Welcome to my Blog ^^

  • DOTA2

    Dota 2 is a free-to-play multiplayer online battle arena video game developed and published by Valve Corporation.

  • PARAGON, EPIC GAMES' NEW MOBA ON PLAYSTATION 4 AND PC, PUTS YOU IN THE ACTION WITH DIRECT THIRD-PERSON CONTROL AND DEEP STRATEGIC CHOICE. CHOOSE FROM AN EVER-EXPANDING ROSTER OF UNIQUE HEROES, EARN CARDS TO CUSTOMIZE YOUR ABILITIES, AND TEAM UP WITH YOUR FRIENDS ONLINE TO CLAIM VICTORY.

  • "GAME OF THE YEAR" - IGN

    FIGHT FOR THE FUTURE.

  • Papi4d2

    Bandar Togel terpercaya.

Sunday, January 30, 2022


 Teori fisika masih berlaku. Tidak mungkin manusia melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya, atau lebih cepat dari kecepatan cahaya. Massa dari pesawat dan kekuatan daya dorong pesawat membutuhkan energi tidak terbatas untuk mencapai kecepatan cahaya.

Sekarang belum dapat dijawab, tetapi suatu hari mungkin saja. Misalnya manusia memanfaatkan lubang cacing, sehingga tidak perlu mengunakan energi terlalu besar, dan melintas di ruang yang terlipat tersebut.

Perjalanan waktu

Seandainya seseorang melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya, lalu terbang menuju bintang terdekat dengan kecepatan cahaya selama 10 tahun pulang pergi. Ketika kembali ke bumi, maka usia orang lain sudah berlalu 100 tahun. Semakin cepat melakukan perjalanan dan kembali ke bumi, semakin lambat usia seseorang di alam semesta ini.

Metode ini mungkin digunakan untuk perjalanan ke masa depan. Tetapi perjalanan yang bisa dilakukan hanya terjadi untuk satu perjalanan. Bila seseorang bisa menemukan cara perjalanan waktu secara mundur, mungkin dia tidak akan kembali ke tempat yang sama. Yang satu ini masih sebatas teori.
Share:

Wednesday, January 26, 2022

Ilmuwan Menemukan Planet Misterius yang Sangat Hitam dan Gelap


Astronom berhasil menemukan planet terhitam yang mungkin lebih hitam dari arang. Planet itu bernama TrES 2-b dan merupakan planet gas raksasa seukuran Jupiter. Planet ini dideteksi untuk kali pertama oleh Trans Atlantic Exoplanet Survey (TReS).

TrES-2b hanya bisa merefleksikan kurang dari 1 persen cahaya bintang. "TrES-2b bahkan kurang reflektif dari cat akrilik hitam," kata David Kipping dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, seperti dikutip AFP.

TrES-2b mengorbit bintang GSC 03549-02811 yang terletak pada jarak 750 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di konstelasi Draco. Jarak TrES-2b dengan bintangnya sangat dekat, hanya 5 juta kilometer. Bandingkan dengan jarak Bumi-Matahari yang mencapai 150 juta kilometer.

Karena jarak TrES-2b dan bintangnya dekat, suhunya begitu panas, atmosfernya bersuhu 1.000 derajat celcius. TrES-2b mengemisikan cahaya merah redup, seperti warna kumparan pada kompor listrik yang dinyalakan.

Astronom telah menyelidiki sebab kehitaman planet. Memang, keberadaan senyawa penyerap cahaya seperti uap sodium, potasium, dan titanium oksida terdeteksi. Namun, semua senyawa itu belum bisa menjelaskan kehitaman ekstrem TrES-2b.

"Belum jelas apa yang menyebabkan planet ini sangat gelap," kata David Spegel dari Princeton University yang juga terlibat penelitian.

Penyelidikan lanjut masih akan dilakukan. Penemuan planet ini dipublikasikan di Monthly Notices Royal Astronomical Society, Inggris. TrES-2b adalah salah satu planet yang dideteksi dengan wahana antariksa Kepler.

Share:

Tuesday, January 25, 2022

Misteri Bangunan Hexagon di Saturnus, Mungkinkah Planet Itu Ada Penghuninya?

 


 Saturnus adalah planet ke-6 dalam sistem tata surya kita, dan merupakan planet terbesar kedua. Jarak Saturnus dari matahari adalah sekitar 1.400.000.000 km (9 tahun cahaya). Planet ini tampil berbeda dengan planet lain, ia memiliki sebuah cincin awan gas raksasa yang melingkari, sehingga tampak seperti sebuah piring terbang.

NASA mengirimkan beberapa satelit untuk melakukan observasi terhadap planet-planet dalam sistem tata surya, termasuk juga observasi terhadap planet Saturnus. Empat satelit yang beroperasi seputar Saturnus adalah Pioneer11 dan Voyager1, Voyager2 dan Cassini-Huygens.
Pada November 2006 silam, sebuah gambar yang diambil lewat satelit Voyager1 cukup mengejutkan para observator NASA. Pada kutub utara dari planet Saturnus tampak adanya sebuah bentuk Hexagon (segi delapan) yang begitu mencolok, dan para pengamat kemudian memfokuskan pengamatan pada penemuan ini.

Pada gambar berikutnya yang lebih detail, Hexagon itu tampak seperti sebuah pusaran awan di permukaan planet, namun bentuk segi delapan ini mengundang pertanyaan. Secara fisika, gerakan berputar akan menciptakan sebuah lingkaran, dan tidak dimungkinkan membentuk sebuah Hexagon.

Setiap sisi dari Hexagon panjangnya berkisar 13.800 km. Beberapa observator berpendapat bahwa terdapat kehidupan di Saturnus, bentuk Hexagon timbul karena efek dari bangunan yang dibuat oleh penghuni Saturnus. 

Keyakinan ini diperkuat dengan hasil observasi berikutnya, yang menunjukkan bahwa gerakan berputar dari Hexagon tidak selaras dengan gerak gravitasi dari Saturnus itu sendiri.

Observator lain berpendapat bahwa kecil kemungkinan ada kehidupan di Saturnus, mengingat komposisi planet ini sebagian besar hanyalah gas hydrogen, beberapa persen helium, dan partikel batu-batuan. 

Hexagon di kutub utara Saturnus ini masih meninggalkan misteri dan tanda tanya besar yang belum terjawab, bagi para pengamat dan observator NASA.




