Welcome to my Blog ^^

  • DOTA2

    Dota 2 is a free-to-play multiplayer online battle arena video game developed and published by Valve Corporation.

  • PARAGON, EPIC GAMES' NEW MOBA ON PLAYSTATION 4 AND PC, PUTS YOU IN THE ACTION WITH DIRECT THIRD-PERSON CONTROL AND DEEP STRATEGIC CHOICE. CHOOSE FROM AN EVER-EXPANDING ROSTER OF UNIQUE HEROES, EARN CARDS TO CUSTOMIZE YOUR ABILITIES, AND TEAM UP WITH YOUR FRIENDS ONLINE TO CLAIM VICTORY.

  • "GAME OF THE YEAR" - IGN

    FIGHT FOR THE FUTURE.

  • Papi4d2

    Bandar Togel terpercaya.

Tuesday, May 31, 2022

Ternyata Batu Yang Disimpan Pria Ini Lebih Berharga Dari Emas


Pada 2015, David Hole sedang mencari prospek di Maryborough Regional Park dekat Melbourne, Australia. Berbekal detektor logam, ia menemukan sesuatu yang tidak biasa – batu kemerahan yang sangat berat yang terletak di tanah liat kuning.

Dia membawanya pulang dan mencoba segalanya untuk membelah batu tersebut, yakin bahwa ada bongkahan emas di dalam batu itu – lagipula, Maryborough berada di wilayah Goldfields, tempat tambang emas Australia mencapai puncaknya pada abad ke-19.

Untuk membongkar temuannya, Hole mencoba gergaji batu, penggiling sudut, bor, bahkan menyiramnya dengan asam. Namun, bahkan palu godam tidak bisa membuat celah. Itu karena apa yang dia coba buka dengan keras bukanlah bongkahan emas seperti yang dia sangka bertahun-tahun lamanya. Itu adalah meteorit langka.

"Itu memiliki tampilan yang terpahat dan berlesung pipit," kata ahli geologi museum Melbourne Dermot Henry kepada The Sydney Morning Herald.

"Itu terbentuk ketika mereka melewati atmosfer, mereka meleleh di luar, dan atmosfer memahat mereka."

Karena tidak dapat membuka 'batu' tersebut, rasa penasarannya semakin meningkat, Hole membawa bongkahan tersebut ke Museum Melbourne untuk diidentifikasi.

"Saya telah melihat banyak batu yang menurut orang adalah meteorit," kata Henry kepada Channel 10 News.

Faktanya, setelah 37 tahun bekerja di museum dan memeriksa ribuan batu, Henry menjelaskan hanya dua dari persembahan yang ternyata benar-benar meteorit.

Ini adalah salah satunya.

"Jika Anda melihat batu di Bumi seperti ini, dan Anda mengambilnya, seharusnya tidak seberat itu," kata ahli geologi Museum Melbourne lainnya, Bill Birch, dilansir dari The Sydney Morning Herald pada 2019 lalu.

Para peneliti menerbitkan sebuah makalah ilmiah yang menjelaskan Meteorit berusia 4,6 miliar tahun, yang mereka sebut Maryborough yang diambil dari nama kota di dekat tempat batu itu ditemukan.

Batu ini berbobot 17 kilogram (37,5 pon), dan setelah menggunakan gergaji berlian untuk memotong irisan kecil, mereka menemukan komposisinya memiliki persentase besi yang tinggi, menjadikannya kondrit biasa H5.

Setelah terbuka, Mereka juga dapat melihat butiran kecil mineral logam yang mengkristal di seluruh, bagian chondrules.

"Meteorit memberikan bentuk eksplorasi ruang angkasa termurah. Mereka membawa kita kembali ke masa lalu, memberikan petunjuk tentang usia, pembentukan, dan zat kimia Tata Surya kita (termasuk Bumi)," kata Henry.

"Beberapa memberikan gambaran sekilas tentang bagian dalam planet kita. Dalam beberapa meteorit, ada 'debu bintang' yang bahkan lebih tua dari Tata Surya kita, yang menunjukkan kepada kita bagaimana bintang terbentuk dan berevolusi untuk menciptakan unsur-unsur tabel periodik.

" molekul organik seperti asam amino; blok bangunan kehidupan."

Meskipun para peneliti belum tahu dari mana meteorit itu berasal dan berapa lama ia berada di Bumi, mereka memiliki beberapa tebakan.

Tata Surya kita dulunya adalah tumpukan debu dan batu kondrit yang berputar. akhirnya gravitasi menarik bahan ini menjadi planet, tetapi sisa-sisa batu sebagian besar berakhir di asteroid yang lebih besar.

"meteorit khusus ini paling mungkin keluar dari sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter,dan itu sudah menyikut keluar dari sana oleh beberapa asteroid yang menabrak satu sama lain, lalu suatu hari menabrak Bumi," kata Henry

Penanggalan karbon menunjukkan meteorit itu telah ada di Bumi antara 100 dan 1.000 tahun, dan ada sejumlah penampakan meteor antara tahun 1889 dan 1951 yang bisa sesuai dengan kedatangannya di planet kita.

Para peneliti berpendapat bahwa meteorit Maryborough jauh lebih langka daripada emas. Ini salah satu dari hanya 17 meteorit yang pernah tercatat di negara bagian Victoria, Australia, dan itu yang terbesar kedua est chondritic mass, setelah spesimen 55 kilogram besar diidentifikasi pada tahun 2003.

"Ini hanya meteorit ke-17 yang ditemukan di Victoria, sedangkan ada ribuan nugget emas yang ditemukan," kata Henry

"Melihat rantai peristiwa tersebut, bisa dibilang, astronomis itu tidak ditemukan sama sekali."

Ini bahkan bukan meteorit pertama yang membutuhkan waktu beberapa tahun untuk sampai ke museum. Dalam kisah yang sangat menakjubkan yang diliput sebelumnya pada tahun 2018, satu batu ruang angkasa membutuhkan waktu 80 tahun, dua pemilik, dan tugas sebagai palang pintu sebelum akhirnya terungkap apa itu sebenarnya.

Sekarang mungkin saat yang tepat untuk memeriksa halaman belakang Anda untuk batu yang sangat berat dan sulit dipecahkan – Anda mungkin sedang duduk di tambang emas metaforis.

Share:

Monday, May 30, 2022

Kuburan Massal Berisi 25 Kerangka Elite Ditemukan di Kota Kuno Peru


Para arkeolog yang menjelajahi kota kuno Chan Chan di Peru menemukan sisa-sisa kerangka 25 orang di satu situs pemakaman berukuran sedang. Para pria, wanita, dan anak-anak yang dimakamkan di sana tampaknya merupakan orang-orang Chimu yang legendaris di Peru, yang membangun peradaban canggih yang bertahan selama lebih dari lima abad sebelum menyerah pada Inca.

Bekerja di bawah naungan Chan Chan Archaeological Research Program, sebuah proyek inisiatif yang disponsori oleh Kementerian Kebudayaan Peru, para arkeolog menemukan sisa-sisa orang-orang Chimu di kuburan seluas 10 meter persegi yang telah digali di dalam area yang telah ditinggikan di kompleks bertembok Utzh An (Great Chimu). Mereka terkejut menemukan kuburan di lokasi ini, karena kompleks bangunan ini diyakini berfungsi sebagai istana yang ditempati oleh para bangsawan dan pemimpin Chimu.

"Sebagian besar dari mereka (sisa-sisa) milik wanita berusia di bawah 30 tahun yang dimakamkan dengan benda-benda yang digunakan dalam kegiatan tekstil, beberapa anak-anak, dan beberapa remaja," papar Jorge Meneses, pemimpin penggalian ini, seperti dilansir ANDINA, kantor berita Peru. "Ini adalah populasi yang sangat spesifik, tidak terlalu muda mengingat umur manusia rata-rata adalah 40 tahun."

Para arkeolog menemukan kuburan itu saat menggali di dekat tembok selatan kompleks istana tersebut. Ruang pemakaman kecil itu menampilkan dua tingkat tanggul, dan secara keseluruhan ada sekitar 70 bejana dan barang-barang terkait yang ditemukan yang tampaknya digunakan dalam pekerjaan tekstil.

Para peneliti menemukan usia orang-orang di kuburan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka tidak mati karena sebab alami. Hal ini menimbulkan beberapa spekulasi bahwa mereka mungkin telah menjadi korban pengorbanan manusia.

Meneses menolak teori ini. Seperti banyak budaya Amerika Selatan dan Mesoamerika kuno, suku Chimu melakukan pengorbanan manusia sampai batas tertentu. Tetapi sisa-sisa kerangka ini tidak mengandung tanda yang konsisten dengan kematian yang kejam, seperti yang diperkirakan jika mereka dibunuh selama upacara pengorbanan.


Berdasarkan lokasi yang tidak biasa di mana kerangka itu ditemukan, para arkeolog percaya bahwa situs pemakaman kecil itu kemungkinan disediakan sebagai tempat peristirahatan bagi anggota-anggota keluarga elite Chimu atau bahkan mungkin satu keluarga elite.

Yang menjadi misteri dari penemuan ini adalah bagaimana orang-orang Chimu meninggal. Menurut Jorge Meneses, posisi salah satu kerangka menunjukkan bahwa kerangka itu telah dikubur tidak lama setelah kematian orang tersebut. Kerangka ini sebagian besar utuh dan umumnya terawetkan dengan baik.

Namun, tulang-tulang di sekitarnya telah memutih dan dalam beberapa kasus telah bercampur menjadi satu. Ini menunjukkan bahwa kerangka-kerangka yang lain itu telah terpapar unsur-unsur untuk sementara waktu di beberapa titik, sebelum ditambahkan ke kuburan pada waktu yang mungkin bersamaan.

