Welcome to my Blog ^^

  • DOTA2

    Dota 2 is a free-to-play multiplayer online battle arena video game developed and published by Valve Corporation.

  • PARAGON, EPIC GAMES' NEW MOBA ON PLAYSTATION 4 AND PC, PUTS YOU IN THE ACTION WITH DIRECT THIRD-PERSON CONTROL AND DEEP STRATEGIC CHOICE. CHOOSE FROM AN EVER-EXPANDING ROSTER OF UNIQUE HEROES, EARN CARDS TO CUSTOMIZE YOUR ABILITIES, AND TEAM UP WITH YOUR FRIENDS ONLINE TO CLAIM VICTORY.

  • "GAME OF THE YEAR" - IGN

    FIGHT FOR THE FUTURE.

  • Papi4d2

    Bandar Togel terpercaya.

Monday, June 20, 2022

Berbeda dengan Bumi, Hujan di Saturnus dan Jupiter Menghasilkan Berlian


Jika biasanya hujan di Bumi menjatuhkan air, tapi ini tidak terjadi di planet Saturnus dan Jupiter. Di sana, justru yang muncul adalah berlian. Hal ini disampaikan oleh Dr Kevin Baines, peneliti di NASA.

Menurut analisis Baines dan koleganya, data atmosfer dari kedua planet gas raksasa itu menunjukkan tingkat karbon yang berlimpah dalam bentuk kristal. Bahkan, beberapa "awan" kristal itu tumbuh begitu besar hingga Baines menyebutnya sebagai diamondberg.

Baca Juga: Studi Terbaru Ungkap Kondisi Bulan yang Menyusut dan 'Gemetar'

Berlian terbentuk dalam proses yang cukup panjang. Mulanya, badai petir mengubah metana menjadi karbon yang mengeras menjadi potongan grafit. Ketika memasuki atmosfer Saturnus maupun Jupiter, grafit tersebut mengeras menjadi permata.

Menurut Baines, ada 1.000 ton berlian per tahun yang dibuat oleh planet Saturnus. Berlian padat ini kemudian masuk lebih jauh di kedalaman planet hingga mereka sangat dekat dengan cairan inti.

Tak seperti di Bumi, cairan inti Jupiter dan Saturnus dianggap lebih panas. Hal ini membuat berlian tadi menjadi cair.

"Begitu turun ke kedalaman ekstrem, tekanan dan suhunya sangat mengerikan, tidak mungkin berlian bisa tetap solid," ujar Baines.

Satu kemungkinan yang terjadi di inti kedua planet itu adalah terjadinya "lautan" berlian cair. Hal ini memunculkan ide untuk menambang berlian di kedua planet itu lalu dibawa pulang ke Bumi. Namun, rencana ini masih sangat jauh untuk diwujudkan.

Share:

Saturday, June 18, 2022

Ilmuwan Berencana Membangun Stasiun Luar Angkasa di Asteroid


 Meskipun terdengar seperti di film, tetapi para ilmuwan saat ini sedang berencana untuk mendirikan stasiun luar angkasa di dalam asteroid. Mengapa mereka berusaha melakukan hal tersebut?

Ini karena putaran asteroid akan menciptakan gravitasi yang cukup untuk menopang peralatan penambangan. Memberi kita cara untuk memanfaatkan mineral dan endapan dalam batuan langit tersebut.

Sebagai tambahan, para peneliti menyatakan bahwa rangka asteroid yang berbatu juga dapat membantu stasiun luar angkasa aman dari bahaya antariksa, seperti radiasi sinar kosmik.

Para astrofisikawan dari University of Vienna menguji cara ini dengan menerapkan beberapa model gravitasi canggih ke asteroid hipotetis berukuran 500x390 meter.
Beban yang dihasilkan dari gaya sentrifugal membuat stasiun ruang angkasa di badan asteroid yang telah ditambang, layak untuk beroperasi,” tulis peneliti.

Agar berhasil, dimensi dan material yang digunakan untuk membuat stasiun luar angkasa, harus dipilih dengan tepat. Selain itu, asteroid juga harus cukup kuat untuk mendukung stasiun.

Dimensi asteroid pada pemodelan itu, cocok dengan batuan luar angkasa yang telah diamati peneliti, yaitu 3757 Anagolay, 99942 Apophis dan 3361 Orpehus. Namun, komposisi asteroid-asteroid tersebut belum banyak diketahui.

Meski masih terlalu awal jika mulai menambang asteroid sekarang, tapi beberapa peneliti menyimpulkan bahwa cara tersebut mungkin bisa dilakukan. Misalnya, menggunakan silinder logam untuk menampung habitat dan peralatan pertambangan.

“Jika menemukan asteroid yang cukup stabil, kita mungkin tidak perlu dinding aluminium lagi seperti stasiun luar angkasa saat ini. Kita bisa menggunakan keseluruhan asteroid sebagai ruangan,” kata Thomas Maindl, astrofisikawan yang terlibat dalam studi.

Menurut Maindl dan rekan-rekannya, perlu asteroid yang terbuat dari batuan padat dan gravitasi 38% untuk menjaga stasiun ruang angkasa tetap stabil di tempatnya. Juga untuk mencegah peralatan mengambang ke antariksa.

Dan untuk menghasilkan gaya sentrifugal yang cukup, asteroid perlu berputar antara satu hingga tiga kali dalam satu menit.

Perlu persiapan panjang agar rencana ini bisa direalisasikan. Kita perlu mengetahui terlebih dahulu apakah asteroid cukup aman dan tidak mudah terbelah. Penambangan di asteroid pun bukan hal yang mudah, ada kemungkinan batuan antarbintang dan objek dekat bintang lainnya mengharuskan kita untuk mengandalkan sumber daya yang tidak sedikit.

Bagaimana pun juga, asteroid harus diperhatikan dengan hati-hati, misalnya ketika rotasi melambat atau batu tersebut akan hancur.