Share:

Monday, January 24, 2022

Kisah Bangsa Nisnas, Makhluk Pertama di Bumi yang Hidup Bersama Dinosaurus


Bangsa Nisnas adalah makhluk hidup pertama di Bumi, mereka hidup satu masa dengan Jin. Mereka pun hidup satu masa dengan Dinosaurus.

Bangsa Nisnas adalah bangsa besar yang musnah, jauh sebelum Nabi Adam diturunkan ke Bumi. Bangsa Nisnas dipercaya hidup jauh di utara Bumi, dekat dengan Kutub Utara. Salah satu kota tempat peninggalan Bangsa Nisnas adalah Sbetzbergen. Di kota ini banyak terdapat peninggalan dari bangsa yang telah musnah ini, seperti lukisan-lukisan manusia bersayap ataupun makhluk setengah hewan.

Mungkin pada zaman tersebut makhluk-makhluk setengah hewan memang eksis di Bumi. Bahkan mungkin setelah bangsa ini musnah, sisa-sisa dari mereka yang bertahan dianggap dewa oleh manusia. Tak heran, di berbagai penjuru dunia kita dapat menemukan berbagai artefak atau lukisan manusia setengah binatang.

Atau mungkin mitologi dan legenda dulunya memang kenyataan, seperti mitologi Yunani yang banyak menyebut dan menggambarkan manusia setengah hewan, atau legenda dari tanah Jawa yang menceritakan manusia setengah hewan (badan manusia kepalanya anjing, yang lazim di sebut Aul), hampir sama dengan Anubis dalam kepercayaan Mesir Kuno.

Kota Sbetzbergen terletak dekat sekali dengan lingkar kutub. Di sana matahari hanya bersinar sekitar setengah bulan dalam satu tahun, dan selebihnya gelap gulita. Kegelapan tersebut hanya diterangi oleh Aurora Borealis.

Konon, Bangsa Nisnas adalah bangsa yang sangat maju. Bangsa Nisnas diberi kemampuan luar biasa, akal dan pikiran mereka jauh melampaui manusia saat ini. Satu kelebihan mereka yang luar biasa adalah mempunyai kemampuan telepati yang hebat, dan teknologi mereka lebih maju dari teknologi saat ini. Mereka telah membangun kota-kota yang mengah, dengan segala teknologi canggih dan tata kota yang sempurna.

Bangsa Nisnas mempunyai postur yang jauh lebih tinggi dari manusia saat ini. Tak heran, kuil-kuil dan bangunan yang dibangun oleh mereka begitu besar dan megah.

Ras mereka dibagi menjadi beberapa, ada yang sangat mirip manusia namun memiliki sayap, ada yang berbadan manusia berkepala binatang ataupun sebaliknya.

Dengan kecongkakan, ego, dan nafsu, mereka terus berperang dengan sesama, demi memperebutkan wilayah dan kekuasaan. Dengan kemampuan akal dan penguasaan teknologi yang luar biasa maju, mereka mampu menciptakan persenjataan yang melampaui zamannya.

Mereka telah menciptakan sesuatu yang kita sebut nuklir, pesawat terbang, dan teknik pengolahan serta peleburan logam yang nyaris sempurna (teknik ini ditemukan kembali di Damaskus yang terkenal dengan pedang-pedangnya yang mempunyai ketajaman luar biasa).

Dengan kemampuan itulah mereka berperang menindas sesamanya, dimana yang lemah adalah mangsa bagi yang kuat. Bumi hancur lebur, mereka telah melupakan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi.

Karena itulah Allah lalu mengutus ribuan malaikat yang dipimpin oleh Azazel (Azaziel, sebelum dia diusir oleh-Nya) dan ribuan burung-burung neraka.

Melihat kedatangan pasukan langit, mereka sangat panik, dan musnahlah segala kesombongan mereka, yang ada hanya penyesalan atas perbuatan yang telah mereka lakukan. Namun terlambat, pasukan langit telah datang dan siap menghancurkan mereka. Singkat cerita, mereka dimusnahkan dari muka bumi, untuk digantikan oleh khalifah yang baru, yaitu Adam A.S.

Namun, sebagian ada yang dapat bertahan dan melarikan diri dari serangan tersebut, dan mereka menyebar untuk membentuk koloni dan membangun peradaban kembali.

Sebagian dari mereka, yang berwujud manusia setengah ikan, melarikan diri ke palung-palung laut yang paling dalam. Mereka inilah yang sering kita sebut sebagai putri/putra duyung. Mereka membangun peradaban kembali di bawah laut, dengan kota-kota yang tidak kalah canggih dengan kota mereka yang telah hancur sebelumnya.

Sedangkan sebagian dari mereka yang bertubuh manusia setengah binatang, dan mereka yang mempunyai bentuk seperti manusia tetapi memiliki sayap, saling membantu untuk membangun peradaban baru.

Mereka yang mempunyai fisik mirip manusia dan bersayap, membangun peradaban dan kota-kota yang sangat megah selama ratusan tahun, yang kita kenal sebagai Atlantis.

Sedangkan mereka yang berwujud manusia setengah binatang, membangun sesuatu yang kita sebut sebagai Lemuria (Mu), dan terjadilah perkawinan di antara mereka, yang melahirkan makhluk-makhluk jenius yang melampaui zamannya.

Mereka pun menciptakan berbagai macam alat perang yang sangat canggih. Tetapi suasana damai tidak berlangsung lama, mereka kembali pada tabiat dasar mereka yaitu ingin menguasai dan menghancurkan.

Akhirnya terjadi peperangan dahsyat yang melibatkan persenjataan super canggih yang mereka miliki, dan kembali hancurlah peradaban yang telah mereka bangun dengan susah payah karena ulah mereka sendiri.

Akhirnya, mereka yang selamat melarikan diri ke planet-planet yang jauh, tapi sesekali mengunjungi bumi tempat kelahiran mereka dulu untuk menyebarkan pengetahuan yang mereka kuasai. Merekalah yang mengajar tulisan hieroglyph, piramida, ilmu-ilmu kedokteran, pada Bangsa Mesir.

Mereka juga dalang di balik perang Mahabharata, Nazca Line, Peradaban Inca, Cristal Skull, Vimanas, dan merekalah yang kini kita sebut sebagai UFO.