Apakah orang-orang yang malang ini semuanya terbunuh pada saat yang sama selama bencana alam atau perang? Mayat-mayat itu mungkin telah ditemukan berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah peristiwa yang merenggut nyawa mereka, yang akan menjelaskan mengapa tulang mereka rusak akibat sinar matahari. Mereka mungkin juga telah terseret dari kuburan sebelumnya oleh banjir dan ditempatkan di kuburan lain setelah tulang-tulang mereka ditemukan.

Meskipun ada beberapa tulang yang bercampur, beberapa upaya tampaknya telah dilakukan untuk menyatukan kembali kerangka-kerangka tersebut. Mayat-mayat itu ditemukan terbungkus kain dan telah ditempatkan dalam posisi duduk. Ini menunjukkan bahwa bangsa Chimu memang berhati-hati saat menguburkan orang-orang mereka yang telah mati, mungkin sebagai persiapan untuk masuknya mereka ke dunia berikutnya, kata arkeolog Sinthya Cueva seperti diberitakan Ancient Origins.


Chan Chan yang menjadi tempat penemuan ini adalah ibu kota Chimor, nama untuk kerajaan Chimu yang memerintah wilayah tersebut pada era pra-Inca. Kota ini dibangun sekitar tahun 850 Masehi di sepanjang pantai utara Peru, di lokasi yang tidak jauh dari kota modern Trujillo.

Kota kuno ini diakui sebagai salah satu situs arkeologi terpenting di Amerika. Kota ini menyimpan reruntuhan kuno seluas 36 kilometer persegi yang ditinggalkan orang-orang kerajaan Chimor ketika ditaklukkan oleh tentara Inca yang menyerang. Kota kuno ini sempat berkembang antara tahun 900 Masehi 1470 Masehi sebelum akhirnya ditinggalkan dan terbengkalai.

Para ilmuwan dan turis yang datang ke Chan Chan dapat menjelajahi sisa-sisa kuil piramida kuno dan istana yang luas. Selain itu, di kota ini juga situs waduk yang dibangun dengan mengesankan, yang semuanya dibangun dari batu bata lumpur.

Share:

Bangkai Kapal Batavia Ungkap Rahasia Dominasi Pelaut VOC Belanda


Pada abad ke-17 banyak kapal Belanda yang melewati pantai Australia Barat saat dalam perjalanan ke Asia Tenggara. Salah satu kapal itu adalah kapal Batavia.

Kapal Batavia itu tenggelam dan karam di tengah jalan. Bangkai kapalnya kemudian ditemukan oleh para arkeolog dan kini disimpan di sebuah museum di Australia Barat.

Dalam sebuah penelitian terbaru atas bangkai kapal Batavia, para peneliti menemukan bahwa material kayu kapal ini telah mengungkapkan sejarah pembuatan kapal Belanda pada tahun 1600-an. Kekuatan material kayu mereka memungkinkan Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) berkembang melawan kapal-kapal besar pesaing Eropa mereka di samudra pada awal-awal pelayaran bangsa-bangsa Eropa kala itu.

Dibangun di Amsterdam pada tahun 1626-1628 dan hancur pada pelayaran perdananya pada bulan Juni 1629 di Morning Reef di lepas pantai Pulau Beacon, Kepulauan Houtman Abrolhos, Batavia melambangkan pembuatan kapal Hindia Timur Belanda (VOC) yang terbaik di Zaman Keemasan. Hal itu disampaikan oleh Wendy van Duivenvoorde oleh arkeolog sekaligus lektor kepala di Flinders University, bersama dengan Aoife Daly, lektor kepala di University of Copenhagen, dan Marta Domínguez-Delmás, peneliti di University of Amsterdam.

"Penggunaan penggergajian kayu bertenaga angin menjadi hal yang umum di Republik Belanda menjelang pertengahan abad ke-17, memungkinkan Belanda untuk memproduksi kapal laut dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pelayaran jarak jauh dan perdagangan antar wilayah di Asia, tetapi bagaimana mereka mengatur pasokan kegiatan pembuatan kapal yang begitu intensif? Republik Belanda dan daerah pedalamannya jelas kekurangan sumber daya dalam negeri" kata Wendy van Duivenvoorde, seperti dilansir EurekAlert.

Laporan atas analisis sampel mendalam dari kayu lambung Batavia untuk penelitian dendrochronological ini telah diterbitkan di jurnal akses terbuka PLOS ONE. Hasil anaslisis ini menawarkan jawaban atas sepotong teka-teki mengenai pembuatan kapal awal Belanda pada abad ke-17 yang masih hilang.


Pada abad ke-17, VOC tumbuh menjadi perusahaan perdagangan multinasional pertama dan mendorong kebangkitan pasar saham dan kapitalisme modern. Selama abad ini, total 706 kapal dibangun di galangan kapal VOC di Republik Belanda dan 75 di antaranya karam dan 23 ditangkap oleh pasukan musuh atau bajak laut.

Namun, baru sedikit yang para ilmuwan pahami tentang meterial kayu yang memungkinkan Belanda membangun kapal laut mereka dan mendominasi perdagangan internasional melawan pesaing-pesaing dari Prancis, Portugal, dan benua Eropa umummnya.

"Ek adalah bahan yang disukai untuk pembuatan kapal di Eropa utara dan barat, dan negara-negara maritim berjuang untuk memastikan pasokan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka dan mempertahankan armada mereka yang terus berkembang. Hasil kami menunjukkan bahwa VOC berhasil mengatasi kekurangan kayu pada awal abad ke-17 melalui diversifikasi sumber kayu," beber Marta Domínguez Delmás.



Untungnya, sisa-sisa kapal Batavia itu telah diangkat pada tahun 1970-an dan kini dipajang di Western Australian Shipwrecks Museum di Fremantle. Hal ini memungkinkan para arkeolog dan ahli dendrokronologi untuk melakukan pengambilan sampel dan analisis kayu lambung kapal tersebut.

"Preferensi terhadap produk kayu tertentu dari daerah terpilih menunjukkan bahwa pemilihan kayu tidak sembarangan. Hasil kami menggambarkan berbagai sumber kayu yang memasok galangan kapal VOC Amsterdam pada tahun 1620-an dan menunjukkan pemilihan kayu yang cermat dan keahlian yang terampil dari para pembuatnya," ujar Aoife Daly.

"Hasil kami berkontribusi pada pengetahuan kolektif tentang perdagangan kayu Eropa utara dan menggambarkan luas geografis wilayah yang memasok kayu untuk pembuatan kapal di Republik Belanda pada abad ke-17 tersebut," simpul Wendy van Duivenvoorde.

Share:

Sunday, May 29, 2022

NASA Luncurkan Lucy Untuk Mempelajari Asteroid 'Fosil' Jupiter


Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Seriakt (NASA) meluncurkan wahana antariksa Lucy untuk mempelajari asteroid trojan Jupiter. Kumpulan asteroid Trojan yang terkait dengan Jupiter dianggap sebagai sisa-sisa primordial yang membentuk planet gas raksasa tersebut.

NASA dalam rilisnya menyebutkan Lucy diluncurkan pada 16 Oktober 2021 pada pukul 5:34 am Eastern Daylight Time (EDT) atau pukul 16.34 Waktu Indonesia Barat (WIB). Lucy diluncurkan di atas roket United Launch Alliance (ULA) Atlas V dari Space Launch Complex 41, Cape Canaveral Space Force Station, Florida.

Sekitar satu jam setelah peluncuran, Lucy berpisah dari roket tahap kedua. Dua susunan surya besarnya, masing-masing selebar hampir 7,3 m (24 kaki), berhasil dibentangkan sekitar 30 menit kemudian dan mulai mengisi baterai pesawat ruang angkasa untuk memberi daya pada subsistemnya.

Lucy mengirim sinyal pertamanya ke Bumi dari antenanya sendiri ke Deep Space Network NASA pada pukul 6:40 am EDT atau pukul 17.40 WIB. Pesawat ruang angkasa Lucy sekarang melakukan perjalanan dengan kecepatan sekitar 108.000 kph (67.000 mph) pada lintasan yang akan mengorbit Matahari.

Lucy akan kembali ke Bumi pada Oktober 2022 untuk bantuan gravitasi. Tujuannya untuk mengubah jalur dan kecepatan suatu wahana, yang biasanya dilakukan untuk menghemat bahan pendorong, waktu, dan biaya dengan menggunakan pergerakan relatif dan gravitasi Bumi.


Trojan Jupiter yang akan dipelajari mengorbit Matahari dalam dua kelompok bebas, dengan satu kelompok memimpin di depan Jupiter di jalurnya, yang lain mengikuti di belakang. Trojan Jupiter berkelompok di sekitar dua titik Lagrange -titik maksimum atau minimum pergerakannya, yang berjarak sama dari Matahari dan Jupiter. Mereka distabilkan oleh Matahari dan planet terbesarnya sehingga menyeimbangkan gravitasi.

Pesawat ruang angkasa Lucy NASA akan menjadi misi luar angkasa pertama yang mempelajari asteroid Trojan. Misi ini mengambil namanya dari fosil nenek moyang manusia -yang disebut 'Lucy' oleh penemunya, yang kerangkanya memberikan wawasan unik tentang evolusi manusia. Demikian juga, Lucy akan merevolusi pengetahuan kita tentang asal-usul planet dan pembentukan Tata Surya.