“Garis batas antara sains dan fiksi ilmiah sangat kabur di penelitian ini. Menurut saya, setidaknya kita membutuhkan waktu 20 tahun untuk mulai melakukan penambangan di asteroid. Dan membangun stasiun luar angkasa pun akan mengikutinya seiring berjalan waktu,” pungkas Maindl.


 

Share:

Friday, June 17, 2022

Arkeolog Temukan Patung Dewa yang Dipuja dengan Menguliti Manusia


Para arkeolog di Meksiko telah menemukan kuil pertama dari dewa pra-Hispanik, Xipe Totec. Ia dikenal sebagai dewa kesuburan dan dewa perang yang dipuja dengan mengorbankan dan menguliti manusia.

Bukti yang ditemukan menunjukkan bahwa para imam kerap mengorbankan manusia di salah satu altar bundar di kuil saat melakukan ritual. Kemudian mereka melepas kulit korban di sisi lainnya.

Para sejarawan telah lama mengetahui bahwa Xipe Totec disembah oleh banyak orang di sepanjang Meksiko Tengah dan Pusat, serta Teluk Pantai.

Meski begitu, penemuan yang berada di reruntuhan situs arkeologi Ndachjian-Tehuacan di Puebla tersebut, merupakan kuil pertama yang didekasikan untuk Xipe Totec.

Artefak yang terungkap di situs meliputi tiga patung batu Xipe Totec, serta kepala dan bagian tubuh tanpa kulit yang ditutupi ukiran khas dewa.

"Patung yang ditemukan sangat indah. Ia memiliki tinggi sekitar 80 sentimeter dan ada lubang di perutnya. Menurut sumber sejarah, batu hijau dulunya diletakkan di sana untuk membawa Dewa ke kehidupan saat ritual," papar Noemi Castillo Tejero, pemimpin proyek arkeologi ini.

Sementara itu, tengkorak manusia yang ditemukan berukuran 70 sentimeter dan beratnya mencapai 200 kilogram.

Diperkirakan kuil tersebut digunakan sekitar tahun 1000 hingga 1260. Mexico's National Institute of Anthropology and History mengatakan bahwa Xipe Totec merupakan salah dewa paling penting dalam sejarah pra-Hispanik Meksiko. Ia dipuja melalui ritual bernama Tlacaxipehualiztli, yang menurut bahasa asli Nahuati berarti 'memakai kulit seseorang'.

Korban upacara biasanya dibunuh melalui pertarungan gladiator atau ditembak dengan panah. Mereka kemudian dikuliti demi mengagungkan Xipe Totec. Kulit-kuli mereka kemudian dipersembahkan dan dikubur di kaki altar di dalam kuil.





 

Share:

Wednesday, June 15, 2022

Cara Orang Romawi Memperbaiki Nasib dan Menaiki Tangga Sosial


Romawi kuno mungkin dibayangkan sebagai sebuah masyarakat di mana kaisar, senator, dan bangsawan berada di tingkat teratas. Kemudian di bawahnya masyarakat biasa dan budak.

Tetapi masyarakat Romawi, pada kenyataannya, sangat berlapis. Orang dari berbagai tingkat sosial berusaha keras untuk memperbaiki nasib dalam hidup dan menaiki tangga sosial. Beberapa bahkan berhasil bergabung dengan jajaran terkaya kekaisaran.

Romawi kuno terdiri dari struktur yang disebut hierarki sosial. Ini merupakan pembagian individu ke dalam kelompok dengan peringkat berbeda, tergantung pada pekerjaan dan keluarga mereka. Kaisar berada di puncak struktur ini, diikuti oleh pemilik tanah yang kaya, rakyat jelata, dan para budak. Tentu saja budak merupakan kelas terendah.

Kelas sosial terutama bergantung pada jenis keluarga tempat seseorang dilahirkan. Warga negara Romawi tidak bisa memilih kelas mereka. Anak-anak dari keluarga kaya hampir secara otomatis menjadi bagian dari kelas atas. Sementara anak-anak yang lahir dari orang biasa biasanya tinggal di kelas bawah seumur hidup.

Fakta bahwa orang harus bekerja keras untuk memanjat kelas sosial sering terlupakan. Plinius yang Muda menulis: “Dia mencintai kerja keras seperti biasanya orang miskin”.

Kebanyakan orang bebas di Romawi kuno adalah petani. Buruh tidak terampil yang berada di kota melakukan pekerjaan seperti mengangkut barang. “Lainnya membangun gedung-gedung kekaisaran yang besar, seperti Colosseum,” tulis Jerry Toner di laman The Conversation.

Pekerjaan manual biasanya tidak mendapatkan bayaran yang baik, mungkin sedikit lebih banyak dari pendapatan minimal. Dengan sedikitnya pendapatan, tidak heran jika orang ingin meningkatkan kualitas hidup dan kelas sosial

Cara utama untuk meningkatkan kualitas hidup serta naik ke kelas sosial yang lebih tinggi adalah dengan memperoleh keterampilan. Jika seorang pekerja bisa mempelajari keterampilan baru maka pendapatannya sebagai seorang perajin bisa naik dua kali lipat.

Miliki keterampilan

Jika Anda hidup di zaman Romawi, jangan takut kekurangan pekerjaan terampil. Lebih dari 225 jenis pekerjaan perdagangan terdaftar di batu nisan dan prasasti lainnya. Sebuah surat yang dikaitkan dengan kaisar Hadrian, misalnya, memberi gambaran tentang industri di Alexandria:

“Tidak ada yang menganggur. Beberapa adalah peniup kaca, yang lain pembuat kertas. Ada juga penenun linen. Satu-satunya dewa mereka adalah uang, yang dipuja semua orang.”

Perempuan juga memainkan peran ekonomi yang penting di kebudayaan Romawi. Namun, mereka hanya bisa melakukan 35 pekerjaan yang terdaftar. “Perbedaan ini menunjukkan bahwa peluang mereka jauh lebih terbatas,” tambah Toner. Para perempuan Romawi bisa bekerja di sektor jasa, memintal wol, membuat perhiasan, melayani di kedai minuman, menata rambut dan membuat serta memperbaiki pakaian.