Mustahil manusia biasa dapat membangun sesuatu yang rumit dan kompleks seperti Piramida atau candi-candi. Tidak mungkin manusia zaman dulu dapat membangunya tanpa ada campur tangan dari suatu makhluk yang mempunyai intelegensia sangat tinggi, dan ini adalah salah satu contoh bahwa mereka masih ada dan ingin diketahui.






 

Share:

Sunday, January 23, 2022

Kisah Penemuan Fosil yang Mengubah Sejarah Manusia


 Pencarian dan pembelajaran mengenai asal usul manusia tidak pernah berhenti. Upaya itu pun berlangsung dari tahun ke tahun, bahkan dari abad ke abad. Para peneliti dan para arkeolog terus melakukan pencarian dan penelitian pada berbagai situs yang kemungkinan bisa menjawab pertanyaan dan rasa penasaran mereka, mengenai bagaimana asal usul umat manusia di dunia.

Selama pencarian tersebut, ada berbagai fosil yang ditemukan, dan dari fosil-fosil itulah para peneliti bisa mendapatkan petunjuk mengenai bagaimana manusia bermula. Penemuan demi penemuan yang terjadi makin mengukuhkan pengetahuan kita tentang asal usul manusia, meski ada kalanya satu penemuan menyanggah penemuan sebelumnya.

Kini, sebuah fosil manusia purba yang baru saja ditemukan di Israel diperkirakan bisa mengubah sejarah manusia. Fosil tersebut menunjukkan bahwa leluhur manusia modern ternyata telah meninggalkan Benua Afrika, jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

CNN mengabarkan bahwa para ilmuwan tersebut menemukan fosil manusia modern tertua yang pernah diketahui di luar Afrika. Fosil berupa rahang atas, yang diperkirakan berusia antara 177.000-194.000 tahun tersebut, ditemukan di situs gua prasejarah, Gua Misliya, di kawasan Gunung Carmel, Israel.

Di tempat yang sama juga ditemukan perkakas yang terbuat dari batu, menunjukkan bahwa para manusia purba tersebut senang berburu dan sudah menggunakan api.

Rofl Quam, profesor antropologi dari Binghamton University dan penulis penelitian itu, mengatakan para ilmuwan sekarang memiliki bukti fosil yang meyakinkan, bahwa manusia modern menyebar ke luar Afrika lebih awal dari dugaan sebelumnya.

"Sebelumnya, ada beberapa perkiraan tentang kemungkinan migrasi awal, berdasarkan situs arkeologi dan penelitian tentang DNA purba," jelasnya. "Namun sekarang kita memiliki fosil manusia yang membuktikan itu."

Fosil yang diberi nama Misliya-1 ini menunjukkan karakteristik yang juga dimiliki oleh manusia sekarang, seperti bentuk gigi yang besar.

Dalam situs EarthSky.org, Prof. Quam menyebutkan bahwa fosil berupa tulang rahang kiri atas yang masih bergigi dari Gua Misliya itu jauh lebih tua daripada spesies Homo sapiens, yang pernah ditemukan di luar Afrika.

Manusia paling awal yang oleh para antropoligi disebut hominid, hidup sekitar 6 sampai 7 juta tahun yang lalu di Afrika. Nenek moyang manusia ini dikenal sebagai anggota keluarga manusia, terutama karena tulang-tulang mereka menunjukkan tanda bipedalisme yang jelas, seperti berjalan dengan dua kaki.

Sampai saat ini, para ahli antropologi umumnya berpendapat bahwa Homo sapiens pertama kali muncul sekitar 200 ribu tahun yang lalu di Afrika, berdasarkan penemuan fosil dan dari hasil penelitian genetis.

Dua situs arkeologi di Etiopia, Herto dan Omo Kibish, menjadi tempat ditemukannya fosil Homo sapiens awal yang berumur antara 160 ribu sampai 195 ribu tahun. Hal ini terungkap dalam laporan "The Origin and Evolution of Homo sapiens", yang dipublikasikan dalam situs The Royal Society Publishing.

Akan tetapi, pada bulan Juni 2017, para peneliti menemukan fosil Homo sapiens di situs Jebel Irhoud di Maroko, yang diperkirakan berusia sekitar 315.000 tahun lalu.

Penemuan yang dipublikasikan dalam situs Nature ini kemudian menetapkan fosil itu menunjukkan evolusi Homo sapiens tahap awal, yang memundurkan waktu asal-usul spesies kita 100 ribu tahun ke belakang.

Fosil yang ditemukan di Jebel Irhoud berbeda dengan fosil di Misliya. Kendati ciri tengkoraknya terlihat seperti manusia modern, namun tempat otaknya memanjang, seperti karakteristik khas manusia purba.

Sebelumnya, para ilmuwan mendapati fosil manusia modern awal yang ditemukan di luar Afrika, berumur sekitar 90 ribu sampai 120 ribu tahun. Namun, fosil manusia modern yang baru ditemukan di Misliya ini berusia antara 177 ribu sampai 194 ribu tahun.

Oleh karena itu, para ilmuwan mengungkapkan bahwa penemuan yang dipublikasikan dalam situs Science ini menunjukkan bahwa manusia modern telah bermigrasi dari Afrika, setidaknya 50.000 tahun lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Temuan baru ini juga menunjukkan bahwa manusia modern mungkin memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi, bertukar budaya dan saling kawin silang dengan keturunan manusia purba di luar Afrika, daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Penemuan ini juga menyoroti rute yang mungkin diambil manusia modern saat menyebar dari Afrika, dan membantu para ilmuwan untuk lebih memahami evolusi manusia.

Seperti yang dikatakan Profesor Israel Hershkovitz, seorang antropolog di Tel Aviv University yang memimpin penelitian ini kepada Independent, "Penemuan ini akan mengubah keseluruhan konsep evolusi manusia modern."

Hershkovitz juga menyatakan bahwa catatan kini mengindikasikan manusia modern purba mungkin bertualang ke luar Benua Afrika secara bertahap, saat cuaca mendukung mereka untuk itu. Bukan dalam sebuah eksodus besar-besaran.

"Saya pikir sepanjang ratusan ribu tahun (manusia) masuk dan keluar Afrika setiap saat," ujarnya, dikutip The Guardian.