Bantuan gravitasi Bumi pertama Lucy pada tahun 2022 akan mempercepat dan mengarahkan lintasannya di luar orbit Mars. Lucy kemudian akan berayun kembali ke Bumi untuk bantuan gravitasi lain pada tahun 2024, yang akan mendorong Lucy menuju asteroid Donald Johanson yang terletak di dalam sabuk asteroid utama pada tahun 2025.

Lucy kemudian akan melakukan perjalanan menuju pertemuan asteroid Trojan pertama di kumpulannya di depan Jupiter pada tahun 2027. Setelah menyelesaikan empat penerbangan lintas pertama yang ditargetkan, pesawat ruang angkasa Lucy akan melakukan perjalanan kembali ke Bumi untuk dorongan gravitasi ketiga pada tahun 2031, yang akan melontarkannya ke kawanan Trojan pada tahun tahun 2033.



"Lucy mewujudkan pencarian abadi NASA untuk mendorong ke kosmos demi eksplorasi dan sains, untuk lebih memahami alam semesta dan tempat kita di dalamnya. Saya tidak sabar untuk melihat misteri apa yang diungkap misi ini!" kata Administrator NASA Bill Nelson.

Sementara itu, Dr. Thomas Zurbuchen, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Sains di Markas Besar NASA mengatakan bahwa peluncuran tersebut menandai momen yang sangat penting bagi dirinya. "Karena Lucy adalah misi pertama yang saya setujui pada tahun 2017, hanya beberapa bulan setelah bergabung dengan NASA," kata Zurbuchen.

"Sebuah misi penemuan sejati, Lucy kaya dengan kesempatan untuk mempelajari lebih lanjut tentang asteroid Trojan yang misterius ini dan lebih memahami pembentukan dan evolusi Tata Surya awal."

Menurut manajer proyek Lucy Dr. Donya Douglas-Bradshaw, seorang peneliti di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, peluncuran Lucy merupakan tonggak sejarah yang harus dirayakan dan mereka menanti penemuan baru yang akan diungkap Lucy.

Peneliti utama Lucy, Dr. Hal Levison yang juga seorang peneliti di Southwest Research Institute mengatakan, konsep awal mulai dikerjakan pada awal tahun 2014. "Jadi peluncuran ini sudah lama dilakukan, masih perlu beberapa tahun sebelum kita sampai ke asteroid Trojan pertama, tetapi benda-benda ini layak untuk ditunggu dan semua upaya karena nilai ilmiahnya yang sangat besar. Mereka seperti berlian di langit," ujar Levison.

Share:

Amanitore, Kendake Terbesar dari Kerajaan Kush di Meroe, Sudan



Amanitore adalah ratu dari Kerajaan Kush yang memerintah di kota Meroe sejak tahun 1-25 M, di tempat yang sekarang disebut Sudan. Gelar Kandake pada nama Amanitore tampaknya merujuk pada ibu raja, Shanakdakhete, yang memerintah dari sekitar tahun 170 SM, juga digunakan untuk menunjuk seorang raja perempuan yang memerintah secara independen. Kandake memerintah kota Meroe sejak 284 SM-314 M—Kandake yang menjalankan pemerintahan secara independen sejak 170 SM-314 M.

Ejaan alternatif termasuk Candace atau Kendake, dalam hieroglif Mesir Kuno merupakan nama tahta Amanitore, yang dibaca sebagai Merkare. Banyak yang menyandang gelar Kandake, digambarkan sebagai ratu prajurit yang memimpin pasukan dalam pertempuran. 

Kandake adalah posisi yang kuat dalam hirarki Kush. "Para ibu akan memerintah dan menciptakan putra-putra mereka sebagai penguasa, tetapi mereka juga berhak untuk menggulingkan putra-putranya sendiri," tulis Dan'el Khan.

Ia berupaya menjelaskan sistem pemerintahan di Kush, utamanya peran Kandake dalam hirarki Kush. Ia menulisnya dalam jurnal Teshura Le-Zafrira, yang berjudul The Queen Mother in the Kingdom of Kush: Status, Power and Cultic Role, publikasi tahun 2012.

"Secara sederhana, dalam bahasa Meroitic, Kandake dapat berarti 'Ratu Bupati' atau 'Ibu Ratu', bisa juga berarti 'Wanita Kerajaan'," tulis Joshua J. Mark. Ia menulis tentang Kandake Amanitore kepada World History Encyclopedia. Artikelnya berjudul The Candaces of Meroe, publikasi tahun 2018.

"Ergamenes melakukan sejumlah reformasi dan yang tampak di antaranya adalah pengangkatan wanita kerajaan ke posisi ratu," tulisnya. Gelar Kandake muncul sebelum pemerintahan Ergamenes, tetapi tidak ada bukti bahwa wanita memerintah bersama seorang raja. Hanya seorang wanita kerajaan yang merupakan ibu dari raja.

"Setelah pemerintahannya, bagaimanapun, gelar tersebut sering mengacu pada seorang raja wanita," imbuhnya. Hal itu menunjukkan bahwa di masa Ergamenes, para wanita diangkat sebagai ratu dari kerajaan. 

"Penguasa laki-laki (raja) mengikuti Ergamenes berturut-turut dan tampaknya memiliki ratu yang memerintah bersama atau memberikan pengaruh yang signifikan, tetapi ratu Kandake Shanakdakhete yang berkuasa sekitar 170 SM, memerintah secara independen (tanpa bersanding dengan raja) dan begitu pula sejumlah wanita setelahnya," tulis Mark.

Amanitore masuk ke dalam Kandake independen dengan kekuasaan mutlak sebagai pemimpin wanita di Meroe. "Ia memerintah selama periode paling makmur dalam sejarah Meroe. Dia mampu membangun kembali Kuil Amun di Napata dan merenovasi kuil besar untuk dewa di Meroe," tambahnya.

Perdagangan berada pada puncaknya, sebagaimana dibuktikan oleh barang-barang antik dan artefak lainnya dari periode tersebut, serta industri besi dan pertanian berkembang sebagaimana dibuktikan oleh jumlah limbah terak dan saluran irigasi yang ditingkatkan yang digali selama periode ini.

"Dia digambarkan dengan rekan penguasa bernama Raja Natakamani, tetapi tidak jelas apakah dia adalah suaminya atau putranya. Yang jelas, dia memerintah sendirian atau independen setelahnya," imbuh Mark. 


Share:

Saturday, May 28, 2022

Laba-laba Purba Terperangkap dalam Resin Berusia 99 Juta Tahun


Tidak ada yang bisa menghalangi induk laba-laba yang sangat protektif untuk melindungi anak-anaknya. Tetesan resin pohon menjebak laba-laba betina dewasa dan bayi laba-laba sekitar 99 juta tahun yang lalu, selamanya menunjukkan Sifat keibuan yang ditunjukkan oleh artropoda ini, menurut penelitian baru.

Laba-laba famili Lagonomegopidae sekarang sudah punah, tetapi laba-laba memiliki sejarah panjang dan pertama kali muncul selama periode Karbon antara 359 hingga 299 juta tahun yang lalu.

Potongan ambar Burma yang membatu menceritakan dua cerita yang berbeda. Sebuah studi merincikan pengamatan spesimen amber yang diterbitkan Selasa di jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences.

Salah satunya "menunjukkan seekor laba-laba lagonomegopid betina mencengkeram kantung telur yang berisi calon bayi yang akan menetas (Anda dapat melihat Calon anak sebelum menetas di dalam kantung telur)," kata penulis studi Paul Selden, Profesor Emeritus Terhormat Gulf-Hedberg di University of Kansas. , dalam sebuah email. "Beginilah penampakan laba-laba betina hidup yang terjebak di celah di kulit pohon (dalam hal ini, tepat sebelum dibanjiri getah pohon)."

Potongan ambar lainnya menunjukkan sekelompok laba-laba kecil yang baru saja menetas. Ini menunjukkan bahwa laba-laba lagonomegopid betina menjaga kantung telurnya dari bahaya. Setelah anak-anak laba-laba menetas, mereka tinggal bersama dan dijaga oleh ibu mereka -- sebagaimana dibuktikan oleh potongan kaki Lagonomegopidae dari potongan ambar yang sama.

Ini menunjukkan bahwa bayi laba-laba mungkin menempel di dekat ibu mereka untuk sementara waktu setelah lahir.

Para peneliti terkejut dengan "bagaimana penemuan bisa cocok berada dalam bayangan tempatnya. Kami menemukan tiga atau lebih spesimen yang semuanya saling menguatkan dalam cerita," kata Selden.

Para peneliti menggunakan CT-scanning untuk melihat mata kecil dan fitur lain yang mengungkapkan identitas laba-laba serta laba-laba kecil dalam detail 3D.

Laba-laba Lagonomegopidae dapat dibedakan karena mereka memiliki sepasang mata besar yang terletak di sudut depan kepala. Fosil lain yang diketahui dari laba-laba ini telah mengungkapkan bahwa mereka memiliki tapetum reflektif di mata mereka, mirip dengan makhluk nokturnal lainnya -- pikirkan cara mata kucing berkedip dalam gelap.

Laba-laba yang sekarang sudah punah ini terlihat mirip dengan laba-laba lompat modern, tetapi mereka tidak berkerabat sama sekali.

Laba-laba dikenal karena menunjukkan perawatan ibu, tetapi contoh fosil ini sangat jarang.

"Sementara kami sudah mengetahui bahwa laba-laba memiliki naluri keibuan sejak awal, namun, sangat bagus untuk memiliki bukti fisik aktual dari catatan fosil sekitar 100 juta tahun yang lalu," kata Selden.

Tapi apa arti sebenarnya dari sifat keibuan, yang dapat diamati pada banyak spesies laba-laba yang hidup saat ini?