Perbankan dan perdagangan

Jika seorang Romawi memiliki modal, meminjamkan uang bisa sangat menguntungkan. Salah satu sumber menggambarkan rentenir komersial bersukacita dalam pengumpulan uang yang meningkat dari hari ke hari.

Kegembiraan mereka dapat dimengerti karena bunga 12% biasanya dibebankan untuk pinjaman tanpa jaminan. Bunga pinjaman jangka pendek di masa krisis bisa mencapai 50%. Dan jika peminjam gagal melakukan pembayaran tepat waktu, kreditur memiliki kekuatan hukum yang cukup besar. Mereka bisa menjual semua harta milik debitur – termasuk anak-anaknya – sebagai budak.

Perdagangan adalah bisnis lain yang menguntungkan. Rute pelayaran kekaisaran sibuk dengan kapal yang mengangkut segala macam barang. Ini termasuk anggur, tembikar, minyak zaitun, rempah-rempah, dan budak yang dibutuhkan oleh masyarakat Romawi.

Para aristokrat memandang rendah perdagangan. Pekerjaan ini dianggap berada di bawah kelas mereka. Tetapi itu tidak menghentikan para aristokrat itu untuk menggunakan orang lain untuk menjalankan bisnis berdagang mereka.

Mantan budak sering digunakan dalam peran ini bagi para aristokat. Alasannya mungkin karena mereka bisa lebih dipercaya untuk melakukan apa yang diperintahkan. Dan yang terpenting, menyerahkan sebagian besar keuntungan di akhir kesepakatan.

Orang-orang merdeka ini dengan bangga menegaskan status yang makmur serta bebas, ini tertulis pada prasasti di makamnya. Beberapa mantan budak kaisar menjadi sangat berpengaruh dan kaya, seperti Narcissus. Ia adalah mantan budak Kaisar Claudius pada abad pertama Masehi yang kemudian mengumpulkan kekayaan. Narcissus juga memiliki pengaruh yang cukup besar sebagai orang merdeka.

"Meski memiliki status sebagai orang merdeka, namun mereka tidak pernah sepenuhnya diterima di kalangan elit sosial," imbuh Toner

Liga besar

Jika seorang Romawi ingin menjadi sangat besar dan terkenal, ia harus menjadi seorang selebriti. Salah satunya adalah gladiator yang sukses dipuja oleh orang banyak. Mosaik yang menampilkan gladiator tersebar luas. Mereka adalah topik pembicaraan yang umum. Bahkan botol bayi tanah liat di Pompeii memiliki gambar sosok gladiator. Mungkin sang Ibu berharap agar si Kecil bisa menjadi kuat seperti gladiator.

Meski mendapatkan bayaran yang cukup fantastis, hanya sedikit yang bertahan untuk menikmati usia tua yang nyaman.

Selain itu, menjadi kusir balap kereta juga memiliki kemungkinan untuk terkenal dan berpenghasilan besar. Balap kereta kuda menjadi salah satu tontonan yang disukai oleh orang Romawi.

Kusir paling sukses adalah juara abad kedua Masehi Gaius Appeleius Diocles, dari Lusitania. Selama 24 tahun berkarier, ia berkompetisi di 4.257 balapan, memenangkan 1.462 di antaranya. Penghasilan karirnya mencapai 35.863.120 sesterces – diperkirakan mencapai 15 juta dolar Amerika. Hanya butuh satu juta sesterces untuk memenuhi syarat sebagai senator, jadi dapat dibayangkan seberapa kaya Diocles.

Jadi, butuh kerja keras, kesabaran dan terkadang banyak risiko untuk menaiki kelas sosial di Romawi kuno. Tetapi jika semuanya berjalan baik, orang Romawi bisa naik ke posisi di mana mereka memiliki vila dan banyak uang. Mereka yang mencapainya adalah sebagian yang beruntung.

Share:

Sunday, June 12, 2022

166 Tengkorak Ditemukan Dalam Kuburan Massal di Veracruz, Meksiko


Veracruz, sebuah tempat "gelap" di Meksiko, mungkin bisa disebut sebagai permakaman terbesar yang berada di Meksiko. Permakaman ini terletak di 10 kilometer dari pelabuhan Veracruz di timur Meksiko.

Namun karena daerah di sekitarnya tertutup rapat oleh tumbuhan, maka tempat ini seringkali menjadi tempat sasaran tindak kejahatan.

Dilansir dari BBC pada Senin (10/9/2018), Sejak 2006, pemerintah Meksiko telah membentuk satuan militer untuk memerangi perdagangan narkoba. Sejak saat itu, konflik ini mengakibatkan lebih dari 200 ribu orang terbunuh. Bahkan pada tahun lalu, 28.702 orang telah terbunuh, dan ini adalah rekor terburuk.

Tidak hanya itu, sebanyak lebih dari 37.000 orang juga dikabarkan hilang. Keluarga yang kehilangan keluarga mereka pun masih terus mencari berbagai kuburan massal lainnya.

Dalam sebuah pemberitaan di AFP, seorang petugas, Veracruz Jorge Winckler mengatakan kepada wartawan bahwa seluruh jenazah, sebanyak 166 jenazah telah ditemukan.

Saat penggalian dilakukan, Winckler juga menyebutkan bahwa investigator telah menemukan 200 helai pakaian, 144 kartu identitas dan berbagai barang pribadi lainnya. Penggalian telah dimulai sejak 8 Agustus lalu setelah pihak berwenang mendapat informasi yang berasal dari seorang informan.

"Berdasarkan temuan analisis forensik, kami mengidentifikasi bahwa situs kuburan massal ini setidaknya berusia dua tahun."

Penemuan massal ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya pada Maret 2017, sebanyak 250 tengkorak ditemukan di lokasi yang sama.  