Rekonstruksi sejarah iklim purba berdasarkan inti laut dalam menunjukkan bahwa kawasan Timur Tengah beberapa kali berubah dari daerah yang lembap menjadi amat kering. Kawasan tersebut juga kemungkinan dalam keadaan subur selama beberapa periode yang sama dengan usia fosil Misliya tersebut.

Sementara Profesor Gerhard Weber, dari departemen antropologi dan salah seorang penulis penelitian ini, mengatakan bahwa Misliya-1 benar-benar telah mengubah persepsi tentang evolusi manusia modern. Evolusi ini tidak sesederhana seperti yang diketahui sebelumnya.

"Misliya-1 sangat modern, sebenarnya tidak mengherankan jika berusia 10 ribu sampai 40 ribu tahun," katanya. "Tetapi dia berusia sekitar 177 ribu sampai 194 ribu tahun."

 

Share:

Saturday, January 22, 2022

Ahli Forensik Merekonstruksi Wajah Wanita Druid Kuno Berusia 2.000 Tahun


Seorang seniman forensik telah menciptakan kembali wajah druid tertua di Skotlandia, yakni wanita tanpa gigi berusia 60-an bernama Hilda. Karen Fleming merekonstruksi wajah Hilda menggunakan lilin dan tulang tengkoraknya yang berada di University of Edinburgh's Anatomical Museum. 

"Hilda merupakan karakter menarik untuk diciptakan kembali. Dilihat dari tengkoraknya, sangat jelas bahwa dia ompong sebelum meninggal. Ini tidak mengherankan mengingat pola makan manusia saat itu. Yang mengesankan adalah berapa lama dia hidup," kata Fleming, MSC Forensic Art & Facial Identification.

Para ilmuwan memperkirakan, Hilda meninggal antara 55 BCE dan 400 CE saat ia berusia 60an–peristiwa yang jarang terjadi pada wanita era Zaman Besi. 

"Harapan hidup wanita di masa itu biasanya 31 tahun. Jika ada yang bisa hidup lebih lama dari itu, pasti mereka memiliki latar belakang istimewa," tambah Fleming. 


Hilda diyakini berasal dari Celtic dan kemungkinan menghabiskan hidupnya di Stornoway, Isle of Lewis. Menurut para ilmuwan, ia merupakan bagian dari Druid, kelompok orang-orang kuno yang menganut ilmu agama perdukunan. Mereka bergantung pada kontak dengan dunia roh serta pengobatan holistik untuk menyembuhkan penyakit. 

Kelompok masyarakat yang terstruktur dengan baik ini mengikuti pola musiman alam dan membagi pengikutnya menjadi sub-bagian berdasarkan jubah. Druid yang paling bijaksana mengenakan jubah emas, sementara yang lainnya berwarna putih. Orang-orang yang melakukan pengorbanan biasanya berjubah merah, seniman biru, dan anggota baru memiliki jubah cokelat atau hitam. 



Masih belum jelas apa penyebab kematian Hilda, tapi kemungkinan karena usia tua. Dan meskipun Hilda hidup ribuan tahun lalu, tapi Fleming mengatakan bahwa hasil rekronstruksinya menunjukkan atribut fisik yang sering dilihat pada orang-orang masa kini. 

"Saya merasa ia seperti wanita tua yang pernah saya temui sebelumnya," pungkas Fleming. 


 

Share:

Thursday, January 20, 2022

Kerangka Sepasang Kekasih di Tiongkok: Bukti Pengorbanan Cinta



Cinta sehidup semati", sebuah ungkapan yang sering kita dengar dari cerita romansa yang sekilas terkesan hubungan percintaan yang abadi. Frasa itu bisa ditemukan dalam pengorbanan cinta ala Romeo dan Juliet yang dibuat William Shakespeare.

Bukan sekadar kisah fiksi belaka. Beberapa temuan arkeologis telah menemukan kerangka dua sejoli yang membawa cintanya hingga kepada kematian, dan mati bersama dalam pelukan. Seperti kerangka 'Sejoli Hasanlu' di Iran terkadang disebut sebagai ciuman terabadi, dan 'Sejoli dari Modena' di Italia yang keduanya berjenis kelamin pria.

Sedangkan yang terbaru, para arkeolog menemukan sisa kerangka dua kekasih yang terkubur bersama sejak 1.500 tahun silam. Mereka menemukan kuburan itu pada Juni 2020 di Xianbei, kawasan utara Tiongkok.

Kerangka kekasih itu adalah seorang pria dan wanita yang menggunakan cincin logam di jari manis kirinya. Para peneliti lewat makalah berjudul Eternal love locked in an embrace and sealed with a ring: A Xianbei couple's joint burial in North Wei era, China (386-534 CE) di International Journal of Osteoarchaeology memperkirakan, perempuan itu mengobarkan dirinya agar bisa dimakamkan bersama lakli-laki yang kemungkinan adalah suaminya.

Dugaan itu disebabkan penguburan laki-laki dan perempuan dalam satu liang adalah hal yang jarang di Tiongkok. Sedangkan kondisi kerangka ini saling terkunci dalam pelukan dengan kesan cinta yang berani. Para peneliti menulis, kerangka seperti ini adalah jenis yang pertama di negera itu, dan mungkin mencerminkan perubahan sikap budaya tentang cinta.

"Ini adalah [pasangan] pertama yang ditemukan dalam pelukan cinta, seperti itu, di mana saja kapan saja di Tiongkok," ujar pemimpin penelitian Qian Wang, dikutip dari Live Science. Dia adalah seorang profesor Department of Biomedical Sciences di Texas A&M College of Dentistry.

Karena terbilang unik kuburan pasangan itu, para arkeolog memutuskan untuk tidak menggali sisa-sisa kerangka itu sepenuhnya. Tim penelitian itu membiarkan mereka saling terjalin agar keduanya bisa dipajang di pameran museum di masa mendatang.


Pada kerangka pria, tingginya diperkirakan sekitar 161,5 sentimeter dan memiliki beberapa cedera di tubuhnya, termasuk patah lengan, jari di tangan kanannya ada yang hilang, dan taji tulang di kaki kanannya. Diperkirakan dia meninggal di usia 29 hingga 35 tahun, tulis para peneliti.

edangkan yang wanita, dia cukup sehat ketika meninggal. Tingginya sekitar 157,1 sentimeter, dengan masalah sedikit di gigi, seperti gigi berlubang, dan diperkirakan meninggal saat berusia antara 35 hingga 40 tahun.

