin yang ditugasi untuk melakukan pembantaian massal terhadap para ilmuwan. Jakob Sporrenberg sendiri setelah perang usia dituntuk ke pengadilan atas kejahatan luar biasa membunuh rakyatnya sendiri.

Share:

Sunday, September 26, 2021

Misteri Lenyapnya Awak Balon Udara US Navy L-8

 Ada banyak sekali kejadian aneh yang terjadi selama Perang Dunia II. Salah satunya mungkin adalah ini. Sebuah balon udara raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat L-8 yang berpatroli di California tiba-tiba mendarat di dekat pemukiman penduduk. Saat diperiksa, dua awak yang seharusnya ada di dalam menghilang tanpa jejak dan tak pernah ditemukan. Inilah dia kasus yang dikenal dengan L-8 Ghost Blimp.


Sebelum kita membahas mengenai peristiwa hilangnya awak balon udara US Navy L-8, kita lihat dulu latar belakang dari balon udara L-8 yang dioperasikan Angkatan Laut Amerika Serikat selama Perang Dunia II.

Balon udara ini sebenarnya adalah milik Goodyear Aircraft Company yang awalnya digunakan untuk mengiklankan nama Goodyear. Perusahaan ini membangun kapal-kapal udara pada pertengahan tahun 1930an. Nah, pada tahun 1937, Angkatan Laut Amerika memberikan kontrak kepada perusahaan untuk membuat balon udara.



Saat memasuki Perang Dunia II, Angkatan Laut mengambil alih operasi 5 balon komersial Goodyear. Balon udara ini kemudian diberi sebutan L-4 hingga L-8. Kinerja dan juga karakteristik dari masing-masing balon udara ini tidak sama. Empat balon udara tersebut semuanya dibangun di bengkel perakitan di NAS Moffett Field. Setelah itu L-9 hingga L-22 juga dibuat dan dikirim untuk membantu Angkatan Laut pada akhir tahun 1943.

Balon udara L-8 dari Blimp Squadron ZP-32 mengalami suatu insiden misterius. Balon udara itu melayang masuk dari Samudera Pasifik ke Kota Daly, San Fransisco pada 16 Agustus 1942. Anehnya dua orang awak yang seharusnya ada di dalamnya yaitu Letnan ED Cody dan Ensign C. Adams menghilang tanpa jejak.

Setelah akhir Perang Dunia II, sejumlah balon udara kelas L dijual kembali ke Goodyear. Balon udara L-8 sendiri mengalami proses perbaikan dan menamainya America.


Insiden Misterius L-8 Ghost Blimp




Hari itu tanggal 16 Agustus 1942 adalah hari Minggu yang berkabut di San Fransisco. Kala itu Amerika Serikat tengah berperang melawan Jepang dalam Perang Pasifik, pertahanan pantai di sepanjang pantai barat Amerika tengah siaga tinggi.  Kapal-kapal selam Jepang diduga berada di bawah perairan menunggu saat yang tepat untuk menyerang.

Hari itu pagi-pagi sekali, balon udara Angkatan Laut Amerika Serikat bersiap untuk lepas landas dari Treasure Island di San Fransisco Bay untuk mencari kapal-kapal selam Jepang. Memang balon udara digunakan untuk berpatroli di sepanjang Teluk San Fransisco sembari mencari kalau-kalau ada kapal selam milik Jepang yang berhasil ditemukan.

Baca juga: 7 Hal Aneh dan Misterius yang Terjadi Selama Perang Dunia II

Sudah 9 bulan lamanya Amerika bertempur melawan Jepang dan situasi bisa memanas kapan saja. Apalagi kapal selam Jepang telah berhasil menenggelamkan setengah lusin kapal Sekutu di pantai barat Amerika. Suatu prestasi yang gemilang bagi Jepang, tetapi memalukan bagi Amerika. Tak cukup sampai di situ, kapal selam tempur garis depan Jepang bernama  I-17, bahkan telah menembaki salah satu pengeboran minyak terbesar di California pada Februari 1942. Sungguh bukan berita yang bagus untuk Amerika.