"Perawatan orang tua mengacu pada investasi apa pun oleh orang tua yang meningkatkan kebugaran keturunan mereka, dan seringkali dengan mengorbankan kelangsungan hidup dan reproduksi orang tua di masa depan," tulis para peneliti dalam penelitian tersebut. "Evolusinya merupakan terobosan dalam adaptasi hewan terhadap lingkungan mereka dan memiliki implikasi signifikan bagi evolusi sosialitas."

Arthropoda lain yang menunjukkan perawatan semacam ini termasuk serangga dan krustasea.

Selden dan rekan-rekannya akan terus mencari "contoh perilaku lain yang ‘terjebak dalam waktu’."

Share:

Thursday, May 26, 2022

Salamander Eropa Langka Ini Berdiam di Tempat yang Sama Selama 7 Tahun


Salamander dikenal sebagai salah satu spesies berumur panjang--termasuk olm atau proteus yang dapat hidup selama ratusan tahun. Kini, para ilmuwan mendapat wawasan baru tentang langkah glasial kehidupan makhluk tersebut. 

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada Journal of Zoology, para peneliti mendokumentasikan pergerakan olm di sebuah gua di Herzegovina. Hasilnya menunjukkan bahwa selama bertahun-tahun, spesies itu hanya bergerak kurang dari sepuluh meter secara total. 

Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Gergely Balázs dari Eötvös Loránd University, mempelajari populasi olm yang tinggal di sistem gua bawah air di timur Herzegovina. Mereka menggnunakan teknik "tangkap-tandai-tangkap kembali" untuk mengawasi pergerakan masing-masing olm selama delapan tahun. 

"Mereka hanya berdiam di sana, hampir tidak melakukan apa-apa," kata Dr Balázs kepada The New Scientist.

Olm diketahui sangat tidak suka berteman, tidak memiliki predator yang mengancam kehidupannya, tahan terhadap rasa lapar, buta, dan hidup dalam kegelapan total di bawah tanah atau bawah air.

Mereka tampaknya terdorong untuk pindah atau bergerak jika ingin kawin. Itu pun dilakukan setiap 12,5 tahun sekali. 

Menurut para ilmuwan, sebagian besar studi mengenai olm hingga saat ini hanya didasarkan pada studi laboratorium yang mengakibatkan kurangnya data ekologis dari populasi alami di habitat aslinya.

Dengan adanya penelitian ini, selain mengetahui gaya hidup salamander Eropa, kita juga dapat membantu dapat membantu melacak dampak manusia terhadap ekosistem gua akuatik.

Share:

Wednesday, May 25, 2022

Kehebatan Kereta Perang Mesir Kuno Alias Tank Andalan Para Firaun


Untuk memenangkan perang, prajurit Mesir Kuno menggunakan kereta perang. Mereka terus berkembang untuk memenangkan peperangan demi peperangan. Masyarakat peradaban tepi Sungai Nil menyempurnakan kereta perang mereka, dan mengubahnya menjadi alat tempur yang dahsyat untuk mengalahkan musuh-musuh mereka.

Meskipun kereta perang bukan ditemukan oleh masyarakat Mesir kuno, mereka berhasil menggunakannya dan menjadikannya sebagai senjata pertahanan mereka. Dalam buku 50 hal yang perlu diketahui tentang perang karya Rubin Cross, kereta perang ditemukan oleh orang-orang Sumeria di Mesopotamia Selatan.

Bukan hanya itu, orang Mesir kuno juga menggunakan kereta perang untuk memerangi orang-orang yang telah menciptakan keretanya. Melansir dari Historical Eve, “Orang Mesir dari Dinasti ke-18 mengubah kejayaan teknologi tersebut melawan penemu mereka sendiri, dengan menggunakan kereta perang untuk menaklukkan satu per satu provinsi di seluruh Timur Tengah,” jelas Egyptologist Toby Wilkinson dalam karyanya Rise and Fall of Ancient Egypt.

Wilkinson juga mendukung fakta bahwa orang Mesir kuno dengan demikian menciptakan platform tembak sempurna, yang mampu menyerang lawan dan mundur sebelum menerima kerusakan. “Badan kereta yang ringan dan posisi roda di belakang memberikan kecepatan maksimum dan kemampuan manuver,” kata Wilkinson.


Sebagian besar penulis setuju dalam memperkirakan kemunculan kereta perang, yaitu antara tahun 2600 hingga 2000 SM. Demikian kata Robin Cross, dalam buku karya arkeolog Fernando Quesada Sanz yang berjudul Chariots in the Ancient Mediterranean: the origins of Rome, juga penulis José Miguel Bandeira dalam bukunya yang berjudul The Egyptian imperial weapon.

“Kota Sumeria membangun berbagai jenis kereta, mulai dari roda dua, hingga roda empat,” kata Quesada. Tank Mesir kuno tersebut memiliki poros dan roda kayu yang solid. Kereta perang yang dimiliki Mesir pada tahun 1600 SM, adalah kereta perang model Kanaan.

Kereta perang ini sudah memiliki struktur yang cukup ringan, dan empat roda yang didukung oloh poros di tengahnya. “Kereta tersebut ditarik oleh dua kuda,” jelas Bandeira. Bentuk kereta perang tersebut awalnya biasa saja. Walaupun sudah mematikan, para insinyur Firaun terus menyempurnakannya lagi selama beberapa dekade, hingga menjadi kendaraan yang dapat bermanuver.

Karakteristik yang dimiliki kereta tersebut memungkinkannya untuk melaju dengan rata-rata kecepatan 20 kilometer per jam, bahkan dapat mencapai 40 kilometer per jam. Ia pun dapat berbelok di belokan yang tajam tanpa kehilangan kestabilannya.

Selama periode Kerajaan Baru Mesir (dalam sejarah Mesir kuno, periode ini berlangsung antara abad ke-16 SM hingga anad ke-11 SM), kru kereta pada masa itu hanyalah dua orang prajurit. Melansir dari Historical Eve, berdasarkan beberapa teori, satu orang prajurit lagi ditambah dan menemani kereta perang dengan berjalan kaki.

Kru kereta perang dibagi menjadi tiga posisi; pengemudi kereta, prajurit kereta, dan prajurit berjalan.

1. Pengemudi

Pengemudi mengendalikan laju dan arah kereta perang. Selain itu, dia juga melakukan tugas lain seperti membawa satu-satunya pertahanan mereka, yakni perisai. Dia juga membawa pisau kecil untuk keadaan, di mana terjadi kecelakaan dan tangannya terikat di tali kendali, dia akan memotong talinya dengan pisau tersebut.

2. Prajurit Kereta

Para ahli mengatakan bahwa prajurit kereta bertugas menembakkan panah ke arah musuh-musuh Firaun. Dari semua sumber yang didapat, disebutkan oleh dia juga membawa senjata sekunder pada dirinya.

3. Prajurit Berjalan

Sebagaimana yang dikatakan oleh peneliti, Juan Pablo-Vita, prajurit satu ini disebutkan dalam beberapa prasasti yang sulit dipahami. “Tugasnya dalam pertempuran adalah mengikuti kereta perang dengan berjalan kaki, dia turut melindungi kereta perang dari serangan musuh. Dia pun bertugas menghabisi musuh yang menghadang mereka. Namun, kecepatan kendaraan ini menyebabkan dia benar-benar kelelahan,” terangnya.
Share:

Tuesday, May 24, 2022

Arkeolog Temukan Batu Batas Suci Kota Roma Kuno Berusia 2.000 Tahun


Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa telah ditemukan batu besar berusia hampir 2.000 tahun sebagai penanda batas suci Roma Kuno pada Juni 2021. Batu besar yang disebut-sebut dengan nama pomerial atau cippus ini memiliki tinggi hampir dua meter dan terbuat dari travertine atau batu kapur halus.

Dilansir dari Live Science, para pekerja menemukan batu ini saat memasang saluran pembuangan baru di sekitar alum-alun makam besar kaisar Roma, Augustus—yang dibuka sebagai museum awal tahun ini.

Batu ini merupakan salah satu dari lusinan batu serupa yang menandai pomerium Roma. Pomerium adalah sebidang tanah suci di dalam dan di luar tembok kota yang bebas senjata, tidak boleh digunakan untuk bertani dan pembangunan.

"Pembangunan kota Roma dimulai dari realisasi pomerium ini," kata Claudio Parisi Presicce, direktur Museum Arkeologi Roma, pada konferensi pers Juli lalu.


Menurut seorang profesor emeritus dari Universitas Exeter, Peter Wiseman, pomerium pertama kali didirikan oleh Romulus. Dia merancang tembok kota sekitar abad ke delapan sebelum masehi. Romulus membuatnya dengan mata bajak yang ditarik oleh lembu suci.

Romulus dan Remus merupakan sosok populer dalam mitologi Romawi. Keduanya dilahirkan oleh Rhea Silvia, putri Numitor, raja dari Alba Longa. Sementara ayah Romulus dan Remus adalah Dewa Perang, Mars.

Dikutip dari Britannica, adik laki-laki Numitor, Amulius, memerintahkan agar dua bayi tersebut ditenggelamkan di Sungai Tiber. Namun, keduanya selamat dan diasuh oleh serigala betina hingga akhirnya ditemukan oleh gembala Faustulus. Dalam mitologinya, Romulus dan Remus dikenal sebagai pendiri kota Roma.

Sementara itu, menurut Filippo Carlà-Uhink, seorang profesor sejarah kuno di Universitas Potsdam, Jerman, mengatakan bahwa bisa jadi konsep mengenai batas suci kota Roma Kuno berasal dari Etruscans. Sekelompok orang yang tinggal di daerah tersebut dan memengaruhi orang-orang Roma yang datang.