Cincin yang digunakan di jari manisnya itu diperkirakan adanya pengaruh "oleh kebiasaan dari wilayah barat dan sekitarnya yang dibawa lewat Jalur Sutra ... dan asimilasi masyarakat Xianbei, yang mencerminkan intergrasi budaya Tiongkok dan Barat," ujar Wang

Areal pemakaman di Xianbei ini berisi sekitar 600 kuburan. Jika dilihat dari letak kawasannya, daerah ini berada di kekuasaan kelompok nomaden kuno di Tiongkok utara yang berasimilasi dengan budaya masa Dinasti Han, dan Wei Utara. Ciri budaya itu diungkap para arkeolog juga berkat barang keramik yang ditemukan di kuburan.

Jika ditilik dari budaya pada milenium pertama, ketika pasangan ini masih hidup, kemampuan untuk mengekspresikan dan mengejar cinta secara bebas di Tiongkok menjadi hal yang 'menonjol' secara budaya, tulis para peneliti. 

Cincin logam yang dikenakan oleh kerangka wanita di tangan kirinya.
Qian Wang
Cincin logam yang dikenakan oleh kerangka wanita di tangan kirinya.

Ada banyak kisah cinta fiksi hingga catatan sejarah tentang orang-orang yang mengorbankan nyawanya sendiri demi cinta. Wang berpendapat bahwa sang wanita mengejar cinta dan mati dengan bunuh diri demi penerimaan cinta yang belum tersampaikan.

"Pertunjukkan unik dari rasa cinta manusia dalam kuburan, menawarkan pandangan langka perjalanan menuju cinta, kehidupan, kematian, dan kehidupan setelah kematian," Wang berpendapat.

Namun keadaan yang menyebabkan sepasang kekasih ini masihlah misteri yang belum dipecahkan para peneliti.

Para arkeolog juga menemukan dua pasangan lain yang terkbur bersama di areal sekitar. Namun, pasangan lain ini tidak berpelukan dengan erat, dan para wanita tidak mengenakan cincin, terang Wang.

Yang jelas, siapa pun yang menguburkan pasangan itu pasti melakukannya dengan hati-hati. Sebab tubuh pria itu melengkung ke arah wanita, dan lengan kirinya terletak di bawah tubuh si wanita. Lengan kanan pria itu juga memeluknya, dengan tangan yang bertumpu di pinggang.

Tubuh wanita itu ditempatkan dalam posisi untuk dipeluk. Kepalanya menghadap sedikit ke bawah, yang diperkirakan wajahnya bisa bersandar di bahu pria, dan lengan yang memeluk tubuh pria.

Para peneliti menyajikan perkiraan lainnya bagaimana pasangan itu bisa berakhir di liang yang sama. Sepasang kekasih ini tidak meninggal pada saat yang sama karena kekerasan, penyakit atau keracunan, sebab belum ada bukti yang kuat terkait itu.

Kemungkinan lainnya adalah wanita yang lebih meninggal lebih dulu, dan sang suami mengorbankan dirinya sendiri. Namun pendapat itu adalah kemungkinan kecil, karena wanita tersebut tampaknya memiliki kesehatan yang lebih baik dari pasangannya, ujar Wang.

Share:

Dianggap Titisan Dewa, Genghis Khan Punya Misi Surga untuk Mendominasi


Genghis Khan adalah salah satu penakluk paling terkenal dalam sejarah dunia. Ia adalah pendiri dan Khan Agung pertama dari Kekaisaran Mongol.

Meskipun awalnya tidak jelas dan tampaknya tidak signifikan, ia menjadi salah satu pendiri kekaisaran paling sukses dalam sejarah. Setelah kematiannya, tugas menaklukkan dunia berlanjut di bawah keturunannya. Kekaisaran Mongol akhirnya menjadi kekaisaran daratan terbesar yang pernah ada di dunia. Dalam hal ukuran, hanya Kerajaan Inggris yang dapat menandinginya.

Genghis Khan lahir di utara tengah Mongolia sekitar tahun 1162 dengan nama Temujin Borjigin. Ayahnya adalah seorang kepala suku Mongolia kecil bernama Yesukhei. Sang Ibu, Hoelun, diculik oleh Yesukhei dan dipaksa menikah.

Menurut legenda, Temujin lahir dengan memegang gumpalan darah di tangan kanannya. Ini menjadi pertanda bahwa bayi itu ditakdirkan untuk menjadi penguasa besar. Tapi jika Temujin memang ditakdirkan untuk kebesaran, itu tidak tampak jelas pada awalnya.

Yesukhei dibunuh oleh suku Tatar ketika Temujin baru berusia sembilan tahun. Akibatnya, Temujin, ibunya, dan enam saudara kandungnya ditinggalkan oleh klan mereka sendiri. Mereka tidak mau memberi makan keluarga yang baru ditinggal mati oleh sang Ayah. Keluarga Temujin pun harus berjuang sendirian tanpa klannya.

Pada usia 16 tahun, Genghis Khan menikahi Borte, sehingga membentuk aliansi dengan sukunya, Konkirat. Di saat yang bersamaan, klan sang Ibu memutuskan untuk membalas dendam atas perbuatan mendiang ayahnya. Borte diculik dan dipersembahkan kepada kepala suku untuk dijadikan istri.

Temujin tidak tinggal diam, ia pun meminta bantuan untuk misi penyelamatan yang berani. Serangan itu sukses dan ia membawa pulang Borte. Tidak lama kemudian, putra pertama mereka yang diberi nama Jochi pun lahir.

Berkat keberhasilan dalam misi penyelamatan istrinya, Temujin memulai usaha penyatuan suku-suku yang ada di stepa. Setiap kali suku saingan dikalahkan, pemimpin mereka dieksekusi. Orang-orang yang tersisa dimasukkan ke dalam suku Temujin sendiri.

Kecuali suku Tatar, mereka semua dibantai untuk membalas pembunuhan Yesukhei, sang Ayah. Setelah itu,Temujin bertekad untuk mendapatkan kekuatan tertinggi di wilayah tersebut.

Pada 1205, Temujin menguasai stepa Mongol dan pada tahun berikutnya, kuriltai (perkumpulan perwakilan dari berbagai suku) dipanggil. Pada pertemuan ini Temujin diberi gelar Genghis Khan, yang berarti penguasa universal.