Jorge Winckler, Jaksa negara bagian mengatakan bahwa selama bertahun-tahun lokasi tersebut digunakan oleh pengedar narkoba sebagai tempat pembuangan mayat.

Karena kejadian ini sering terjadi, Veracruz menjadi salah satu negara dengan rata-rata orang hilang tertinggi di Meksiko. 
Share:

Misteri Dua Mumi Suku Inca Dalam Balutan Gaun Beracun


Sekitar 500 atau 600 tahun lalu, dua perempuan muda berusia 9 dan 18 tahun, dikubur di pemakaman Inca terbaik di Cile Utara. Barang-barang yang ada di kuburan mereka sangat mewah dan berlimpah.

Pakaian jenazahnya berwarna merah gelap, dengan taburan pigmen beracun cinnabar. Ini pertama kalinya zat merkuri tersebut dikaitkan dengan proses pemakaman suku Inca.

Ditemukan pada 1976 di Cerro Esmeralda, mumi dan penguburan mereka yang tidak biasa ini telah menjadi beberapa subjek studi selama bertahun-tahun.

Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa dua mumi perempuan, yang berasal dari 1399-1475 Masehi, merupakan korban dari ritual pengorbanan Qhapaq Hucha.

Ritual yang pertama kali dilaksanakan di ibu kota Cusco – tempat ditemukannya mumi tersebut – biasanya dilakukan pada anak-anak untuk memperingati peristiwa-peristiwa penting di kekaisaran Inca, menghentikan bencana alam, atau upacara keagamaan.

Dengan melimpahnya barang-barang yang dikuburkan bersama kedua gadis itu, diduga ritual pengorbanan yang dilakukan cukup penting. Ditemukannya cinnabar pada mumi juga termasuk aneh karena mineral besi hematit lebih umum digunakan di sana.

Penelitian terbaru

Penelitian terbaru dari University of Tarapacá adalah yang pertama kali menganalisis zat beracun itu secara kimiawi dan mikroskopis. Sekali lagi, kandungan cinnabar ditemukan dalam gaun yang dikenakan mumi Inca itu.  

“Analisis kimia baru yang kami peroleh menunjukkan bahwa cinnabar ada di pakaian mumi,” tulis peneliti.

Mengapa itu bisa ada di sana masih belum jelas. Kulit mumi perempuan diketahui tidak terpapar senyawa kemerahan tersebut.

Jika memang suku Inca sudah mengetahui sifat beracunnya, kemungkinan cinnabar ditaburi sebagai cara untuk mencegah atau menghukum para perampok makam. Debu cinnabar yang dihirup diketahui dapat menyebabkan keracunan merkuri.

Namun, cinnabar pada gaun mumi juga menunjukkan sebaliknya: kemungkinan menandakan mereka berasal dari status masyarakat yang tinggi.

Hanya ada satu sumber arkeologi mengandung cinnabar yang diketahui dan terbukti selama masa kekaisaran Inca, yaitu tambang Huancavelica di utara Lima.

“Suku Inca – dan semua masyarakat yang membekali dirinya dengan cinnabar dari Huancavelica – selalu menggunakan mineral tersebut dalam konteks bergengsi dan elit,” papar peneliti.

Kedua gadis ini mungkin dikorbankan untuk merayakan kekaisaran Tawantinsuyo. “Selama perode Inca, provinsi Tawantinsuyo secara politik berkaitan dengan ibu kota Cusco melalui ritual Qhapaq Hucha yang dilakukan di pegunungan Andes,” tambah mereka.

Studi terbaru yang dipublikasikan pada jurnal Archaeometry ini mengingatkan para arkeolog, antropolog dan pekerja museum agar berhati-hati saat menelitinya. Bagaimanapun juga, perlu tindakan pencegahan agar tidak terpapar zat beracun tersebut.

Share:

Tuesday, June 7, 2022

Gunung Api Paling Aktif di Eropa Semakin Bergeser ke Arah Laut


Menurut studi terbaru, gunung api paling aktif di Eropa perlahan-lahan semakin bergeser ke arah laut.

Gunung Etna – yang berlokasi pulau Italia, Sisilia – “merayap” menuju laut Mediterania dengan laju 14 milimeter per tahunnya.  

Meskipun pergerakannya cukup lambat, tapi para ilmuwan mulai mempelajari geologi gunung api tersebut. Mereka mengatakan, kondisinya memerlukan pemantauan yang hati-hati.

“Saya akan mengatakan bahwa saat ini tidak ada tanda bahaya. Namun, fenomena tersebut harus terus diperhatikan. Apalagi jika ada peningkatan dalam pergerakannya,” kata dr. John Murray, pemimpin penelitian ini.

Dr. Murray, yang telah mempelajari Gunung Etna selama hampir 40 tahun, bekerja sama dengan timnya untuk memproduksi simulasi laboratorium bagaimana fenomena tersebut bisa terjadi.

Mereka menyimpulkan, terlepas dari ketidakstabilannya, ancaman apa pun yang ditimbulkan oleh penurunan gunung berapi tidak akan muncul selama ribuan tahun. Namun, itu akan mengganggu aktivitas pergeseran gunung api di masa depan.

Bagaimanapun juga, studi dari beberapa gunung api yang sudah punah menunjukkan bahwa fenomena seperti ini bisa menyebabkan “kehancuran” sisi bawah lereng mereka sehingga terjadi tanah longsor.

Gunung Etna pertama kali mengalami erupsi pada 1500 BC. Sejak itu, ia telah erupsi sebanyak 200 kali. Terakhir kali terjadi pada 2017 lalu di mana beberapa turis dan kru BBC terluka setelah terkena batu dan uap mendidih.

Para peneliti perlu memperhitungkan pengukuran baru mengenai perkiraan letusan Gunung Etna. Sebab, deformasi yang disebabkan oleh tonjolan lava di gunung dapat dipengaruhi oleh penurunan gunung tersebut ke arah laut.

