Mars, planet merah yang paling banyak menaruh perhatian dan harapan para ilmuwan di masa depan ini ternyata sempat mengalami sebuah peristiwa dahsyat selama hidupnya. Belum lama ini, NASA telah mengonfirmasi bukti adanya ribuan letusan gunung berapi purba yang masif pernah terjadi di Mars.
Beberapa gunung berapi sangatlah kuat sehingga mereka bisa melepaskan sejumlah besar debu dan gas beracun ke udara. Debu-debu ini dapat menghalangi sinar matahari dan mengubah iklim planet selama beberapa dekade. Mungkin inilah salah satu alasan yang telah membuat kondisi planet Mars menjadi seperti saat ini.
Para ilmuwan yang belum lama mempelajari topografi dan komposisi mineral area yang disebut sebagai Arabia Terra di Mars utara ini telah menemukan adanya bukti letusan super kuat semacam itu.
Dilansir oleh Tech Explorist, Patrick Whelley, ahli geologi di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland, yang memimpin analisis Arabia Terra, mengatakan, “Setiap letusan ini akan memiliki dampak iklim yang signifikan — mungkin gas yang dilepaskan membuat atmosfer lebih tebal atau menghalangi Matahari dan membuat atmosfer menjadi lebih dingin. Pemodel iklim Mars akan memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencoba memahami dampak gunung berapi ini.”
Hasil studi Patrick Whelley ini telah diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters pada 26 juli 2021 berjudul Stratigraphic Evidence for Early Martian Explosive Volcanism in Arabia Terra.
Dalam laporannya dijelaskan bahwa gunung berapi yang meletus itu diiringi dengan muntahan uap air, sulfur dioksida, dan karbon dioksida ke udara. Ledakan ini telah merobek permukaan Mars selama periode 500 juta tahun sekitar 4 miliar tahun yang lalu. Sehingga mampu mengubah iklim planet Mars. Tujuh kaldera di Arabia Terra menjadi bukti dan menunjukkan bahwa area tersebut kemungkinan pernah menjadi tuan rumah dari gunung berapi yang berkekuatan letusan super.
Berdasarkan data-data yang berhasil dikumpulkan oleh Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) NASA, para ilmuwan mencoba untuk menemukan abu di tempat lain di Mars. Dan ternyata benar, hasil analisa mineral di permukaan Arabia Terra memang berasal dari gunung berapi.
“Jadi kami mengambilnya pada saat itu dan berkata, 'Oke, ini adalah mineral yang terkait dengan abu vulkanik yang diubah, yang telah didokumentasikan, jadi sekarang kita akan melihat bagaimana mineral didistribusikan untuk melihat apakah mereka mengikuti pola yang kita harapkan dari letusan super.” kata Alexandra Matiella Novak, seorang ahli vulkanologi di Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins di Laurel, Maryland.
Dengan menggunakan gambar-gambar hasil jepretan kamera MRO, para ilmuwan menyusun kembali peta topografi tiga dimensi dari Arabia Terra. Lalu meletakkan data mineral di atas peta topografi ngarai dan kawah yang akan dianalisis tersebut. Hasilnya, para ilmuwan mendapatkan endapan kaya mineral yang terawetkan dengan sangat baik.









0 comments:
Post a Comment