Beberapa orang berpendapat bahwa penaklukan Mongol memiliki dimensi spiritual. Ini karena Genghis Khan dinyatakan sebagai wakil dari Mongke Koko Tengri ('Langit Biru Abadi'), dewa tertinggi bangsa Mongol.

Ini memberikan Genghis Khan status ilahi, sehingga membuat misinya untuk menguasai dunia dianggap sebagai misi dari surga. Ada juga yang berpendapat bahwa misi ini bertujuan untuk memperkuat dan melestarikan identitas Mongol yang baru terbentuk. Lainnya berspekulasi bahwa penaklukan itu diperlukan untuk menopang populasi Mongolia yang terus bertambah.

Terlepas dari alasan sebenarnya, target pertama Genghis Khan adalah Xi Xia, sebuah kerajaan di barat laut Tiongkok. Usaha melawan Xi Xia dimulai pada 1207 dan berakhir dua tahun kemudian, ketika penguasanya tunduk pada Genghis Khan.

Bangsa Mongol kemudian mengarahkan target pada Dinasti Jin, yang menguasai bagian utara Tiongkok. Pertarungan dimulai pada 1211 dan berlangsung lebih dari 20 tahun, mengakibatkan kehancuran Dinasti Jin.

Sementara perang dengan Jin sedang berlangsung, Genghis Khan melakukan penyerangan lain di saat yang bersamaan. Misalnya, Kekaisaran Khwarazmian diserang pada tahun 1219, berakhir dengan kehancurannya pada tahun 1221.

Saat kematian Genghis Khan pada 1227, Kekaisaran Mongol membentang dari Laut Jepang di timur hingga Laut Kaspia di barat.

Ia terus bertempur hingga usia tuanya. Setelah ia meninggal, tampuk kekuasaan Mongol diserahkan pada putra ketiganya, Ogadei Khan. Tidak hanya mempertahankan kekuasaan sang ayah, ia berhasil memperluas wilayah kekuasaan.

Share:

Friday, January 14, 2022

Legenda Olitiau

 Olitiau adalah makhluk cryptid berwujud kelelawar atau reptil terbang raksasa yang dihipotesiskan ada di Afrika Tengah.


Kata Olitiau kemungkinan berasal dari perpaduan kata Ipulo "Ole" dan "Ntya", sebuah nama untuk tarian topeng seremonial yang digunakan untuk mewakili setan.

Nama itu bisa digunakan oleh penduduk asli Ipulo untuk menyebut setan secara umum, bukan untuk makhluk itu sendiri.

Olitiau dikatakan memiliki sayap selebar 6 - 12 kaki (1,8 sampai 3,6 meter). Tubuh mereka diduga berwarna hitam, dan sayap mereka digambarkan berwarna seperti coklat tua atau merah.

Rahang bawah mereka dikatakan memiliki gigi berukuran 2 inci, gigi bergerigi dengan jarak yang sama antara masing-masing gigi.


Ketika berburu hammer-headed fruit bat di Kamerun Selatan, Ivan T. Sanderson mengklaim bahwa Olitiau menukik ke arahnya dan ke pendamping perburuannya, Gerald Russell, di sepanjang sungai pegunungan pada tahun 1932.

Dia menyebutnya sebagai "kakek dari semua kelelawar".

Insiden yang dialami Sanderson sering digunakan sebagai contoh dari penampakan Kongamato.

Beberapa penjelasan untuk Olitiau telah diusulkan, dan terdaftar sebagai berikut :

Hammer-headed bats (kelelawar berkepala palu)


Kelelawar tersebut memiliki lebar sayap terbesar dari semua kelelawar di Afrika, yaitu sampai satu meter. Sangat mungkin bila Hammer-headed bat dilihat secara dekat dalam waktu sekejap, bisa tampak berukuran lebih besar.

Pterosaurus hidup

Meski Sanderson bersikeras bahwa apa yang dilihatnya adalah kelelawar, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa pterosaurus memiliki rambut atau struktur seperti rambut yang dikenal sebagai pycnofibers (salah satu flamen yang menyusun rambut pterosaurus).

Spesies kelelawar besar tidak diketahui

Karl Shuker mengikuti pernyataan Sanderson dalam menyarankan binatang tersebut mungkin termasuk "subordo" (suborder) dari microchiroptera.

Microchiroptera

Kemungkinan lain menduga bahwa Olitiau adalah anggota spesies kelelawar besar yang telah diketahui, namun mengalami pertumbuhan abnormal, sehingga memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari ukuran rata-rata spesiesnya.

(Sumber : wikipediacryptidz.wikia)
Share:

Wednesday, January 12, 2022

Legenda Kura-kura Danau Hoàn Kiếm

 Selama bertahun-tahun, beberapa orang telah melaporkan adanya penampakan kura-kura raksasa yang terlihat di Danau Hoàn Kiếm yang terletak di Hanoi, Vietnam. Namun, masyarakat setempat lebih percaya, jika binatang ini tidak lebih dari sekedar mitos dan legenda setempat, yang telah diceritakan secara turun-temurun.


Danau Hoàn Kiếm atau dalam bahasa Vietnam memiliki arti "Danau kembalinya pedang" adalah sebuah danau yang terletak di pusat Hanoi, ibukota Vietnam. 


Kedalaman rata-rata di danau ini sekitar 3,9 kaki (1,2 meter) dengan kedalaman maksimal 6,6 kaki (2 meter). 

Danau ini terkenal dengan Legenda tentang seekor kura-kura raksasa yang hidup di sekitar danau, dan pertemuan kura-kura itu dengan Raja Lê Lợi.


Sebuah bangunan bernama Turtle Tower (Tháp Rùa) dapat terlihat berdiri kokoh di pulau kecil yang berada tengah danau.


Menurut sebuah legenda yang berasal dari abad ke-15, atau lebih tepatnya pada awal 1428. Seorang Raja bernama Lê Lợi, atau yang juga dikenal sebagai Lê Thái Tổ, konon telah mengalahkan penjajah dari Cina dengan bantuan sebuah pedang sihir atau pedang ajaib Thuận Thiên (Heaven's Will) yang diberikan kepadanya oleh para dewa. 


Setelah kemenangan tersebut, dia akhirnya menjadi raja. Satu tahun setelah naik tahta, Raja Lê Lợi sedang berada di sebuah kapal naga yang berlayar mengelilingi danau Hồ Lục Thủy (Green Water Lake), tepat berada di depan istananya.