Sejauh ini, Gunung Etna bergerak menuruni lereng dengan sangat lembut dan lemah karena posisinya berada di dasar endapan yang longgar. Dr. Murray mengatakan bahwa penduduk di sekitar gunung tidak perlu khawatir.

“Hal yang perlu diperhatikan adalah apabila dalam sepuluh tahun laju pergerakan semakin berlipat ganda. Itu peringatan untuk kita semua,” paparnya.

Studi ini dipublikasikan pada jurnal Bulletin of Volcanology.

Share:

Monday, June 6, 2022

Neraka Stalingrad di Rusia dan Kisah Kekalahan Nazi atas Soviet


Pertempuran Stalingrad yang terjadi antara tahun 1942–1943, antara Nazi Jerman dan Uni Soviet, bukan hanya pertempuran terpenting dalam Perang Dunia II, tetapi juga salah satu yang paling penting dalam seluruh sejarah militer.

Elemen penting dari pertempuran, terdiri dari kepemimpinan yang salah dari tentara Jerman dan keinginan Rusia untuk tidak menyerahkan kota yang menyandang nama pemimpin mereka, Stalin.

"Hitler terlibat persaingan dengan Stalin, ia memutuskan untuk menyerang kota (Stalingrad), meskipun tujuan utama Nazi adalah untuk menduduki cadangan minyak di Kaukasus," tulis Tapalaga.

Andrei Tapalaga menulis kepada History of Yesterday dalam artikelnya yang berjudul Why Germany Lost the Battle for Stalingrad. Artikelnya dipublikasikan pada 25 April 2020.

Hasrat Nazi menguasai cadangan minyak di Kaukasus merupakan kepentingan mereka untuk mesin perang Jerman, yang selalu kehabisan bahan bakar.

"Meskipun dia (Adolf Hitler) tahu ini, dia memilih untuk menyerang kota di utara ladang minyak dengan membagi pasukannya; yang mengakibatkan kesalahan besar," tambahnya.

Hitler mengirim beberapa pasukannya ke selatan untuk menaklukkan wilayah Kaukasus demi minyak. Sisa pasukannya ditakdirkan untuk menaklukkan kota yang tidak memiliki kepentingan strategis (Stalingrad), selain demi gengsi Hitler kepada Stalin.

"Oleh karena itu, ia mengalokasikan terlalu sedikit pasukan dan persediaan perang untuk tujuan besarnya, yang membuat peluang penaklukan menjadi sangat kecil," lanjut Tapalaga.

Sebagaimana diketahui sejak peristiwa itu, dalam teknologi militer (seperti yang dikenal sekarang), bahwa penyerbuan kawasan harus memiliki keunggulan pasukan secara numerik minimal 3 banding 1 untuk mencapai keberhasilan dalam penaklukan.

Obsesi Hitler untuk menyaingi Stalin, membuatnya sering campur tangan dalam menetapkan strategi pertempuran, yang justru malah memperburuk situasi tentaranya.

"Pasukan Nazi Jerman telah mencoba untuk melemahkan perlawanan Rusia melalui pemboman udara dan artileri besar-besaran," tulis Christoph Hasselbach kepada DW dalam artikelnya Russia marks Stalingrad defeat of Nazis, publish pada tahun 2018.

Namun, pada November 1942, pasukan Soviet telah meluncurkan serangan dua arah untuk mengepung pasukan Jerman, membuat mereka benar-benar terkepung.

"Pada akhir November, Tentara Merah Uni Soviet telah berhasil mengepung seluruh Tentara Keenam Jerman dan elemen Tentara Panzer ke-4 —bersama-sama, hampir 300.000 tentara Jerman," imbuhnya.




 

Share:

Sunday, June 5, 2022

Tradisi Pria Romawi Kuno Potong Ibu Jari, Ternyata Demi Hal Ini


Bisakah Anda menemukan alasan mengapa Anda dengan sengaja menghapus ibu jari Anda yang sehat? Laki-laki Romawi kuno percaya bahwa mereka memiliki alasan yang baik untuk memotong ibu jari mereka.

Agar memahami motivasi mereka merusak tangan mereka, pertama-tama harus disadari bahwa kehidupan di Kekaisaran Romawi kuno bisa sangat sulit tidak hanya bagi anak-anak dan wanita, tetapi juga bagi pria tanpa memandang status.

Seorang pria Romawi yang kaya dan berkuasa dapat menikmati makanan lezat, pesta, berbagai kegiatan menghibur, dan segala sesuatu yang ditawarkan kehidupan yang baik, tetapi kehidupannya yang nyaman dapat dengan mudah berubah menjadi mimpi buruk jika dia memutuskan untuk memotong ibu jarinya.

Jadi, mengapa ada orang yang ingin dengan sengaja ingin merusak tangannya? Merusak tubuh seseorang dengan sengaja terdengar gila, tetapi pria Romawi tahu bahwa mereka terpaksa merusak jari mereka untuk menghindari dinas militer.

Kekaisaran Romawi sangat luas dan kuat, tetapi untuk mencapai kejayaan dan kebesarannya, Kekaisaran Romawi bergantung pada mesin militernya yang kuat untuk mempertahankan perbatasan dan menaklukkan wilayah baru.

Seperti dilansir Ancient Pages, menjadi seorang prajurit di Kekaisaran Romawi adalah sebuah tantangan. Tidak hanya pelatihan militer yang sangat menuntut, tetapi Anda juga dapat berharap untuk berada jauh dari rumah dan orang-orang terkasih untuk waktu yang lama. Pria yang ingin menghindari direkrut ke Tentara Romawi memotong ibu jari mereka karena mereka tidak akan bisa memegang dan menggunakan pedang.

Hukuman untuk memotong ibu jari bisa sangat berat bahkan jika Anda adalah anggota aristokrasi. Catatan sejarah mengatakan Kaisar Augustus sangat marah ketika dia mengetahui seorang pria kaya telah memotong ibu jari putranya sehingga mereka dapat menghindari wajib militer. Kedua pemuda ini dijual sebagai budak dan semua harta milik ayah kaya disita.

