Tuesday, March 29, 2022
Orca Tipe D, Hewan Langka yang Diduga Spesies Paus Pembunuh Baru
Sunday, March 27, 2022
Wajah 'Vampir' yang Disiksa Pada Abad ke-18 Akan Direkonstruksi
Saturday, March 26, 2022
Para Arkeolog Temukan Tembok yang Terbuat dari Tulang Manusia
Friday, March 25, 2022
Hujan Asteroid Musnahkan Peradaban Manusia Kuno 12.800 Tahun Yang Lalu
Thursday, March 24, 2022
Siapa Sejatinya Sailendra: Penguasa Jawa atau Penguasa Sriwijaya?
Tuesday, March 22, 2022
Legenda Bajak-bajak Laut Sriwijaya yang Meraja di Selat Malaka
Saturday, March 19, 2022
Biara Anglo-Saxon di Inggris, Bukti Kekuasaan Ratu Cynethryth
Friday, March 18, 2022
Ilmuwan Identifikasi Fosil Kumbang Berkaki Katak Berusia 49 Juta Tahun
Thursday, March 17, 2022
Terungkap, Bagian Mars Utara Pernah Mengalami Ribuan 'Letusan Super'
Monday, March 14, 2022
Penemuan Selokan Tempat Puluhan Orang Yahudi Bersembunyi dari Nazi
Selama Perang Dunia II, banyak orang Yahudi yang melarikan diri dari Nazi dengan bersembunyi di selokan Kota Lviv, Ukraina. Kejadian itu telah menjadi cerita yang diketahui banyak orang Ukraina maupun publik internasional.
Namun lokasi persembunyian bawah tanah itu tetap tidak diketahui sampai baru-baru ini. Sekelompok arkeolog yang terinspirasi oleh film Polandia 2011 tentang kisah persembunyian itu berhasil menemukan saluran pembuangan air bawah tanah tersebut. Dahulu setidaknya ada 20 orang Yahudi yang tinggal --dan banyak lainnya meninggal-- di tempat itu dalam kondisi yang mengerikan.
Penemuan tempat persembunyian itu pada bulan lalu terjadi saat para peneliti dari Lviv University melakukan pembersihan yang melelahkan terhadap sistem saluran pembuangan air tersebut. Mereka sebelumnya telah mengumpulkan kesaksian dari keluarga Krystyna Chiger dan orang-orang yang selamat lainnya, menurut laporan Zaxid, situs berita Ukraina.
Krystina Chiger adalah satu saksi hidup yang tahu upaya persembunyian orang-orang Yahudi di selokan air tersebut. Pada tahun 1947, ketika dia masih berusia 11 tahun, di memberikan kesaksisannya.
"Di musim panas, ketika hujan merembes, ada banyak air di mana-mana," kenang Chiger. "Kemudian kami harus bersandar sangat rendah di batu tepat di sebelah dinding agar air tidak mengalir ke kami."

Dalam upaya pecarian saluran pembuangan air ini, tim peneliti ingin mempelajari bagaimana tepatnya setidaknya 20 orang berhasil hidup selama berbulan-bulan di lingkungan yang dipenuhi penyakit dan lembap itu. Selain itu, mereka juga ingin mendokumentasikan keseluruhan cerita yang menjadi terkenal di dunia karena menunjukkan tekad inspiratif para penyintas untuk hidup.
Saturday, March 12, 2022
Pedang Bizantium Langka Berusia 1000 Tahun Ditemukan di Turki
Dua buah pedang langka dan unik ditemukan oleh para arkeolog di Turki. Keduanya ditemukan di tempat terpisah di kota yang merupakan bekas Kekaisaran Bizantium. Salah satunya, digali di gereja, diperkirakan digunakan sebagai persembahan.
Kenop bundar seperti cincin menghiasi ujung gagang setiap pedang. Model pedang seperti ini jarang ditemukan di Bizantium. Menurut penelitian, fitur menarik pada kedua pedang ini membedakan pedang kenop bundar lainnya dari peradaban terdekat.
Hingga saat ini, sulit untuk menentukan etnis atau kelompok apa yang menggunakannya sekitar 1000 tahun yang lalu.
Para arkeolog menemukan pedang di Amorium. Ini merupakan sebuah kota Bizantium yang menjadi persimpangan penting antara Konstantinopel dan kota-kota besar lainnya. Amorium juga sempat menjadi lokasi militer dan benteng yang berfungsi sebagai garis pertahanan pertama melawan invasi Arab.