Patung Raja Lê Lợi sedang memegang pedang Heaven's Will
bersama dengan seekor kura-kura di sisinya

Ketika mereka berada di tengah danau, seekor kura-kura raksasa dengan cangkang emas (Kim Qui) muncul dari bawah permukaan air. 
Lê Lợi memerintahkan kapten untuk melambatkan kapal, dan pada saat yang sama, pedang sihir yang berada di ikat pinggangnya bergerak dengan sendiri. 

Kura-kura raksasa itu lalu mendekat ke arah kapal yang dinaiki raja, dan dengan suara manusia, ia meminta sang raja untuk mengembalikan pedang ajaib itu kepada tuannya, Long Vương (Raja Naga) yang konon hidup di bawah air. 

Lê Lợi akhirnya mengetahui bahwa pedang itu hanya dipinjamkan kepadanya untuk menjalankan tugasnya, tapi sekarang harus dikembalikan kepada pemilik aslinya. Lê Lợi lalu mengeluarkan pedang dari sarungnya dan melemparkannya ke arah-kura itu. 

Dengan cepat kura-kura itu membuka mulutnya dan menyambar pedang itu dengan giginya. Ia lalu turun ke dalam air dengan pedang yang berkilau di mulutnya, dan dalam waktu lama, cahaya yang berkedip-kedip dapat terlihat di kedalaman danau yang keruh. 

Sejak saat itu, orang-orang memberi danau itu dengan nama Hồ Gươm (Danau Pedang) atau Hồ Hoàn Kiếm (Danau Pedang Kembali).

Ilustrasi pertemuan Raja Lê Lợi dengan
Kura-kura emas (Kim Qui)

Cerita ini telah diturunkan dari generasi ke generasi dan dicatat dalam buku sejarah, buku sekolah, maupun dalam pertunjukan teater boneka di Hanoi, yang menceritakan tentang perjumpaan raja Lê Lợi dengan kura-kura legendaris di Danau Hoàn Kiếm.


Tidak ada bukti nyata tentang keberadaan kura-kura raksasa di danau ini, sampai tanggal 2 Juni 1967, ketika perusahaan makanan Hanoi berhasil menangkap seekor kura-kura raksasa yang berasal dari danau. 


Binatang tersebut memiliki berat sekitar 200 kg dengan panjang sekitar 2 meter. Awalnya mereka akan menjual daging binatang tersebut, namun Komite rakyat Hanoi beserta walikotanya, menghentikan usaha penjualan tersebut. 

Sayangnya, kura-kura itu akhirnya mati karena luka yang diakibatkan oleh jaring nelayan dan kabarnya kura-kura tersebut dipukul dengan linggis, agar bisa ditangkap dengan mudah. 

Tubuhnya diawetkan dan dipajang di tempat suci (Ngoc Son Temple). Sampai saat itu, tidak ada yang tahu pasti apakah kura-kura lain dari spesies tersebut masih hidup di sekitar danau.




Pada tanggal 24 Maret 1998, seorang kameramen amatir berhasil menangkap kura-kura di danau dalam bentuk video, dan meyakinkan orang-orang bahwa makhluk mitos itu masih bertahan hidup di dasar danau. 


Video tersebut langsung ditayangkan di televisi Vietnam, stasiun televisi itu juga mengklaim bahwa telah terjadi penampakan kedua pada tanggal 5 April. 

Sebelum penampakan tersebut, kura-kura ini hanya dianggap sebagai makhluk mitos atau legenda setempat dan diklasifikasikan sebagai makhluk cryptid.

Meskipun penampakan dari beberapa saksi mata mengatakan ada lebih dari dua kura-kura yang tinggal di danau, seorang ahli biologi di Universitas Nasional Hanoi, Profesor Hà Đình Đức mengatakan : "Hanya ada satu kura- kura yang tinggal di danau". 


Dia telah meneliti kura-kura ini sejak tahun 1991, dengan mengumpulkan lebih dari 300 foto kura-kura Danau Hoàn Kiếm dan juga mendengarkan banyak cerita tentang kura-kura ini.

Hewan yang dulunya dianggap hanya makhluk mitos dan legenda, perlahan keberadaanya mulai diakui oleh masyarakat setempat.

Profesor Hà Đình Đức mengatakan : "Hewan Hoan Kiem adalah penyu air tawar terbesar di dunia, berukuran panjang 2 meter dengan berat bisa mencapai 200 kilogram."

Kura-kura ini sudah menjadi bagian dari budaya dan sejarah Hanoi, bahkan hewan ini disebut sebagai Cụ Rùa, yang berarti kakek buyut kura-kura. Bagi banyak orang, kura-kura ini adalah makhluk suci, dan banyak juga orang yang memotretnya, lalu menyimpan di altar untuk disembah.


"Saya membandingkannya dengan penyu air tawar lainnya di tempat lain di dunia dan saya melihat perbedaan yang nyata. Saya berharap studi lebih lanjut akan menunjukan bahwa ini adalah spesies baru."

"Saya percaya kura-kura yang tinggal di danau ini adalah hewan yang mengambil pedang Raja Lê Lợi, karena spesies ini bisa hidup selama 500 tahun, bahkan sampai 700 tahun."

Menurut Đức, salah satu teori tentang asal usul penyu ini adalah bahwa Raja Lê Lợi sendiri membawa hewan tersebut dari provinsi Thanh Hóa untuk melepaskan mereka di Danau Hoàn Kiếm. 

Dia juga menjelaskan jika kura-kura yang tinggal di danau Hoàn Kiếm bisa dikenali dengan titik putih dikepalanya.


Kura-kura ini dikabarkan sangat berkaitan erat dengan spesies Trionychidae (penyu bercangkang lunak) dan Rafetus Swinhoei (kura-kura bercangkang lunak yang langka).

Trionychidae

Rafetus Swinhoei

Seorang mantan guru sekolah, yang kemudian menjadi seorang fotografer amatir bernama Ngo, mengatakan : "Foto saya menunjukan bahwa tidak hanya ada satu kura-kura di danau", menurutnya di danau tersebut sebenarnya hidup lima ekor kura-kura. 


Dia juga mulai memperhatikan hewan ini saat pertama kali melihat penampakannya pada tahun 2002, dan mengoleksi lebih dari 300 foto reptil. Salah satu foto favoritnya adalah ketika orang-orang datang mengunjungi Danau Hoàn Kiếm dan secara mengejutkan, kura-kura tersebut muncul untuk menyambut mereka.