"Ketika Romulus merancang (pomerium) dia pada dasarnya memisahkan peradaban dan sejarah kota dari kehidupan di luar (pomerium)," kata Filippo Carlà-Uhink.


Penemuan batu ini merupakan yang pertama dalam kurun waktu 100 tahun terakhir. Terhitung sudah ada 10 batu yang ditemukan sebelumnya. Batu ini akan dipajang di Museum Ara Pacis, Roma, Italia.

Adapun tulisan Latin yang tertera pada batu menujukkan bahwa batu tersebut diletakkan pada alur tembok kota sekitar tahun 49 Masehi selama perluasan kota di bawah pemerintahan Kaisar Claudius. Batu ini juga sama dengan batu lainnya yang saat ini dipajang di Museum Vatikan.

Pomerium kota mempunyai makna sipil dan simbolis yang besar. Sepanjang sejarah Roma Kuno, pomerium telah diperpanjang beberapa kali. Tradisi menyebutkan pomerium hanya bisa diperpanjang oleh seorang hakim atau pejabat yang telah memperluas wilayah kekaisaran Romawi. Claudius sendiri telah menaklukkan Britania.

Share:

Tuesday, May 17, 2022

Peran Prajurit Wanita dalam Perburuan Besar pada 6.000 Tahun Lalu


Kebanyakan dari kita jarang mendengar perihal peran wanita dalam sejarah, karena peran utama kebanyakan diambil oleh pria.

Di sebagian kisah sejarah, wanita mencari makan, mengamankan air, dan mengambil bagian dalam pertanian. Sementara itu, pria pergi berburu. Wanita berperan banyak bagi sukunya. Mereka memberikan jumlah kalori yang sangat banyak bagi kelompok; menyediakan buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.

Temuan arkeologi baru-baru ini di Pegunungan Andes Peru, yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances mnceritakan kisah baru. Separuh dari kelompok berburu di Amerika adalah wanita. Membayangkan wanita dengan lincahnya menggunakan macam-macam senjata, cerita ini bagaikan sebuah film fantasi.

Arkeolog California University, Davis Randall Haas memimpin timnya pada ketinggian 13.000 kaki di atas permukaan laut, di Wilamay Patxja. Pada 2018, mereka menemukan kerangka, yang menurutnya, adalah kerangka pria.

Pembagian kerja secara seksual dengan perempuan sebagai pengumpul dan laki-laki sebagai pemburu adalah keteraturan empiris utama etnografi pemburu-pengumpul, menunjukkan pola perilaku leluhur, demikian paparan Randall dan timnya dalam Female hunters of the early Americas, yang terbit dalam jurnal Science Advances pada November 2020.

"Kami menyajikan penemuan arkeologi dan meta-analisis yang menantang hipotesis man-the-hunter," ungkap Randall mewakili timnya. "Penggalian di situs dataran tinggi Andes di Wilamaya Patjxa mengungkapkan penguburan manusia berusia 9000 tahun yang terkait dengan peralatan berburu dari titik proyektil batu dan peralatan pemrosesan hewan."

Mereka juga mengungkapkan dalam jurnal itu tentang hasil analisis osteologis, proteomik, dan isotop menunjukkan bahwa "pemburu awal ini adalah wanita dewasa muda yang hidup dari tumbuhan dan hewan darat."

Analisis praktik penguburan Pleistosen Akhir dan Holosen Awal di seluruh Amerika menempatkan temuan ini sebagai penguburan pemburu paling awal dan paling aman dalam sampel yang mencakup 10 wanita lain dalam paritas statistik dengan penguburan pemburu lelaki awal. Temuan ini konsisten dengan praktik kerja tanpa gender di mana perempuan pemburu-pengumpul awal adalah pemburu besar.

Posisi kerangka tersebut dekat dengan senjata, sehingga mereka mengira, kerangka tersebut adalah milik pria yang sedang berburu. Namun mereka salah, kerangka tersebut adalah milik seorang wanita. Hal ini membuktikan bahwa wanita memainkan peran yang jauh lebih besar dalam berburu, daripada yang diasumsikan sebelumnya. Wanita juga diperlukan sebagai prajurit saat kelompok melakukan perburuan.

Tim menemukan sebanyak lebih dari 20.000 artefak, termasuk sisa-sisa enam mayat di lima lubang pemakaman. Satu lubang berisikan seorang wanita remaja, termasuk peralatan dengan ujung tombak dan poros. Alat untuk membedah permainan juga ditemukan. 

Mereka menemukan 24 alat dari batu, termasuk titik proyektil untuk membunuh hewan buruan besar. Mereka juga menemukan batu berat untuk mengupas kulit dan memecahkan tulang, juga oker merah untuk mengawetkan kulit. Ketika ditemukan di dekat jenazah wanita, alat tersebut diduga digunakan untuk memotong dan/atau mengikis.



“Kita perlu memikirkan kembali pendekatan tersebut, yang kemungkinan merupakan hasil dari bias modern,” kata Haas. “Yang terkubur di dekat lubang ini adalah sisa-sisa rusa Andes dan vikuna; dua hewan besar tersebut biasa diburu di Peru.”

Tim yang dipimpin oleh Haas menemukan alat berburu hewan besar, terkubur dengan 11 wanita, dan 16 pria. Mereka kemudian memeriksa sisa-sisa 429 mayat yang tersebar di 107 situs di Amerika. Hasilnya: orang-orang ini hidup antara 6.000 dan 12.500 tahun yang lalu. 

Dengan melakukan perluasan pada data terbaru, Haas memperkirakan bahwa sekitar 30-50% pemburu besar adalah wanita. Beberapa waktu lalu, prajurit wanita telah teridentifikasi di California, mereka hidup sekitar 5.000 tahun yang lalu. Demikian juga, prajurit wanita ditemukan di Mongolia, mereka hidup 1.500 tahun yang lalu. Bahkan prajurit wanita di Skandinavia, hidup pada satu milenium yang lalu.


Para peneliti mengatakan bahwa temuan ini menantang pemahaman kita, tentang identitas gender. Peran pria dan wanita pada saat ini, tidak dapat disamakan dengan yang terjadi pada ribuan tahun yang lalu. Sebagai arkeolog Universitas Miami, Pamela Geller mengatakan:

"Dengan sedikit pengecualian, para peneliti yang mempelajari kelompok berburu dan meramu—terlepas dari di benua mana mereka bekerja—menganggap bahwa pembagian kerja berdasarakan jenis kelamin, bersifat universal dan kaku. Dan menjadi masuk akal, mereka kemudian kesulitan menjelaskan, mengapa terdapat kerangka tubuh wanita memiliki peralatan berburu yang terkubur bersamanya.”

Selalu ada kemungkinan bahwa alat berburu dikubur secara ritual di samping warga suku-nya, termasuk wanita. Kehidupan persukuan selalu punya cerita. Adanya wanita pemburu seharusnya mengejutkan kita. Menjadi wanita pemburu pada saat itu, tentu berbeda dengan menjadi wanita karier saat ini. Manusia selalu bisa menjadi kuat dan bertahan dengan caranya sendiri.

Share:

Sunday, May 15, 2022

Ketakutan Membabi Buta pada Penyihir Bunuh Ribuan Orang Tak Bersalah


Pengadilan penyihir di masa lampau menyebabkan penyiksaan dan kematian ribuan orang. Beberapa pengadilan penyihir paling terkenal terjadi di Prancis abad ke-15, Skotlandia abad ke-16, dan Massachusetts abad ke-17.

Di pengadilan itu, banyak korban yang dituduh sebagai penyihir. Mereka disiksa dan kemudian dibunuh. “Sebuah sejarah yang menarik sekaligus mengerikan,” ungkap Daniel S. Levy kepada National Geographic.

Tabib dan penyihir di zaman kuno

Gagasan tentang sihir berasal dari zaman kuno. Abad ke-18 Sebelum Masehi, Kode Hammurabi berisi hukuman untuk sihir. Umumnya ada penyihir baik dan jahat. Mereka mempraktikkan apa yang disebut sihir putih untuk membantu orang atau sihir hitam yang digunakan untuk menyakiti.

Seringkali praktisinya adalah wanita, yang akan dipanggil untuk menyembuhkan penyakit, membantu kelahiran, dan menemukan barang hilang. Namun, mereka juga sering kali disalahkan untuk hal-hal buruk yang terjadi. Seperti sakit dan kematian, badai dan gempa bumi, atau kekeringan dan banjir.

Beberapa pemegang kekuatan seperti itu bahkan disembah sebagai dewa, seperti di Yunani kuno. Sebagai dewi sihir dan mantra utama Yunani, Hecate memiliki kendali atas bumi, langit, dan lautan.

Meski beberapa penyihir melakukan hal yang baik, mereka dianggap mengucapkan mantra jahat, mengubah bentuk, dan memutarbalikkan hukum surga. Ini semua menimbulkan ketakutan di antara orang-orang.

Penyihir di Abad Pertengahan

Hal-hal tidak menjadi lebih mudah bagi para penyihir di Abad Pertengahan. Black death di Eropa menimbulkan kehancuran dan perang agama. Ini semua membuat orang percaya pada kekuatan jahat yang tidak wajar berperan menghancurkan masyarakat. “Penyihir dan manusia serigala dicurigai sebagai penyebab semua kekacauan ini,” tambah Levy.