Kembali lagi ke balon udara L-8. Di pagi buta itu, tiga orang awak, Letnan Ernest Dewitt Cody, Ensign Charles Ellis Adams, dan mekanik yang ditugaskan untuk penerbangan yaitu J. Riley Hill bersiap untuk penerbangan mereka. Namun ketika balon udara itu hendak lepas landas, Hill diberitahu bahwa kapal itu terlalu berat dengan 3 orang penumpang. Maka persis sebelum terbang, Riley Hill diperintahkan untuk turun. Pasalnya uap air yang berat di udara akan membebani balon udara sehingga membuatnya tidak aman untuk lepas landas dengan membawa tiga orang pria di dalamnya.

"Jadi aku keluar, menutup pintu, menguncinya, dan mereka pergi". (Riley Hill)

L-8 akhirnya lepas landas pada pukul 6:03 pagi, dengan hanya dua awak di dalamnya. Kondisi L-8 sendiri dalam keadaan baik. Mereka juga membawa dua bom Mark 17 seberat 325 pound yang dipasang di rak eksternal, senapan mesin kaliber .30 dan 300 amunisi. Tidak seperti pesawat udara yang kaku, balon udara memiliki bentuk seperti tas besar yang menggembung tanpa struktur untuk mempertahankan bentuknya. Namun bagian gondolanya cukup nyaman meskipun tak besar dan juga bisa tertutup sepenuhnya.

Ernest Cody dan Charles Adams

L-8 yang disebut juga Love-8 memiliki panjang 150 kaki dengan helium 123.000 kaki kubik, balon itu memiliki diameter maksimum 47 kaki dan kecepatan jelajah 43 knot. Didukung pula oleh mesin twin 145-hp Warner Super-Scarab tipe 5.

Balon udara ini memiliki reputasi sebagai penerbang yang luar biasa. Bahkan selama 1.092 perjalanannya tidak diperlukan lebih dari pemeliharaan dan perbaikan biasa. Diperiksa 4 hari sebelum keberangkatan Cody dan Adams menganggap L-8 kondisinya baik.

Saat itu kondisi angin ringan dan bervariasi pada 4 knot per jam, dengan langit-langit 800 hingga 1.000 kaki. Hari itu sedikit mendung, tetapi jarak pandangnya bagus sekitar 3-5 mil. Letnan  Cody bahkan bisa melihat jembatan Golden Gate di kejauhan.

L-8 hari itu berpatroli harian seperti biasa. Dimulai pada pukul 6:00 pagi berangkat dari Treasure Island, sebuah pulau besar di tengah Teluk San Fransisco. Dari sana mereka menuju Point Reyes, sekitar 30 km utara dan kemudian sekitar 65 km selatan ke Montara, titik selatan San Fransisco, dan kemudian kembali ke Golden Gate dan mendarat lagi Treasure Island. Perjalanan biasanya memakan waktu 4 hingga 4,5 jam dan akan diulang setelah pengisian bahan bakar.

Rute penerbangan Baon Udara US Navy L-8

Kronologi Hilangnya Balon Udara L-8

Pada pukul 7:42 Cody membuat transmisi radio, ia mengatakan mereka akan menyelidiki kemungkinan adaya tumpahan oli atau minyak di laut. Itu adalah pesan terakhir dari L-8. Setelah itu Wing Control mencoba membangun kembali kontak radio, tetapi tidak berhasil. Ketika L-8 masih belum merespon hingga pukul 8:50, dua pesawat float Vff Kingfisher Vought dikirim untuk mencari balon udara. Pesawat lain di daerah itu juga diperingatkan untuk waspada.

Tiga jam berlalu tanpa ada kabar dari kru. Para komandan penerbangan menjadi khawatir. Upaya panik untuk menghubungi balon itu tidak terjawab. Akhirnya sebuah pesan diterima, tetapi itu bukan dari Penerbangan 101. Itu adalah laporan bahwa balon itu entah bagaimana melayang 8 mil dari jalur dan telah mendarat di selatan San Fransisco.