Lima suku Barbar Eropa membenci dan ingin menghancurkan Roma. Ini adalah Hun, Frank, Vandal, Saxon, dan Visigoth (Goth) dan mereka menghancurkan banyak kota Romawi. Bangsa Romawi harus menanggapi dan Kekaisaran sangat membutuhkan tentara terampil yang dapat menahan invasi Barbar, tetapi banyak orang menolak untuk direkrut menjadi tentara.

Belakangan, hukuman karena menghindari wajib militer menjadi lebih keras dari sebelumnya, dan tidak jarang menyaksikan pria dibakar di tiang pancang di depan umum. Tidak mungkin menolak menjadi tentara Romawi. Jika Anda melakukannya, Anda bisa dieksekusi.

Orang Romawi membutuhkan setidaknya 20.000 rekrutan baru hanya untuk menggantikan kerugian pasukan lapangan setelah Adrianople, dan orang-orang ini tidak akan mudah ditemukan. Berbicara tentang karakter Galia di 355 Ammianus menulis, "tidak ada seorang pun di sini yang pernah memotong ibu jarinya untuk melarikan diri dari dinas militer, seperti yang terjadi di Italia, di mana mereka memiliki nama khusus untuk orang yang berpura-pura (murci)."

Kode hukum tambahan menunjukkan masalah perekrutan di Italia kemungkinan besar merembes ke sebagian besar kekaisaran. Pada tahun 364, Valentinian dan Valens mengeluarkan undang-undang yang menegaskan kembali undang-undang sebelumnya yang ditetapkan oleh Konstantinus bahwa putra-putra tentara harus bertugas di militer.

Tahun berikutnya undang-undang tambahan dikeluarkan yang menyatakan bahwa jika seseorang dengan status rendah membantu seorang desertir maka dia akan dikirim ke tambang dan jika seorang individu berstatus tinggi membantu seorang desertir maka dia akan didenda setengah dari total propertinya.

Undang-undang ketiga yang dikeluarkan pada tahun 368 menyatakan bahwa “jika seseorang memotong jarinya untuk menghindari dinas militer, ia akan dihukum mati dan jika tuannya gagal mencegahnya, ia akan dihukum berat.”

Share:

Saturday, June 4, 2022

Empat Kota Afrika Kuno yang Hilang: Apa yang Sesungguhnya Terjadi?


Monumen besar Giza dan kuil agung Thebes menjadi saksi keagungan kota-kota Afrika yang mereka bangun. Namun tempat-tempat kuno lain di Afrika menyaingi keagungan mereka, tetapi melacak jejak pusat kota yang megah ini lebih sulit. Kota-kota yang pernah berkembang pesat ini, berlokasi di Mesir, Sudan, dan Mali masa kini, mundur dalam ketidakjelasan, kemegahan mereka tetap hilang dari sejarah hingga masa modern, ketika arkeolog membuat beberapa temuan yang mengejutkan tulis Patricia S. Daniels di laman National Geographic pada artikel berjudul "These four lost cities were jewels of ancient Afrika. What happened to them?"

Thonis-Heracleion, Mesir: pelabuhan yang berkembang pesat

Kota hilang Mesir kuno Thonis-Heracleion adalah salah satu penemuan kota tenggelam terbesar yang pernah ditemukan oleh arkeolog. Selama ribuan tahun bersembunyi di bawah air, dengan eksistensinya yang hanya tecatat di beberapa inskripsi dan teks kuno yang langka. Pelabuhan ini terletak di mulut sungai Nil berkembang setelah kekuatan Mesir memudar pada abad ketujuh SM. Dikenal sebagai Thonis bagi orang Mesir dan Heraclion bagi orang Yunani, pelabuhan itu berkembang sebagai pusat perdagangan dan kebudayaan yang vital, dan kemudian menghilang.

Pada 2000, arkeolog kelautan Franck Goddio dari European Institute of Underwater Archeology menemukan mengapa tidak ada jejak darinya yang terlihat di sepanjang pesisirnya: Seluruh kota telah tenggelam di dasar Laut Mediterania pada abad kedelapan M. Mencari sekitar 6 kilometer dari garis pantai saat ini di Abu Qir Bay, 10 meter di bawah air, tim Goddio menemukan sisa-sisa kuil Amun dan sistem kanal yang menghubungkan kota.

Lebih dari 70 kapal karam dan ratusan jangkar mengungkapkan Thonis-Heracleion sebagai pusat perdagangan yang ramai setara dengan Babilonia dan Pompeii. Penemuan bawah air termasuk patung sphinx dan penguasa, cincin, koin, dan patung besar dewa Mesir Hapi dari granit merah, simbol kelimpahan. Di antara harta karun lainnya adalah keramik Yunani yang mewah dan keranjang anyaman berusia 2.400 tahun yang berisi buah.

Bagaimana kota yang menggeliat ini hilang di bawah ombak? Peneliti percaya kombinasi gempa bumi, diiringi gelombang besar, dan yang lembut, likuefaksi tanah menyebabkan Thonis-Heracleion tenggelam karena bebannya sendiri.

Alexandria, Mesir: pusat pendidikan dan kebudayaan

Pelabuhan Alexandria di Mediterania, di tepi Delta sungai Nil, Mesir, adalah kota terkenal yang didirikan oleh Alexander Agung, raja kekaisaran Yunani kuno dari Makedonia. Hari ini, sebagian besar dari kota tua telah tenggelam ke dasar laut dan bersemayam kira-kira enam meter di bawah air. Didirikan pada 332 SM selama perjalanan Alexander Agung, kota itu dapat diakses dari jalur perdagangan Mediterania, dengan cepat menjadi pusat pendidikan dan kebudayaan. Pelajar Yunani, Mesir, dan Yahudi berbaur di antara kuil-kuil pendidikan Alexandria.