Penyihir menjadi kambing hitam yang mudah bagi banyak tokoh agama. Pihak berwenang mengumpulkan warga untuk menemukan yang bersalah. Tuduhan sihir muncul dari peristiwa duniawi seperti argumen dan keluhan kecil. Akhirnya, penyiksaan pada penyihir pun dilakukan demi mendapatkan pengakuan dari masyarakat

Setelah penyiksaan dilakukan, pihak berwenang memaksa mereka untuk menyebutkan nama orang lain. Kemudian semua digantung atau dibakar di tiang pancang.

Joan of Arc, seorang gadis petani yang tinggal di Prancis abad pertengahan selama Perang Seratus Tahun, mendengar suara-suara yang menyuruhnya untuk melawan Inggris. Berpakaian sebagai seorang pejuang, ia membantu membebaskan kota Orleans, memperkuat moral pasukan Prancis.

Inggris kemudian menangkapnya atas tuduhan melakukan sihir dan membakarnya di tiang pada tahun 1431.

Ilmu sihir di Inggris

Tahun 1536 Anne Boleyn, istri Henry VIII, diputuskan bersalah atas perzinahan dan pengkhianatan, Anne dipenggal di Menara London. Seakan masih belum puas, Anne dituduh sebagai penyihir berjari 11 setelah eksekusinya. Tuduhan terus berlanjut meskipun ketika jenazahnya digali pada abad ke-19, jumlah jarinya normal seperti kebanyakan orang. Setelah kematian Anne, Henry VIII menciptakan Undang-Undang Sihir tahun 1542, hukum pertama Inggris yang melarang ilmu hitam.

Tahun 1563 di Skotlandia, sihir menjadi kejahatan yang layak diganjar hukuman mati. Beberapa dekade setelah berlalu, Raja James VI dari Skotlandia membawa kematian besar ke Kepulauan Inggris pada tahun 1590-an. Obsesinya terhadap ilmu hitam membuatnya memulai salah satu perburuan penyihir terburuk di Eropa.

Ketika mempelai wanitanya, Putri Anne dari Denmark, berlayar ke Skotlandia untuk menikahi James, badai menghantam kapalnya. Raja menyalahkan para penyihir dan menangkapi orang-orang di Berwick Utara, Skotlandia. Lagi-lagi para penyidik menggunakan kesempatan ini untuk ‘mencari muka.’

Di antara orang-orang malang yang ditangkap adalah bidan Agnes Sampson. Para penyidik memasukkan garpu tajam ke mulutnya dan memaksanya mengaku karena mencoba membunuh raja. Sekitar 70 orang disiksa dengan kejam pada saat yang sama.

Di Amerika Utara, koloni Inggris juga mengadakan pengadilan sihirnya sendiri. Yang paling terkenal adalah di Salem, Massachusetts. Pada tahun 1692 beberapa gadis di sana mengalami serangan kekerasan. Dokter setempat mendiagnosis sihir dan mereka dibawa ke pengadilan.

Ini pun diikuti dengan rasa curiga, marah, dan tuduhan membabi buta pada banyak gadis. Sedikitnya 150 orang dituduh sebagai penyihir, termasuk gadis kecil yang masih berusia 4 tahun, dan mendapatkan hukuman.

Banyak yang dipaksa membayar denda dan membuat permintaan maaf di depan umum, sementara beberapa dipenjara selama berbulan-bulan dan disiksa. Sembilan belas akhirnya digantung dan satu lagi disiksa sampai mati. Pengadilan Umum Massachusetts kemudian membatalkan putusan bersalah. Sayangnya itu tidak banyak meredakan keluarga yang terkena dampak, kebencian serta kepahitan bertahan selama berabad-abad.

Cobaan berkurang

Pengadilan sihir di kedua sisi Atlantik mulai surut sebagian besar setelah abad ke-18. Namun pengadilan penyihir Salem kedua terjadi hingga 14 Mei 1878. Saat itu seorang ilmuwan Kristen dituduh melakukan hipnotisme.

Tidak semua penyihir adalah wanita. Seorang pengikut Mary Baker Eddy dari ilmuwan Kristen, Daniel Spofford membantu menyembuhkan seorang cacat berusia 50 tahun, Lucretia Brown. Tulang punggung Brown terluka saat ia masih kecil.

Pada awalnya Brown mengeklaim pengetahuan ilmuwan Kristen telah menyembuhkannya. Namun ketika kambuh, dia menuduh Spofford menggunakan ‘mesmerisme’ atau hipnotisme, untuk memengaruhi kesehatannya secara negatif. Pengadilan tersebut menjadi pengadilan sihir terakhir Salem, yang berlangsung pada 14 Mei 1878, hampir dua abad setelah histeria sihir yang asli.

Levy mengungkapkan, “Kepercayaan pada ilmu sihir tetap ada bahkan hingga abad ke-20.” Selama Perang Dunia II, New Forest Coven, sekelompok penyihir yang diduga berkumpul di Highcliffe-by-the-Sea, Inggris, untuk membacakan mantra pada Adolf Hitler pada 1 Agustus 1940. Tujuan kelompok itu adalah mengucapkan mantra untuk melindungi Kepulauan Inggris dari invasi Nazi. Ritual ini dikenal sebagai Operasi Kerucut Kekuasaan.

Di seluruh dunia saat ini, ketakutan tentang sihir dan kekuatan gaib belum sepenuhnya hilang. Di Amerika Serikat, "Kepanikan Setan" tahun 1980-an dan 90-an membangkitkan teori konspirasi tak berdasar. Juga tuduhan penyalahgunaan ritual ilmu hitam di seluruh negeri saat itu.

Pada awal 2000-an, ketakutan akan sihir memicu kekerasan dan kematian di negara-negara seperti Papua Nugini dan Nigeria.

Ketika sains terus berkembang dan takhayul menghilang, mungkin ketakutan akan penyihir baru bisa benar-benar hilang.
 

Share:

Friday, May 13, 2022

Alasan Mengapa Firaun Seti I Memiliki Makam Termegah dan Besar

Ketika Giovanni Battista Belzoni menemukan makam Firaun Seti I, ia menuturkan:

"Makam itu utuh, tidak tersentuh selama lebih dari tiga ribu tahun. Warnanya jernih dan cerah seperti baru diselesaikan kemarin. Kuas seniman kuno masih tergeletak di lantai. Makam kerajaan dengan proporsi kolosal dan ukiran indah, memberikan ketenaran dan kekayaan instan bagi penemunya."

Belzoni tentu menginginkan ketenaran dan uang, tetapi tidak semuanya berjalan sesuai rencananya.

Giovanni Battista Belzoni (1778 -1823) bukanlah seorang ahli Mesir Kuno atau pun seorang arkeolog. Namun ia terkenal berkat banyak penemuan arkeologi yang signifikan di tanah Firaun. Tentu saja, menurut standar modern, kebanyakan orang akan mengatakan bahwa aktivitas Belzoni di Mesir lebih seperti penjarahan daripada penggalian arkeologis. Meski begitu, ia dikaitkan dengan penemuan makam Firaun Seti I.

Siapa itu Belzoni?

Lahir di Padua, Belzoni pergi ke Roma pada usia 16 tahun untuk belajar hidrolika. Saat pasukan Prancis Napoleon menyerang Roma pada tahun 1798, Belzoni melarikan diri ke Amsterdam. “Untuk sementara, ia mencari nafkah dengan menjual relik palsu,” ungkap Ellen Lloyd dilansir dari Ancient Pages.

Pada tahun 1803, ia menyadari bahwa mungkin merupakan ide yang baik untuk memanfaatkan fisiknya yang setinggi 2 meter. Belzoni melakukan perjalanan ke London dan memulai karirnya sebagai pemain sirkus.

Kehidupannya berubah drastis ketika ia pergi ke Malta pada tahun 1815. Di sana, ia menerima undangan dari Muhammad Ali Pasha dari Mesir ini tertarik untuk melihat model mesin hidroliknya.

Undangan ini menjadi awal dari petualangan Mesir Belzoni yang menghasilkan banyak penemuan harta karun arkeologi. Saat berada di Mesir, seperti yang lainnya, ia terpesona dengan sejarah kuno negara itu.

“Tidak memiliki pengalaman, ia segera memutuskan untuk menjadi seorang arkeolog dan pemburu harta karun,” tambah Lloyd.

Konsul Inggris, Henry Salt, mempekerjakan Belzoni untuk bekerja di Mesir. Salt adalah kolektor barang antik, diplomat, dan ahli Mesir Kuno. Orang Italia itu kemudian diperintah untuk mencari makam dan artefak Mesir kuno.

Belzoni berpartisipasi dalam beberapa misi arkeologi, dan pada tahun 1815 ia menemukan patung kolosal kepala firaun Ramses II ‘Memnon Muda’. Patung ini kemudian diangkut ke British Museum.

Arkeolog amatir Italia juga dipuji karena membersihkan pintu masuk ke kuil besar Ramses II di Abu Simbel. Selain itu, dia juga orang pertama yang memasuki piramida Khafre di Giza.

Sarkofagus dan beberapa artefak lain dari makam Seti I diangkut ke London pada tahun 1821. Saat itu British Museum hanya mau menerima peti mati Firaun Seti I saja. Baru pada tahun 1824 Sir John Soane membeli sarkofagus yang saat ini dipajang di bagian ruang bawah tanah. Ruangan itu disebut Kamar Makam, salah satu bagian dari Museum Sir John Soane di London. Sayangnya, saat sarkofagus itu dipertunjukkan bagi banyak orang, Belzoni tidak dapat menikmatinya. Ia meninggal pada tahun 1823 ketika memulai perjalanan ke Timbuktu.  