Baca juga: Misteri Hilangnya Amber Room

Balon udara itu ternyata sempat terlihat oleh awak kapal penangkap ikan, Daisy Gray dan kapal Amerika, Albert Gallatin. Dua awak kapal itu dari kejauhan melihat balon udara turun ke ketinggian rendah dan mengelilingi area yang sama selama hampir 1 jam. Barangkali saat itulah mereka menyelidiki adanya tumpahan oli yang diduga berasal dari kapal selam milik Jepang.



Bukan hanya awak Daisy Gray dan Albert Gallatin yang sempat melihat L-8 tetapi ada beberapa saksi mata lainnya juga yang melihat L-8 setelah itu yaitu Pan-Am Clipper, pesawat tempur Angkatan Darat P-38 dan pesawat Angkatan Laut.

Menurut pengamatan mereka, balon udara itu naik sekitar 2.000 kaki lalu kemudian turun. Semua saksi mata melaporkan bahwa semuanya tampak baik-baik saja, tidak ada sama sekali indikasi bahwa L-8 tak terkendali atau terbang tanpa awak.

Beberapa perenang di pantai mencoba meraih tali pengganti tetapi gagal. Balon udara itu memantul ke sisi tebing yang kemudian membuat mesinnya mati. Balon udara itu terus melayang tanpa tujuan di semenanjung San Fransisco.

Kemudian setelah itu sempat mengenai beberapa kabel listrik sampai akhirnya berhenti di tengah persimpangan kota Daly. Segera orang-orang berhamburan mendekati balon udara itu. Ajaibnya tidak ada yang terluka ketika balon udara mendarat di tengah jalan. Segera setelah itu, pejabat kota Daly telah berada di tempat kejadian. Ketika personela Angkatan Laut tiba, mereka terkejut karena tidak menemukan tanda-tanda adanya Letnan Cody maupun Ensign Adams di dalamnya.

Balon udara L-8 mendarat di Daly dekat pemukiman penduduk

Kondisi balon udara ketika sendiri ketika ditemukan sebagai berikut: bahan bakar masih ada yang seharusnya bisa dibuang oleh dua pilot itu jika mereka dalam masalah. Ada 3 parasut di kapal, rakit, peralatan, dan lainnya masih tersimpan di tempatnya dengan rapi. Meskipun kedua mesin telah berhenti, dan ada sedikit kerusakan ketika L-8 pertama kali menabrak tebing, tetapi bahan bakar dan kunci kontak keduanya masih menyala. Radio juga berfungsi dan diatur ke frekuensi yang tepat.

Salah satu bukti yang paling banyak dibicarakan adalah pintu L-8 memiliki pintu samping tunggal yang selalu dikunci dari dalam selama penerbangan dan dipastikan oleh awak darat. Tetapi di lokasi, pintu itu terbuka dan dibuka sepanjang jalan. Pilot lain bersaksi bahwa hampir tidak mungkin melakukan ini dari dalam selama penerbangan.


Investigasi

Dewan investigasi Angkatan Laut dibentuk 2 hari kemudian di bawah komandan Francis Connell. Dewan memanggil saksi dan anggota Angkatan Laut pribadi yang terlibat dalam pemeliharaan balon. Dewan penyelidikan menyelidiki penjelasan yang masuk akal, tidak ada yang tersedia. Mesin mulai dan beroperasi secara normal saat diuji. Radio bekera secara normal. Dalam dilaporkan bahwa dalam kasus darurat, hal pertama yang dilakukan kru adalah menggunakan radio.

Bogen Hailer akan memungkinkan pilot untuk mengirim berita ke kapal permukaan mana pun jika radio tidak berfungsi. Jika mesin berhenti, balon bebas kembali ke darat adalah pilihan, menurunkan berat badan untuk menyesuaikan ketinggian. Jika amplop gas mengalami kebocoran, parasut disediakan. Sebuah rakit ada di papan jika rakit mendarat di air.