Distrik Mouseion termasuk Great Library, didirikan untuk mengumpulkan, menurut Aristeas, “semua buku-buku di seluruh dunia.” (sebagian besar hancur oleh api semasa perang dengan Romawi.) Beberapa pemikiran besar dari dunia kuno dibuat di rumah mereka di Alexandria, termasuk Euclid, Archimedes, dan Ptolemeaus. Juga dari Alexandria geografer Eratosthenes pertama kali mengukur dimensi Bumi. Ratusan pelajar di sana menghasilkan terjemahan pertama Perjanjian Lama dari bahasa Hebrew ke bahasa Yunani. Alexandria berkembang hingga abad ketujuh M, ketika itu jatuh ke tangan Persia dan kemudian penakluk dari Arab.

Tsunami besar pada 365 SM, antara lain, mendatangkan malapetaka. Bukannya ditinggalkan seperti banyak kota lainnya saat bencana melanda, Alexandria kuno tertelan menjadi sesuatu yang baru, kota modern yang dibangun di atasnya. Lokasi tepat dari beberapa monumen paling terkenal Alexandria, seperti makam Alexander Agung dan Cleopatra, masih menyisakan misteri.


Meroe, Sudan: kota para ratu pejuang

Tidak semua kota yang kuat berkuasa di Mesir. Pemimpin Kush, kerajaan kuno di Nubia sepanjang Lembah sungai Nil bagian selatan, mendirikan ibu kota di Meroë pada abad keenam SM di Sudan saat ini. Dikelilingi oleh tanah yang subur dan berlokasi di tengah jalur perdagangan Afrika, kota itu didukung industri pengolahan besi yang memproduksi kepingan-kepingan emas berbentuk indah.

Budaya Kush campuran pengaruh Mesir dan bangsa Afrika lainnya. Di beberapa kuil, ukiran menggambarkan dewa dan dewi penting Mesir seperti Amun dan Isis; di tempat lainnya mereka menggambarkan Apedemak berkepala singa, dewa perang Kush yang sering ditampilkan bersama panah dan busur. Peninggalan orang Mesir yang paling mencolok 200 lebih piramida curam dan makam di Meroë, ditemukan di dua lokasi permakaman utama kota. Di sini, raja, ratu, dan bangsawan dikebumikan, terkadang ditemani jasad hewan yang dikurbankan dan para pelayan.

Kush juga terkenal karena penguasa perempuannya yang kuat. Dikenal sebagai kandakes, ratu dan ibu suri ini tidak segan-segan untuk mengangkat senjata. Sejarawan Yunani Strabo merujuk pada Ratu Amanirenas (menyebutnya dengan keliru sebagai Ratu Candace), yang bertempur melawan Romawi pada abad pertama SM sebagai “jenis perempuan maskulin, dan satu matanya buta.” Ratu Amanitore, yang memerintah di awal abad berikutnya, digambarkan di dinding kuil memegang pedang yang panjang.

Pada abad keempat M, kerajaan melemah, kemungkinan setelah serangan kerajaan terdekat Aksum. Bagian yang membanggakan dari sejarah bangsa Sudan, Meroë sebagian besar diabaikan oleh Barat sampai abad ke-19 dan ke-20, ketika perampok makam dan kemudian arkeolog menggali kekayaannya.


Jenne-Jeno, Mali: rumah para pengrajin

Gurun Sahara terbentang di Afrika bagian utara, menciptakan penghalang yang, dipercaya sejarawan Barat, menghalangi kota agar tidak berkembang sampai abad kesembilan SM, ketika pedagang dari utara mengatur jalur perdagangan melalui pasir yang luar biasa. Penemuan kota kuno Jenne-Jeno yang hidup, dekat Djenné di Mali modern, membuktikan mereka salah.

Pada 1970-an, foto udara mengungkapkan sisa-sisa gundukan permukiman di lahan subur dekat Sungai Niger. Di situs ini, arkeolog Susan dan Roderick McIntosh mengungkapkan komunitas yang dulunya ramai dengan penanggalan sekitar 250 SM, membuatnya salah satu kota tertua yang ditemukan di Afrika Sub-Sahara.

Para penduduk menanam padi, sorgum, dan sereal lainnya; membuat ornamen besi, tembaga, dan perunggu; dan membentuk tembikar yang halus dan patung terakota yang ekspresif. Ratusan hewan mungil dari tanah liat ditemukan di sana mungkin dibuat sebagai mainan untuk membuat anak-anak terhibur.

Mungkin 7.000 sampai 14.000 orang tinggal di hunian dari batu bata lumpur dan kemungkinan berdagang dengan kota-kota yang berkerumun di sekitarnya. Tata letak yang terjalin rapat, tidak memiliki istana dan bangunan megah lainnya, memberi kesan penduduk kota relatif egaliter. Jenne-Jeno menjadi kota yang sibuk selama hampir 1.000 tahun.

Pada abad ke-11 dan ke-12, kota mengecil, kemungkinan seperti kota-kota lain, sebagaimana Timbuktu, mulai berkembang pesat dan menarik populasi. Sekarang, Djenné dan situs-situs tetangganya adalah situs Warisan Dunia UNESCO.

Share:

Wednesday, June 1, 2022

Rhinocolura, Kota Berpenghuni Manusia Tanpa Hidung di Era Mesir Kuno


Sekitar 3.000 tahun yang lalu di dekat kota Gaza terbentang sebuah kota yang tidak seperti kota lainnya di dunia. Orang Yunani menyebutnya Rhinocolura, nama untuk wajah aneh orang-orang yang tinggal di sana karena setiap orang di sana tidak memiliki hidung.

Orang-orang ini adalah penjahat, dan Rhinocolura adalah penjara mereka. Kota ini dibangun oleh salah satu raja Mesir kuno sebagai hukuman bagi pencuri. Orang-orang yang tinggal di sana semuanya tertangkap basah mencuri. Hidung mereka dipotong dari wajah mereka dan mereka dikutuk untuk tinggal di kota ini di tepi gurun.

