Selama Perang Dunia II, banyak orang Yahudi yang melarikan diri dari Nazi dengan bersembunyi di selokan Kota Lviv, Ukraina. Kejadian itu telah menjadi cerita yang diketahui banyak orang Ukraina maupun publik internasional.
Namun lokasi persembunyian bawah tanah itu tetap tidak diketahui sampai baru-baru ini. Sekelompok arkeolog yang terinspirasi oleh film Polandia 2011 tentang kisah persembunyian itu berhasil menemukan saluran pembuangan air bawah tanah tersebut. Dahulu setidaknya ada 20 orang Yahudi yang tinggal --dan banyak lainnya meninggal-- di tempat itu dalam kondisi yang mengerikan.
Penemuan tempat persembunyian itu pada bulan lalu terjadi saat para peneliti dari Lviv University melakukan pembersihan yang melelahkan terhadap sistem saluran pembuangan air tersebut. Mereka sebelumnya telah mengumpulkan kesaksian dari keluarga Krystyna Chiger dan orang-orang yang selamat lainnya, menurut laporan Zaxid, situs berita Ukraina.
Krystina Chiger adalah satu saksi hidup yang tahu upaya persembunyian orang-orang Yahudi di selokan air tersebut. Pada tahun 1947, ketika dia masih berusia 11 tahun, di memberikan kesaksisannya.
"Di musim panas, ketika hujan merembes, ada banyak air di mana-mana," kenang Chiger. "Kemudian kami harus bersandar sangat rendah di batu tepat di sebelah dinding agar air tidak mengalir ke kami."

Dalam upaya pecarian saluran pembuangan air ini, tim peneliti ingin mempelajari bagaimana tepatnya setidaknya 20 orang berhasil hidup selama berbulan-bulan di lingkungan yang dipenuhi penyakit dan lembap itu. Selain itu, mereka juga ingin mendokumentasikan keseluruhan cerita yang menjadi terkenal di dunia karena menunjukkan tekad inspiratif para penyintas untuk hidup.









0 comments:
Post a Comment