Para arkeologi melaporkan bahwa beberapa Homo sapiens yang hidup di Afrika bisa selamat karena mengembangkan strategi sosial, simbolis, dan ekonomi yang canggih.
Dengan strategi tersebut, Homo sapiens melanjutkan ekspansinya dan menghuni benua Asia 60 ribu tahun lalu, dalam satu gelombang melalui garis pantai Samudera Hindia.
Meski banyak perdebatan mengenai waktu penyebaran manusia pasca atau pravulkanisme Toba, tapi teori ini diungkapkan berdasarkan laporan catatan stratigrafi kuno yang ditemukan di situs Dhaba di Lembah Son, bagian utara India.
Studi
arkeologi terbaru pun mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa populasi manusia berkembang di India 80 ribu tahun lalu dan mereka selamat dari salah satu letusan gunung berapi terbesar dalam dua juta tahun terakhir.
Dari situs tersebut, ditemukan juga alat-alat yang berhubungan dengan waktu terjadinya letusan Toba. Bukti tersebut menurut para arkeolog menjadi bukti kuat mengenai kehadiran masa Paleolitikum Tengah di India, sebelum dan setelah letusan tersebut.
J.N Pal, pemimpin penelitian dari Allahabad University, menulis: “Meskipun abu vulkanik Toba pertama kali diidentifikasi di Lembah Son pada tahun 1980-an, tapi sampai sekarang kami tidak memiliki bukti arkeologis yang berkaitan hingga situs Dhaba menjawab celah kronologis besar tersebut.”
Dari studi tersebut, diketahui bahwa perkakas yang ditemukan identik dengan yang digunakan oleh Homo Sapiens di Afrika pada rentang waktu yang sama.
Chris Clarkson, peneliti dari University of Queensland yang juga terlibat dalam studi mengatakan: “Fakta bahwa perkakas ini tidak hilang pada saat letusan besar Toba atau mengalami perubahan dramatis, menunjukkan bahwa ada populasi manusia yang selamat dari bencana tersebut dan terus menciptakan alat-alat untuk memodifikasi lingkungan mereka.“
Clarkson dan ilmuwan lain dalam penelitian tersebut menduga, letusan besar Toba tidak terlalu mengakibatkan pendinginan global hingga menciptakan periode Zaman Es baru.
Bukti arkeologis terbaru ini juga membuktikan bahwa manusia purba dapat beradaptasi menghadapi perubahan lingkungan.









0 comments:
Post a Comment