Walaupun memiliki pendapat yang berbeda, keduanya mengaku mencintai dan menghormati kura-kura tersebut. Seorang ahli biologi penyu terkenal, Peter Pritchard percaya bahwa spesimen yang tersisa tidak lebih dari lima ekor saja.

Alasannya adalah karena Danau Hoàn Kiếm berukuran kecil dan dangkal, berukuran 200 meter dengan panjang 600 meter dan hanya memiliki kedalaman 2 meter saja. Selain itu, danau ini juga sangat tercemar dan terancam oleh adanya perbaikan kota disekitarnya. 


Meskipun hewan ini dapat hidup di bawah air tanpa batas, dan sesekali muncul di permukaan untuk mengirup udara segar, tetap saja kelangsungan hidup hewan ini sangat terancam.

Pada musim semi tahun 2011, pemerintah kota mulai mencoba menangkap kura-kura raksasa di Danau Hoàn Kiếm, Penangkapan tersebut dibantu sebuah operasi yang melibatkan anggota militer Vietnam.

Pada tanggal 9 Februari, seorang pemilik peternakan penyu setempat dipilih untuk menyiapkan jaring yang sesuai untuk menangkap hewan suci tersebut. 


Usaha pertama yang mereka lakukan pada tanggal 8 Maret ternyata gagal, karena kura-kura itu berhasil lolos dengan cara membuat lubang pada jaring yang mencoba menangkapnya. Mereka mengatakan "ulit untuk menangkap kura-kura bercangkang lunak yang berukuran sangat besar."




Pada 11 Februari 2011, ketika kura-kura ini muncul ke permukaan air dan berdiam diri di tepi danau, hewan ini terlihat memiliki luka di bagian tubuhnya.


3 Maret 2011, luka yang ada pada tubuh kura-kura ini semakin parah dan kondisi kesehatannya terlihat memburuk. Setelah mengetahui hal ini, pada keesokan harinya sebuah tangki khusus dibuat untuk perawatan kura-kura ini.



Pada 3 April 2011, kura-kura tersebut berhasil ditangkap dan untuk sementara dipindahkan ke sebuah tangki khusus yang dibangun di pulau kecil yang berada di tengah danau, agar hewan tersebut mendapat perawatan medis.



Setelah dilakukan penelitian melalui tes DNA, mereka mengkonfirmasi bahwa kura-kura di danau Hoàn Kiếm ini adalah spesies baru dan mereka menamainya dengan nama ilmiah Rafetus Vietnamensis.

Pada bulan Juli 2011, setelah mendapatkan perawatan medis, kura-kura seberat 169 kilogram ini dikembalikan kembali ke danau Hoàn Kiếm. 


Selama berada di tangki khusus, hewan ini mendapat perawatan pada bagian yang mengalami luka-luka dan juga diberi makan yang teratur, itulah sebabnya sebelum dikembalikan kembali ke danau, kondisi dari kura-kura ini terlihat membaik dan juga ukurannya semakin bertambah besar.


Kura-kura ini terlihat kembali pada 30 desember 2014.


Kura-kura penghuni Danau Hoàn Kiếm bersama Profesor Hà Đình Đức

Foto di bawah ini bisa disebut sebagai salah satu foto terakhir yang memperlihatkan kura-kura Danau Hoàn Kiếm ketika berada di dekat Turtle Tower. 


Foto ini diambil pada tanggal 21 Desember tahun 2015.


Kura-kura yang dikenal sebagai Cụ Rùa (Kake buyut kura-kura) ini dilaporkan mati pada tanggal 19 Januari 2016. 


Seorang penduduk lokal melihat tubuh kura-kura itu mengambang di danau dan langsung melaporkannya ke pihak berwenang. 

Berat dari kura-kura tersebut mencapai sekitar 200 kilogram dan dikabarkan berusia lebih dari 100 tahun. Menurut info yang beredar, tubuh dari kura-kura tersebut disimpan di sebuah kuil yang terletak di sekitar danau.

Tim McCormack, dari program penyu Asia, mengatakan : "Ini adalah pukulan besar untuk kehilangan kura-kura yang mungkin spesies paling langka di planet ini."

"Ini jelas binatang purba, saya dengan mudah mengatakan usianya pasti lebih dari 100 tahun." Ujarnya.

Sebuah surat kabar di Thanh Nien, mengatakan : "Ini adalah berita buruk bagi banyak orang di Hanoi."

Setelah kematian kura-kura legendaris ini, kini hanya tersisa 3 spesimen dari kura-kura raksasa Yangtze yang diketahui masih hidup di bumi. 


Dua berada di kebun binatang Suzhou di China, dan satu lagi berada di danau Dong Mo, Vietnam.

Kedua kura-kura yang berada di kebun binatang ini berusia lebih dari 100 tahun. Jika ahli biologi tidak dapat segera mengembang biakan spesies ini, dikhawatirkan spesies ini akan punah.

Kura-kura spesies Rafetus Swinhoei yang 
masih bertahan di danau Dong Mo,Vietnam

Para ilmuwan mencoba menyelamatkan spesies kura-kura raksasa Yangtze dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengawinkan mereka dengan kura-kura lain, dan jika cara ini tidak berhasil, mereka akan berusaha mencari kura-kura lain yang bersembunyi di alam liar, agar spesies dari kura-kura ini tidak mengalami kepunahan.

(Sumber : cryptidz.wikia)
Share:
Click to learn more...
close
close
Vivian.Pimtha. Powered by Blogger.

Find Us On Facebook

Random Posts

Social Share

Flickr

Sponsor

Agen Togel Online Image may contain: outdoor

Recent Comments

Contributors

Popular Posts

Popular Posts

Agent togel Singapore online terpercaya , bandar togel, agen togel, judi online, buku mimpi, togel singapore, togel sidney, togel sydney, togel sabang, togel hongkong, togel johor, agen togel singapore, agen togel online, agen togel terpercaya Agent togel Singapore online terpercaya , bandar togel, agen togel, judi online, buku mimpi, togel singapore, togel sidney, togel sydney, togel sabang, togel hongkong, togel johor, agen togel singapore, agen togel online, agen togel terpercaya

Unordered List

Pages

Theme Support