Firaun Seti I

Ia adalah putra Ramses I dan ayah dari Ramses II. Meski belum jelas, sejarawan berpendapat bahwa Seti I berkuasa sejak 1294 hingga 1279 sebelum masehi.

Nama 'Seti' berarti Set, ini menunjukkan bahwa ia ditahbiskan kepada dewa Set.

Tujuan utama pemerintahan Seti I adalah membangun ketertiban di kerajaan juga menegaskan kembali kedaulatan Mesir atas Kanaan dan Suriah.

Mengapa makam Firaun Seti I sangat besar dan mewah?

Setiap Firaun menginginkan ruang pemakaman yang menakjubkan. Akan tetapi makam Seti I merupakan makam paling luar biasa yang ditemukan di Mesir. Ini membuat orang bertanya-tanya mengapa dia pantas mendapatkan makam yang paling indah yang pernah dibangun.

Apakah ia seorang firaun yang sangat penting dan berjasa? Dilihat dari sudut pandang orang Mesir kuno, Firaun Seti I unik dan berbuat lebih banyak untuk Kerajaan Mesir daripada kebanyakan firaun lainnya.

Ketika seorang firaun meninggal, itu jadi perjalanan menjadi penting bagi seluruh bangsa. Firaun adalah inkarnasi duniawi dari Horus, putra Osiris.

“Kematian Seti I menjadi salah satu periode paling sulit dalam kehidupan keagamaan Mesir,” Lloyd menambahkan.

Negara baru saja mengalami ‘klenik’ monoteistik raja Akhenaten dari keluarga penguasa sebelumnya. Para dewa telah meninggalkan Mesir dan perjuangan dinasti diikuti oleh hilangnya wilayah dan prestise. Seluruh keseimbangan Mesir terganggu dan dunia Mesir tidak dapat bertahan tanpa keseimbangan, Seti. Padahal ayah dari Ramses Agung itu baru saja merebut kembali wilayah yang hilang dan memulihkan ordo keagamaan kuno.

Itu membuat orang Mesir bertekad untuk membawanya ke sisi lain, ke kehidupan abadi. Lloyd menuturkan, “Bagi orang Mesir, makam Seti I harus menjadi yang paling megah yang pernah dibangun.”

Jauh di dalam bebatuan pegunungan barat, para arsitek membuat jaringan koridor dan ruang yang luas. Para seniman mengukir relief halus di setiap inci ruang.

Mumi Firaun Seti I terawetkan dengan sangat baik. Dari hasil penelitian, terungkap bahwa firaun itu meninggal secara tak terduga pada usia 40 tahun. Penyebab Seti I meninggal tidak diketahui, tetapi tidak ditemukan bukti kekerasan pada muminya.
Share:

Zaman Jurasic, Gurun Sahara Jadi Tempat Paling Berbahaya di Bumi

Gurun Sahara di era modern merupakan bagian yang gersang di muka bumi. Namun, sejarah mencatat hal yang berbeda, dimana gurun tersebut menyimpan kesan ngeri di zaman prasejarah.

Sebuah tinjauan dari bukti fosil berusia 100 tahun mengungkapkan bahwa 100 juta tahun yang lalu sebagian Gurun Sahara bisa dibilang tempat paling berbahaya di planet ini.

Hal itu dibuktikan dengan konsentrasi dinosaurus pemangsa besar yang tak tertandingi di ekosistem darat modern yang sebanding.

Analisis fosil dari apa yang disebut lapisan Kem Kem —formasi batuan di Maroko tenggara, dekat perbatasan Aljazair, berasal dari periode Cretaceous— menunjukkan keberadaan dinosaurus karnivora skala besar, reptil predator terbang, di area tersebut.

"Terdapat predator mirip buaya, semuanya hidup bersama di tempat yang sama pada waktu yang sama, merupakan ekosistem sungai yang penuh dengan ikan yang sangat besar," tulis Francesca Giuliani-Hoffman.

Giuliani-Hoffman menulis kepada CNN dalam artikelnya yang berjudul This was the most dangerous place in our planet's history yang dipublikasi pada 1 Mei 2020.

"Makhluk yang ditemukan di situs arkeologi Kem Kem menjelajahi Bumi sekitar 95 juta tahun sebelum manusia purba muncul di planet ini," lanjutnya.


Nizar Ibrahim, seorang ahli paleontologi, menyebut kepada CNN bahwa, "jika Anda memiliki mesin waktu dan dapat melakukan perjalanan ke tempat ini, Anda mungkin tidak akan bertahan lama."

Ekosistem purba Kem Kem adalah tempat yang benar-benar misterius, secara ekologis, karena biasanya dalam sebuah ekosistem akan menghadirkan lebih banyak hewan pemakan tumbuhan (herbivora) daripada pemangsa (karnivora).

"Di Kem Kem, pemangsa itu sendiri akan datang dalam berbagai ukuran, dengan satu pemangsa yang lebih besar yang merupakan pemangsa dominan di ekosistem tersebut," sebut Nizar.

Temuan arkeologis Kem Kem menunjukkan bahwa jumlah fosil predator melebihi jumlah dinosaurus pemakan tumbuhan.

Beberapa predator di sana hidup bersama dengan dinosaurus pemakan tumbuhan, seperti Carcharodontosaurus, Spinosaurus, Abelisaur, dan Deltadromeus, berukuran sebesar Tyrannosaurus rex.

"Tidak mungkin predator besar di Kem Kem saling memakan. Yang lebih realistis, mereka memakan ikan yang melimpah dan berukuran sangat besar yang ada di daerah itu —ikan seperti coelacanth (seukuran mobil) dan ikan hiu todak yang panjangnya bisa mencapai 25 kaki," terusnya.

Menurut ahli paleontologi lainnya, Matthew Lamanna, menyebut bahwa dalam ekosistem Sahara, predatornya secara umum memiliki kemiripan dengan T-Rex namun dengan ciri agak berbeda.

"Seperti halnya Carcharodontosaurus, pemakan daging yang menyerupai Tyrannosaurus rex dalam bentuk dan ukuran, tetapi dengan kepala proporsional lebih sempit, lengan agak lebih panjang, dan tiga jari (bukan dua) di masing-masing tangannya," terang Lamanna kepada CNN.

Menurut Lamanna, ada juga Deltadromeus, yang hanya diketahui dari kerangka yang tidak lengkap, mungkin juga berukuran sama dengan T-rex dan dengan keganasan yang sama.

Ekosistem yang penuh dengan para predator pemangsa menjadikan Sahara di zaman Jurasic menjadi tempat paling berbahaya sepanjang sejarah perkembangan bumi.
Share:

Wednesday, May 11, 2022

Saking Panasnya, Letusan Vesuvius Ubah Otak Seorang Pria Jadi 'Kaca'


Gunung Vesuvius meletus pada 79 M, meluncurkan lava vulkanik, abu, dan gas sejauh hampir 33,6 km. Semuanya mencapai kota-kota sekitarnya seperti Herculaneum dan Pompeii.

Di Herculaneum, kota Romawi kuno tidak jauh dari kaki gunung, 300 orang berlindung di gudang perahu di dekat tepi laut. Mereka semua menderita kematian yang mengerikan akibat panas dan abu ledakan. Tubuh mereka tidak ditemukan sampai tahun 1980-an.

Ketika meletus, Vesuvius membakar ratusan orang sampai mati. Bahkan saking panasnya, letusan fenomenal ini mengubah satu materi otak korban menjadi potongan-potongan yang keras dan bengkok. Potongan ini tampak seperti kaca.

Korban Gunung Vesuvius yang meninggal di kota Herculaneum dekat gunung berapi ditemukan meninggal dengan cara yang mengerikan. Panas yang ekstrim dari ledakan menyebabkan darah mereka mendidih dan akibatnya tengkorak mereka meledak.

Pengamatan terhadap materi otak dari salah satu korban Vesuvius menemukan sesuatu yang lebih mengerikan.

Dilansir dari laman All That’s Interesting, para peneliti menemukan bahwa gas panas dan batu yang meletus dari Vesuvius menghancurkan daging seseorang. Ini bahkan mengubah potongan-potongan jaringan otaknya menjadi ‘kaca’ hitam mengkilat.

Dalam sebuah jurnal yang diterbitkan di The New England Journal of Medicine, para ilmuwan merinci bagaimana otak korban Vesuvius terbakar dan berubah menjadi potongan-potongan kaca yang bengkok.

Potongan-potongan kaca dari otak ini kemudian ‘memahat’ permukaan tengkorak pria itu. Dari situ para ilmuwan dapat mengumpulkan spesimen unik tersebut. Proses di mana materi otak melewati panas yang ekstrem dan berubah menjadi tekstur seperti kaca disebut vitrifikasi.

Temuan itu sendiri unik karena potongan-potongan materi otak korban letusan gunung berapi ini jarang ditemukan. Bahkan ketika para ilmuwan menemukan sampel jaringan otak, mereka biasanya mengambil tekstur seperti sabun. Proses ini disebut saponifikasi, ketika trigliserida dalam jaringan lemak otak bereaksi terhadap partikel bermuatan di lingkungan.

“Sampai saat ini, sisa-sisa otak yang mengalami vitrifikasi belum pernah ditemukan,” ungkap Pier Paolo Petrone. Ia adalah seorang profesor osteobiologi manusia dan antropologi forensik di Rumah Sakit Universitas Federico II dan penulis studi.

Keadaan kematian pria itu dapat menjelaskan bagaimana materi otaknya mengeras menjadi kaca hitam alih-alih berubah jadi lebih lembut.