Baca juga: Misteri Philadelphia Experiment

Kedua pilot itu adalah pilot berpengalaman. Cody adalah penerbang senior Airship Patrol Squadron 32. Ia merupakan lulusan Annapolis tahun 1938. Dikenal sebagai pribadi pendiam, tetapi ia adalah salah satu pilot paling cakap. Dia ditunjuk sebagai penerbang pesawat udara angkatan laut pada Desember 1941 yang berarti telah resmi terbang hanya sembilan bulan. Cody yang berusia 27 tahun tampaknya sengaja memelihara kumis agar terlihat lebih tua.

Sementara itu Adams jauh lebih senior. Jika Cody memiliki 756 jam terbang, maka Adams sudah memiliki 2.281 jam terbang. Veteran dari program pesawat raksasa milik Angkatan Laut ini pernah bertugas di Los Angeles (ZR-3), Akron (ZRS-4) dan Macon (ZRS-5). Adams yang berusia 38 tahun itu bahkan pernah mendapatkan penghargaan pemeritah Jerman karena menyelamatkan penumpang Hindenburg ketika pesawat itu terbakar dan jatuh. Intinya keduanya adalah pilot berpengalaman yang bisa dikatakan kecil sekali kemungkinannya untuk bertindak ceroboh atau membuat kesalahan konyol.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi pada keduanya? Jika memang keduanya berpengalaman, mungkinkah Cody dan Adams ditangkap oleh tentara Jepang saat mereka terbang rendah untuk menyelidiki tumpahan minyak?



Ada sebuah teori terkenal yang menyatakan kecurigaan bahwa ada penumpang gelap yang mungkin saja berada di dalam kapal tersebut. Bisa saja dia naik tanpa sepengetahuan Cody dan Adams. Tetapi teori ini agak tidak masuk akal karena gondola sangat kecil, nyaris tidak ada tempat untuk bersembunyi.

Baca juga: Misteri Insiden The Battle of Los Angeles

Teori lainnya percaya bahwa ketika mereka terbang rendah untuk mencari sumber minyak, ombak telah masuk ke dalam gondola dan menghanyutkan kedua laki-laki tersebut. Tetapi menurut bukti di dalam balon udara, ruang kosong yang berada di lambung gondola dan sirip bawah keduanya kering dan tidak bersentuhan dengan air, bahkan berdebu.

Pada akhir penyelidikannya, Angkatan Laut memberikan teorinya sendiri yang mungkin paling masuk akal tentang apa yang mungkin terjadi pada Cody dan Adams.



Teorinya adalah kemungkinan Adams membuka pintu lalu jatuh. Dia mabuk udara saat itu atau mungkin dia mencoba untuk melihat lebih dekat ke minyak yang tumpah di perairan. Letnan Cody  kemudian memadamkan lampu pelampung untuk menandai posisi temannya lalu berputar rendah dan mungkin setelah menemukannya, ia lalu menghentikan mesin. Dalam keadaan tertentu ketika Cody berusaha mengendalikan balon udara dan berusaha menyelamatkan Adams, Cody justru juga ikut terjatuh.

Teori lainnya percaya kalau mereka melompat keluar, entah bunuh diri atau melakukan AWOL (mengingkari tugas tanpa tujuan kembali). Mungkin juga mereka bertengkar lalu saling melemparkan. Mungkin yang satu jatuh dan yang lain kehilangan cengkeramannya untuk mencoba membantunya. Mungkin pula mereka telah menemukan kapal selam Jepang dan terpaksa melompat keluar karena todongan senjata.

Namun yang pasti tidak ada seorang pun yang tahu nasib apa yang menimpa kedua pria itu saat berada di atas Samudera Pasifik. Setahun kemudian, Letnan Ernest Cody dan Ensign Charles Adams secararesmi dinyatakan mati. Menjadikannya misteri yang tak terungkap pada masa Perang Dunia II.

Share:

Thursday, September 23, 2021

Misteri Ular Terbang - Mitos atau fakta

 Konon di hutan Kalimantan yang misterius, para penduduk sekitar menceritakan mengenai adanya ular yang biasa terbang dan hinggap di kepala manusia untuk menyantapnya. Di Lombok, ada kisah mengenai ular Berare yang disebut-sebut juga sebagai ular terbang. Apakah makhluk yang disebut ular terbang hanya sebuah mitos ataukah memang ada di dunia nyata ?