Para peneliti melakukan penggalian sistematis di Amorium sejak tahun 1988. Pedang pertama ditemukan terpisah-pisah dan berkarat di atrium sebuah gereja pada tahun 1993. Yang kedua ditemukan pada tahun 2001 di bagian bawah kota. Keduanya berasal dari abad ke-10 dan ke-11, selama periode Bizantium tengah (843 hingga 1204).
Penemuan pedang di sebuah gereja mungkin "dianggap aneh". Namun menurut Errikos Maniotis, seorang peneliti independent, meletakkan senjata di tempat-tempat suci menjadi kebiasaan pada saat itu.
Ada kemungkinan bahwa pedang tersebut diletakkan di gereja bukan untuk tujuan kekerasan. "Dari sumber bersejarah diketahui bahwa senjata telah disimpan sebagai persembahan nazar di gereja-gereja," tutur Maniotis. Benda khusus sengaja ditinggalkan untuk dewa, pemimpin agama, atau lembaga.
Kaisar Bizantium Konstantinus VII Porphyrogennetos menulis bahwa perisai Santo Theodore Teron digantung di bawah kubah gereja. Ini dilakukan sebagai penghormatan.
“Senjata yang ditempatkan di gereja biasanya dikaitkan dengan relikui suci yang berhubungan dengan para santo prajurit," tambah Maniotis. Dalam agama, relikui biasanya terdiri atas jasad atau bagian tubuh serta benda-benda pribadi dari seseorang yang dianggap suci atau dihormati. Relikui ini diawetkan atau disimpan untuk tujuan penghormatan.
Pedang kedua, ditemukan di kota yang lebih rendah, memiliki gagang sepanjang 14 sentimeter dan bilah bermata dua. Panjang bilahnya setidaknya 61 sentimeter. Penemuan ini dipaparkan oleh Maniotis dan rekan peneliti studi Zeliha Demirel-Gökalp dalam studi. Demirel-Gökalp adalah direktur penggalian di Amorium dan seorang profesor di Departemen Sejarah Seni.
Dimensi pedang menunjukkan bahwa seorang prajurit Bizantium mungkin telah menggunakannya sebagai pedang opsional sekunder selama pertempuran.
Meskipun jarang terjadi di Kekaisaran Bizantium, pedang berkenop cincin dikenal dari budaya lain. Kenop berbentuk cincin yang paling awal diketahui berasal Dinasti Han Tiongkok (206 SM hingga 220 M). Praktik penggunaannya pun menyebar ke bangsa Skit dan Hun nomaden.
Pada budaya lain, pedang ini ditemukan di Sarmatian, yang tinggal di Asia Tengah, dan Romawi. Bisa jadi tentara Romawi mengadopsi praktik ini dari tentara bayaran Sarmatian.
Tidak seperti pedang lain yang pernah ditemukan, pedang yang ditemukan di gereja memiliki struktur seperti pelindung silang (cross-guards). Ini tampak seperti sepotong logam yang tegak lurus dengan bilah di ujung pegangannya. Fitur ini, serta yang lainnya, belum pernah terlihat pada pedang kenop cincin sebelumnya. Ini yang menjadi salah satu alasan mengapa pedang ini unik dan langka.
Pedang itu sangat tidak biasa, para peneliti mengusulkan untuk memberi nama baru yaitu pedang kenop cincin Bizantium hibrida. Lokasi tempat penemuan kedua pedang berdekatan satu sama lain di Amorium. Sehingga mungkin ada gudang senjata khusus di kota yang memproduksi jenis pedang cincin ini. Atau bisa jadi semua ini hanya kebetulan semata.
Thursday, March 10, 2022
Socotra
Jika anda diculik dengan mata tertutup lalu dilepaskan di pulau Socotra, niscaya anda akan mengira bahwa anda telah diculik Alien dan dibuang di planet yg jauh dari bumi .. atau anda akan berpikir bahwa anda telah dibuang ke sebuah zaman pada masa lalu ...
Socotra adalah pulau di negara Yaman yg memiliki lanskap paling aneh didunia. Ini disebabkan karena terisolasinya pulau tersebut selama jutaan tahun dari mainlandnya yaitu Afrika. Hampir mirip Galapagos, pulau ini memiliki 700 spesies flora dan fauna langka dan aneh, dan sepertiganya adalah endemic atau hanya ditemukan dipulau ini.
Sayangnya daerah perairan pulau Socotra ini sekarang adalah daerah berbahaya bagi pelayaran karena adanya ancaman bajak laut Somalia ....