Petrone dan tim menemukan materi otak yang tidak biasa di dalam rongga tengkorak pria itu. Dalam penelitian sebelumnya, para korban banyak ditemukan di dalam gudang kapal. Sedangkan pemilik ‘otak kaca’ ini terkubur gundukan abu gunung berapi. Ia ditemukan di dalam gedung ‘Collegium Augustalium’.

“Korban kemungkinan adalah penjaga gedung, yang terkait dengan kultus kekaisaran yang menyembah mantan Kaisar Augustus,” ungkap Petrone.

Berdasarkan kayu hangus dari tempat tidur tempat mayat itu berbaring, peneliti menentukan ruangan itu kemungkinan mencapai suhu 520 derajat Celsius.

Kerusakan pada mayat menunjukkan tengkorak pria itu juga meledak karena panas yang ekstrim. Mirip dengan korban di gudang perahu, bedanya, otaknya kemudian menjadi kaca.  

Ini menunjukkan bahwa penurunan suhu yang cepat mungkin terjadi di lingkungan sekitar korban khusus ini.

Sebuah analisis menegaskan bahwa bahan kaca itu memang jaringan otak. Penelitian mengidentifikasi protein dari berbagai area otak manusia, seperti korteks serebral yang berkerut, amigdala, dan substantia nigra. Para peneliti juga mengidentifikasi asam lemak yang biasanya ditemukan dalam minyak rambut manusia.

“Ini menunjukkan pancaran panas ekstrim mampu menyalakan lemak tubuh dan menguapkan jaringan lunak. Diikuti oleh penurunan suhu yang cepat,” ungkap Petrone.

Tim juga menemukan beberapa tulang pria itu menunjukkan tanda-tanda kaca. “Bagian dari tulang dadanya ditutupi dengan massa spons padat,” tambah Petrone.

Penelitian lainnya dilakukan terhadap korban bom Dresden pada Perang Dunia II. Peneliti mencatat, tekstur tulang korban Vesuvius konsisten "seperti jeli" yang ditemukan di antara para korban bom.
Share:

Monday, May 9, 2022

Karena Berhasrat Menjajah Kembali, Belanda Dipojokkan Sekutu dan Dunia


Selama Perang Dunia Kedua, Belanda dapat dengan mudah dikuasai Nazi Jerman, dan membuat pihak kerajaan harus mengungsi ke Inggris. Kondisi ini membuat Belanda berhutang budi atas jasa Inggris sebagai sekutunya yang mau menampung pemerintahan.

Kebaikan itu bukan sembarang tanpa pamrih karena politik tidak kenal kata teman, melainkan kepentingan. Setidaknya itulah yang digambarkan oleh Emma Kaizer, sejarawan hubungan international dari NIOD bersama rekan-rekannya lewat buku Diplomatie en geweld, De internationale context van de Indonesische onafhankelijkheidsoorlog, 1945-1949. 

Setelah Perang Dunia Kedua usai, Belanda harus memulihkan rumah tangga mereka dengan kesepakatan dengan negara-negara sekutu, termasuk masuk ke dalam NATO pada 1949. Pemulihan ekonomi pasca Perang Dunia Kedua diikuti dengan ambisi Belanda untuk mengambil kembali koloninya yang merdeka secara sepihak, Indonesia.

Pada 1947, Belanda masih 'ngotot' untuk merebut kembali jajahannya. Kaizer menjelaskan, pasukan Belanda di Indonesia sebagian besar dilengkapi senjata dan kendaraan buatan Inggris, dan penerbangan militer KNIL serta brigade marinirnya dibantu AS.

Sikap ini dinilai merupakan pelanggaran Belanda dengan negara-negara Sekutu dan mendapatkan kritik. Inggris dan Amerika akhirnya menyatakan boikot terhadap pemerintahan kolonial Hindia Belanda, bukan Belanda. Belum lagi, AS memang dikenal sebagai negara yang sebenarnya mentang kolonial.

Namun, alasan mengapa Hindia Belanda bukan Kerajaan Belanda yang diboikot, Kaizen menyebutkan, AS memandangnya sebagai sekutu berharga di Eropa untuk Perang Dingin yang baru dimulai. Sementara, Inggris punya kepentingan di Asia untuk menjaga koloninya di India dan Malaysia, sehingga tidak memboikot langsung Belanda. 

Mahalnya kebutuhan militer Belanda juga menjadi pertimbangan bagi negara-negara Barat, agar sebaiknya persediaan militer dipindahkan ke Belanda, bukan ke Indonesia.

Padahal, pasca Perang Dunia II, AS mengadakan Marshall Plan yang merupakan sumbangan kemanusiaan untuk membangun kembali negara-negara Sekutu yang hancur akibat perang. Di sinilah Belanda terjepit, mereka mendapatkan bantuan dengan syarat tidak digunakan untuk menyerang Indonesia.

"Amerika Serikat tidak memberikan bantuan Marshall ke Eropa Barat semata-mata karena alasan kemanusiaan. Bantuan juga, mungkin bahkan sebagian besar, diberikan untuk melayani tujuan ekonomi dan politik Amerika Serikat," tulis Pierre van der Eng, seorang peneliti ekonomi sejarah Asia dari Australian National University di Journal of Southeast Asian Studies

Dalam studi yang berkaitan dengan program bantuan Marshall, penangguhan bantuan kepada koloni Belanda di Indonesia, dan ancaman yang tampak untuk menghentikan aliran dolar ke Belanda, telah digunakan sebagai contoh untuk membuktikan bahwa program tersebut adalah instrumen Amerika kekuatan politik.

Tom van den Berge, salah satu penulis dari KITLV menyebut, Menlu AS George C. Marshall menetapkan kebijakannya tentang konflik dalam sebuah memorandum kedutaan AS di Den Haag tahun 1947. Marshall menimbang, gerakan nasionalisme di Asia Tenggara sebenarnya merupakan masalah strategis bagi kolonialisme Eropa dan AS.

Ia memikirkan bagaimana bagaimana caranya agar wilayah-wilayah itu bisa bekerja sama dengan negara-negara Barat.

"Oleh karena itu," tulis Van den Berge, "sangatlah penting bahwa Belanda dan Republik [Indonesia] harus mencapai penyelesaian damai yang memenuhi aspirasi keduanya." Pihak Washington yakin, masalah politik bisa ditangani, tetapi perkara ekonomi maslih saling bertentangan.

"Di mana pertanyaannya adalah," lanjutnya "Apakah kepulauan Indonesia akan berkembang menjadi ekonomi terbuka atau lebih tertutup, adalah tugas yang sangat besar, yang dianggap Marshall tidak kalah pentignya daripada mencari solusi untuk perselisihan politik." 

Tidak sendiri, Prancis yang juga sekutunya juga punya ambisi yang sama untuk mengambil kembali koloninya yang diambil Jepang, Indocina. Nasib Indocina juga saat itu sama dengan Indonesia yang memerdekakan diri menjadi Vietnam setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.

Vietnam dan Indonesia akhirnya mendukung satu sama lain untuk mewujudkan kemerdekaan. Bahkan pada 17 November 1945, Ho Chi Minh menyampaikan kepada Sukarno untuk membuat 'Deklarasi Bersama Vietnam dan Indonesia'. Tujuan deklarasi ini agar tersampaikan kepada publik dan mengajak negeri-negeri terjajah di Asia seperti India, Burma, dan Malaya, bisa bergabung.

Namun, Perdana Metneri Luar Negeri Sutan Sjahrir belum merespon balik. Menurutnya, aliansi dengan komunis Vietnam justru akan melemahkan posisi Indonesia untuk mewujudkan Indonesia merdeka.

"Setelah 'Deklarasi bersama', Indonesia dan Vietnam masih saling mendukung, tetapi hubungan antara kedua negara tampaknya tidak bersifat struktural," tulis Van den Berge. Tetapi, hubungan kedua negara itu sangat sifnifikan pada Konferensi Hubungan Asia di New Delhi 1947 untuk mewujudkan kemerdekaan mereka.

Prancis, sebagai penjajah Vietnam, justru tampak berdiri bersama Belanda. Misalnya, lewat hak vetonya di Dewan Keamanan PBB, Prancis justru melindungi Belanda dari langkah-langkah sidang.

Daya tarik ideologis

Pada 1950-an, Presiden AS Dwight D. Eisenhower mengemukakan teori domino. Sebenarnya, teori ini lebih awal lagi dikemukakan oleh komisaris tinggi Indochina Laksamana Thierry d'Argenlieu dan dinas intelijen luar negeri Prancis (SDECE). Teori ini mengemukakan bila ada suatu negara yang terpapar komunisme, maka negara lainnya akan terpengaruhi pula seperti efek domino.

Indocina dan Hindia belanda adalah 'luka terbuka' di blok jajahan Eropa di Asia Tenggara, ungkap SDECE ketika melihat pergerakan yang bermunculan, dikutip Van den Berge.





 

Share:
Click to learn more...
close
close
Vivian.Pimtha. Powered by Blogger.

Find Us On Facebook

Random Posts

Social Share

Flickr

Sponsor

Agen Togel Online Image may contain: outdoor

Recent Comments

Contributors

Popular Posts

Popular Posts

Agent togel Singapore online terpercaya , bandar togel, agen togel, judi online, buku mimpi, togel singapore, togel sidney, togel sydney, togel sabang, togel hongkong, togel johor, agen togel singapore, agen togel online, agen togel terpercaya Agent togel Singapore online terpercaya , bandar togel, agen togel, judi online, buku mimpi, togel singapore, togel sidney, togel sydney, togel sabang, togel hongkong, togel johor, agen togel singapore, agen togel online, agen togel terpercaya

Unordered List

Pages

Theme Support