Ular terbang ternyata bukan sekedar mitos. Makhluk ini juga telah terdokumentasi dengan baik oleh dunia sains. Namun pada awal penampakannya, bahkan para zoologyst asingpun tidak dapat mempercayainya. Sebenarnya ular ini tidak benar-benar terbang, namun nama ini telah melekat pada hewan yang satu ini selama lebih dari 100 tahun.

Laporan mengenai ular terbang di Indonesia pertama kali diceritakan oleh para Misionaris asing yang bekerja di Sumatera.

Pada suatu hari di tahun 1833, seorang sesepuh penduduk lokal di Sumatera mendatangi dua misionaris barat yang sedang bekerja di sana untuk menceritakan pengalaman anehnya.

Sesepuh yang bernama Tam Basar itu bersumpah bahwa ia dan para penduduk lainnya pernah melihat ular yang sedang terbang di udara. Takut dengan bahaya yang mungkin ditimbulkannya, mereka segera membunuh ular itu sesaat setelah mendarat di dekat mereka.

Kedua misionaris barat itu tidak begitu saja mempercayai kisah itu. Namun Tam Basar bersikeras bahwa ia menceritakan hal yang sesungguhnya. Ia juga menambahkan bahwa ular itu memiliki panjang sekitar 1,2 meter dan tidak memiliki sayap.

Satu tahun kemudian, pada Januari 1834, salah satu diantara misionaris tersebut, NM Ward, sedang berjalan melewati hutan dekat sungai Pedang Bessie, sekitar 1,6 km dari lokasi dimana Tam basar melihat ular terbang.

Ia dan teman seperjalanannya berhenti sebentar untuk mempelajari sebuah pohon tinggi di dekat situ. Ketika mereka melihat ke atas, mereka begitu terkejut karena melihat seekor ular yang sedang terbang, persis seperti yang diceritakan oleh Tam Basar. Ular itu terlihat bergerak dengan cepat di udara di bawah pohon tempat mereka berdiri.

Ward kemudian menceritakan pengalamannya dalam surat kabar "Missionary Herald" edisi Maret 1841. "Dengan demikian, aku menjadi yakin dengan adanya ular terbang. Para penduduk lokal yang mengenal wilayah hutan di situ juga mengetahui fakta ini dengan jelas." Katanya.

Walaupun kedengarannya aneh, namun sekarang kita bisa mengetahui bahwa di Asia Tenggara paling tidak ada lima spesies "ular terbang". Ular-ular tersebut sebenarnya tidak terbang, melainkan meluncur atau melompat dan keberadaan ular ini bahkan sudah dibuktikan dengan beberapa foto dan rekaman video.

Di bawah ini adalah ular terbang jenis Chrysopelea Pelias :

Di bawah ini adalah ular terbang jenis Chrysopelea Ornata :


Ini adalah foto ular terbang dari jenis Chrysopelea Paradisi ketika sedang take off. Tubuhnya yang membentuk huruf S membantunya untuk memberikan daya dorong yang lebih kuat :


Ular-ular jenis Chrysopelea ini termasuk ular yang memiliki bisa. Namun bisa racun pada ular jenis ini tidak mematikan bagi manusia.

Jadi misteri ular terbang Indonesia sebenarnya sudah tersingkap dengan jelas. Hewan ini benar-benar ada dan hidup sampai sekarang. Bahkan bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di negara Asia dan Amerika.

Namun soal ular di Kalimantan yang katanya menyantap kepala orang, hmm...saya tidak tahu pasti.

Walaupun cerita ini singkat, tapi menambah pengetahuan kan ?
Share:

Wednesday, September 22, 2021

Legenda Ayia Napa Sea Monster

Ayia Napa Sea Monster, atau monter laut Ayia Napa adalah makhluk cryptid yang diklaim menghuni pantai Ayia Napa di Cyprus, sebuah resor wisata populer di Laut Tengah.