Orang-orang ini tidak akan pernah lagi bisa masuk kembali ke tempat mereka tinggal sebelumnya. Jika seseorang berhasil melarikan diri melewati tembok kota, hidungnya yang terpenggal akan memberitahukan dia sebagai penjahat kepada siapa pun yang melihatnya.

Satu-satunya pilihan adalah mencoba mencari semacam kehidupan di dalam tembok kota. Kehidupan di sana brutal dan keras. Hampir tidak ada setetes air pun di seluruh kota, dengan satu-satunya sumber berasal dari sumur tercemar yang terkubur di bawah tanah. Namun, orang-orang di kota itu selamat, menangkap ikan di laut dengan jaring alang-alang dan berburu beberapa burung puyuh yang akan terbang.

Rhinocolura adalah Tempat Nyata

Rhinocolura adalah kota dari waktu yang berbeda, ketika kejahatan dan hukuman dibalas mata ganti mata. Kota aneh di mana orang-orang dengan hidung terpenggal berjuang untuk bertahan hidup, pada masanya, dipandang sebagai tindakan kebajikan dari penguasa yang lunak.

Sungguh tempat yang aneh untuk membayangkan bahwa beberapa orang telah menganggapnya sebagai mitos, tetapi Rhinocolura itu nyata. Benar-benar ada di dalam sejarah Mesir ketika hidung penjahat dipotong dan mereka dipaksa untuk berjuang sendiri di kota gurun yang brutal.

Kota ini kemungkinan dibangun sekitar 1300 SM, tetapi sedikit yang ditulis lebih dari 3.000 tahun yang lalu masih ada sampai sekarang. Sebaliknya, sebagian besar dari apa yang kita ketahui tentang kota berasal dari orang-orang yang hidup seribu tahun setelah kota itu dibangun.

Para penulis Yunani, Romawi, dan Yahudi kuno semuanya menyebut kota itu, tetapi ketika para penulis ini hidup, kota itu hanyalah kota biasa dengan orang-orang normal. Pada saat itu, masa lalunya yang aneh sudah menjadi legenda.


Penemuan itu adalah lempengan batu yang menguraikan hukum seorang Firaun yang memerintah antara 1321 hingga 1293 SM. Dalam tabletnya, dia menyebut kota itu Tharu, tetapi ini, secara umum diyakini, hanyalah nama Mesir untuk Badak.

Tablet itu memperingatkan agar tidak mencuri dari siapa pun yang bekerja untuk melayani Firaun. "Ini salah," tablet itu menyatakan, "dan Firaun akan menekannya dengan tindakannya yang luar biasa." Langkah-langkah luar biasa ini sangat cocok dengan cerita Rhinocolura: "Hidungnya akan dipotong, dan dia akan dikirim ke Tharu."

Horemheb mungkin membangun kota, tetapi sepertinya dia bukan orang terakhir yang menggunakannya. Tradisi potong hidung sudah berlangsung lama. Hampir 150 tahun kemudian, setelah istri Ramses III menggorok lehernya dalam tidurnya, rekan konspiratornya dijatuhi hukuman untuk dicabut hidungnya. "Hukuman dieksekusi dengan hidung dan telinga."

Penjahat Membangun Salah Satu Kota Terbesar di Mesir


Kehidupan di Rhinocolura, tidak diragukan lagi brutal, dan pasti terasa seperti hukuman mati bagi orang-orang yang dikirim ke sana. Namun terlepas dari betapa sulitnya hidup, sesuatu yang luar biasa muncul darinya.

Sekitar 10 tahun yang lalu, para arkeolog benar-benar menemukannya, dan itu tidak seperti yang Anda harapkan. Ini bukan tempat di mana orang putus asa, tempat tersebut adalah salah satu kota terbesar di Mesir kuno.

Rhinocolura adalah benteng besar yang dijaga oleh tembok sepanjang 499,87 meter dan menara setinggi 20,12 meter. Pada masanya, itu adalah kota yang sering dikunjungi oleh raja-raja, dan tidak ada tentara yang berhasil menaklukkannya.

Tembok ini dibangun sekitar 3.000 tahun yang lalu sekitar waktu yang sama ketika Horemheb mulai mengirim tahanan ke sana. Ada alasan untuk berpikir itu bukan kebetulan. Penulis Yunani Herodotus melaporkan seorang Firaun kuno, yang diyakini sebagai pendiri Rhinocolura, menghukum penjahat untuk membangun tembok yang sangat tinggi. Karena tembok Rhinocolura termasuk yang tertinggi di Mesir, kemungkinan besar tembok itu dibangun oleh orang-orang terkutuk.

Ini memberi secercah harapan untuk kisah kota Rhinocolura. Orang-orang yang tinggal di sana pasti berjuang melalui kehidupan yang sulit, tetapi mereka diberi kesempatan kedua, dan sepertinya mereka mengambilnya. Para terpidana yang memenuhi kota ini tidak hanya bertengkar, berkelahi, dan menyerah. Mereka membangun kota besar yang akan dikenang selama ribuan tahun.

Share:
Click to learn more...
close
close
Vivian.Pimtha. Powered by Blogger.

Find Us On Facebook

Random Posts

Social Share

Flickr

Sponsor

Agen Togel Online Image may contain: outdoor

Recent Comments

Contributors

Popular Posts

Popular Posts

Agent togel Singapore online terpercaya , bandar togel, agen togel, judi online, buku mimpi, togel singapore, togel sidney, togel sydney, togel sabang, togel hongkong, togel johor, agen togel singapore, agen togel online, agen togel terpercaya Agent togel Singapore online terpercaya , bandar togel, agen togel, judi online, buku mimpi, togel singapore, togel sidney, togel sydney, togel sabang, togel hongkong, togel johor, agen togel singapore, agen togel online, agen togel terpercaya

Unordered List

Pages

Theme Support