Kebanyakan laporan penampakannya terjadi di sekitar Cape Greco (Cavo Greko).


Diketahui oleh nelayan lokal sebagai "To Filiko Teras", yang berarti "The Friendly Monster" atau monster yang ramah.

Tidak ada laporan makhluk itu menyebabkan kerusakan, walaupun terkadang dilaporkan merobek dan menyeret jaring ikan.

Ada banyak penampakan dari "Creature from the Depths", dan surat kabar lokal menyebut misteri itu sebagai "Cyprus Loch Ness".


Tidak ada bukti bahwa monster itu ada, kecuali dalam cerita rakyat dan melalui berbagai penampakan yang dialami oleh turis dan penduduk lokal.

Ada sedikit bukti fotografi, selain film pendek dan gambar yang tidak diverifikasi.

Pencarian monster tersebut baru-baru ini ditampilkan dalam episode Destination Truth di SyFly (sebelumnya Sci-Fi Channel) di seri 4 episode 13.

Banyak orang yang percaya dengan mitos monster Ayia Napa menghubungkannya dengan makhluk mitologi Yunani, Scylla.

Pejabat pemerintah telah memulai pencarian untuk monster tersebut.

Harapan untuk melihat monster laut Ayia Napa tetap menjadi sorotan bagi banyak wisatawan dalam perjalanan mereka menggunakan perahu.

Banyak hotel membanggakan diri bahwa tempat mereka dekat dengan lokasi penampakan.

Tidak ada kemungkinan bahwa monster laut atau monster lainnya dikatakan tinggal di Bendungan Kouris (Menurut legenda, tempat ini adalah rumah bagi monster Ayia Napa), yang menurut beberapa laporan, lebih cenderung menjadi buaya yang telah disimpan sebagai hewan peliharaan, namun dilepaskan secara tidak sah.

Ada spekulasi bahwa Ayia Napa adalah sesuatu yang menyerupai seekor buaya atau ular.

(Sumber : Wikipedia)

Share:

Thursday, September 16, 2021

Pejalan kaki diduga telah memotret sosok Yowie di Situs Pembantaian Kuno

 Sekitar awal Maret, pejalan kaki Queensland, Christian Anderson, berhasil menangkap foto dari apa yang diklaim sebagai Yowie di Coomba Falls, barat laut Brisbane.


Anderson mengatakan bahwa dia menunjukkan foto itu ke penduduk lokal Maidenwell yang percaya bahwa dia (Anderson) telah menangkap foto dari makhluk cerita rakyat berusia tua.


Kepada Daily Mail Australia, Anderson mengatakan bahwa dia selalu merasakan perasaan seram ketika mengunjungi Coomba Falls.

Di halaman Facebooknya, dia menulis : " Katakan padaku apa itu? Ini diambil di Coomba Falls. Saya telah menunjukkan ini kepada beberapa orang, satu orang percaya itu adalah Yowie...tidak yakin tapi tempat ini adalah tempat spiritual dan setiap kali saya memotret, saya selalu menangkap sesuatu."


Setelah Anderson memposting foto itu di halaman Facebooknya, beragam reaksi pun bermunculan, seperti :

"Oh wow! Saya akan menjauh, sangat aneh."

"Itu akan menjadi salah satu hantu lokal sebelum (itu) seekor Yowie."

"Saya melihat seorang pria dengan ransel di satu bahunya. Kamu mungkin tidak sendirian. Sesama pejalan kaki?."

"Itu hanya bayangan buram."

Anderson bersumpah akan kembali ke lokasi tersebut dengan kamera yang lebih baik untuk mendapatkan bukti foto yang jelas di lain waktu.

Sebuah legenda mengatakan bahwa Coomba Falls (air terjun di Australia) adalah lubang tanpa dasar.

Akibat peristiwa pembantaian 300 suku Aborigin di abad ke-19, penduduk asli setempat menghindari lubang air tersebut, karena Coomba Falls dikenal sebagai tempat duka yang mendalam.
Share:

Wednesday, September 15, 2021

Legenda Altamaha-ha

 Dalam cerita rakyat Georgia, Altamaha-ha atau Altie adalah makhluk legendaris yang diduga hidup di sekitar sungai Altamaha (terutama di mulut sungai), Georgia, Amerika Serikat. Penampakannya dilaporkan terjadi di sekitar kota Darien dan McIntosh County.


Altamaha-ha digambarkan sebagai makhluk yang memiliki tubuh seperti ikan sturgeon, termasuk semacam tulang menonjol di atas tubuhnya. Memiliki sirip depan dan tidak memiliki anggota badan belakang. 


Makhluk ini berenang seperti lumba-lumba atau pesut, dan memiliki moncong seperti buaya.


Mereka dikatakan berwarna abu-abu dengan kuning keputihan di bagian perutnya, terkadang mereka juga terlihat berwarna hijau, sehingga dapat berkamuflase dengan keadaan sekitarnya.


Gambaran Altamaha-ha hampir menyerupai seekor plesiosaurus, dengan leher panjang, kepala kecil, dan tubuh bulat. 


Hal yang membedakannya adalah makhluk ini memiliki ekor bersirip berlian dan tidak memiliki sirip belakang.


Altamaha-ha telah menjadi subjek dari banyak mitos sejak penemuannya oleh suku Indian lokal Tama di negara bagian Georgia. 


Kabarnya penampakan pertama dari makhluk ini muncul sekitar 250 tahun yang lalu.


Menurut The Brunswick News, legenda Altamaha-ha berakar dan berasal dari penduduk (suku) asli Amerika Utara.


Sejauh ini, tidak ada bukti fisik mengenai Altamaha-ha yang telah ditemukan.


Seekor aligator gar telah diusulkan sebagai hewan yang mungkin telah dikaitkan dengan penampakan Altamaha-ha belakangan ini.

altamaha-ha

Seperti halnya Nessie atau Champ, kebanyakan orang berpikir bahwa Altamaha-ha ini adalah spesies relik dari plesiosaurus yang telah berevolusi agar bisa hidup di air tawar.
Share:

Monday, September 13, 2021

Kerangka manusia raksasa yang dibunuh oleh ular besar ditemukan di gua Khao Kanap Nam

 Sekelompok ilmuwan diduga telah menggali sisa-sisa kerangka manusia raksasa bersama dengan ular besar yang membelit tubuhnya di Gua Khao Khanab Nam, Thailand.




Meski kerangka-kerangka itu tampak meyakinkan, sebenarnya itu adalah sebuah karya seni yang dibuat oleh seniman Taiwan bernama Tu Wei-cheng untuk acara Thailand Biennale perdana yang berlangsung hingga 28 Februari 2019.

Tu Wei-cheng berpose dengan kerangka raksasa
untuk acara Thailand Biennale perdana tahun 2019

Menurut Departemen Kebudayaan, pemasangan skala besar yang menampilkan kerangka raksasa, ular dan perahu berekor panjang adalah salah satu daya tarik utama di acara ini.


Pembuatan replika sebuah penggalian tulang-tulang raksasa dan seekor ular besar yang muncul dari tanah telah diberi izin khusus untuk dipamerkan di Gua Khao Khanab Nam, dan seniman yang membuatnya terinspirasi dari cerita rakyat Krabi tentang dua musuh yang memperebutkan seorang putri.
Share:
Click to learn more...
close
close
Vivian.Pimtha. Powered by Blogger.

Find Us On Facebook

Random Posts

Social Share

Flickr

Sponsor

Agen Togel Online Image may contain: outdoor

Recent Comments

Contributors

Popular Posts

Popular Posts

Agent togel Singapore online terpercaya , bandar togel, agen togel, judi online, buku mimpi, togel singapore, togel sidney, togel sydney, togel sabang, togel hongkong, togel johor, agen togel singapore, agen togel online, agen togel terpercaya Agent togel Singapore online terpercaya , bandar togel, agen togel, judi online, buku mimpi, togel singapore, togel sidney, togel sydney, togel sabang, togel hongkong, togel johor, agen togel singapore, agen togel online, agen togel terpercaya

Unordered List

Pages

Theme Support